Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-216


__ADS_3

Khalisa kembali ke dapur meninggalkan Desta. Khalisa langsung menyapa Bi Aning, Bi Aning sedang mengiris cabai.


"Lho, cepat belanjanya Bi?" tanya Khalisa.


"Iya, ngapain lama-lama Neng, mau pacaran sama tukang sayurnya, he-he-he." Sahut Bi Aning.


"Bisa aja Bi Aning, he-he-he." Sahut Khalisa.


Gak lama, para Bodyguard selesai fitnes dan menghampiri Khalisa da Bi Aning. Para Bodyguard menyapa Khalisa.


"Pagi, Neng." Sahut Bang Sandi.


"Eh, pagi Bang, sudah fitnesnya? cepat banget!" sahut Khalisa.


"Udah termasuk lama Neng, ini kuncinya Neng, ruangannya sudah saya tutup lagi!" sahut Bang Sandi.


"Oh, iya Bang, ini Bi, kalian seduh kopi aja sama makan roti dulu yah! soalnya saya belum selesai masak!" sahut Khalisa.


"Iya Neng, gampang, kita makasih banyak ini ya, udah dibolehin fitnes, eh, disediakan kopi segala." Sahut Bang Sandi.


"Sama-sama Bang, Bi Aning, bikinin Abang-abang ini kopi sama roti yah!" minta Khalisa.


"Makasih banyak Neng, maaf saya ngerepotin ini!" sahut Bang Sandi.


"Ah, enggak kok, biasa aja!" sahut Khalisa.


"Bi Aning, saya teh manis aja!" sahut Bejo.


"Kalau saya susu aja Bi!" sahut Joko.


"Oh, ada yang beda juga pesannya yah!" sahut Bi Aning.


"Enggak, paling Bejo sama Joko aja yang beda, kita bertiga mah kopi aja!" sahut Bang Sandi.


"Oke, nanti dianterin Bang! sekalian saya mau antar buat Bang Joni dan Pak Jamal." Sahut Bi Aning.


"Makasih banyak ya Neng, Bi Aning, saya baru kali ini punya majikan baik banget!" sahut Bang Sandi.


"Sama-sama Bang, di sini aku anggap semua keluarga, bukan pembantu, jadi kalian semua jangan sungkan-sungkan di sini!" sahut Khalisa.


"Semoga kebaikan Neng Khalisa dan Den Desta selalu berkah, semoga selalu lancar rezekinya ya Neng, lahirannya lancar." Sahut Bang Sandi.


"Iya Neng, doa kita semua menyertai Neng!" sahut Bang Pandi.


"Aamiin... makasih doanya!" sahut Khalisa.


Para Bodyguard menunggu di halaman depan teras rumah Khalisa, di situ ada Bang Joni dan Pak Jamal juga sedang mengobrol.


"Neng, Bibi antar roti sama kopi dulu yah!" sahut Bi Aning.


"Iya Bi, hati-hati bawanya!" minta Khalisa.

__ADS_1


Bi Aning sampai di depan halaman rumah Khalisa. Bi Aning meletakan roti dan minuman untuk mereka yang sedang mengobrol.


"Makasih ya Bi!" sahut semuanya.


"Ayo silakan di makan dulu sarapannya, Bapak juga!" sahut Bi Aning.


"Makasih Bu!" sahut Pak Jamal.


"Sama-sama, saya ke dalam lagi yah, mau bantu Neng Khalisa masak." Sahut Bi Aning.


"Kita beruntung banget ya Bang Joni, semuanya, punya majikan kaya Den Desta dan Neng Khalisa, baik banget!" sahut Bang Sandi.


"Iya, terkadang saya juga gak enak jadinya, semalam Den Desta nawarin saya untuk membeli mobilnya, seharga delapan puluh lima juta, saya gak enak banget beneran." Sahut Bang Joni.


"Delapan puluh lima juta Jon, murah banget, terus lo mau gak?" tanya Pak Jamal.


"Saya bingung, malam telepon istri, istri sih mau banget, tahu sendiri istri saya gimana." Sahut Bang Joni.


"Kalau saya jadi Abang, saya mau, he-he-he." Sahut Joko tertawa.


"Emang lo bisa nyetir? naik sepeda aja kagak bisa, lagu-laguan aja!" sahut Bang Sandi.


"Tahu lo!" sahut Bang Bejo.


"Sepeda dulu lancarin Jok!" sahut Bang Pandi.


"Set dah, gak ada yang dukung saya ini!" sahut Joko.


"Ha-ha-ha...." sahut yang lainnya pada menertawakan Joko.


"Terus gimana Bang, kalau emang Bang Joni butuh, terima aja tawaran Den Desta!" sahut Bang Sandi.


"Nyicil nya gimana, kalau gaji dipotong, nanti buat bayar sekolah Anak-anak gimana, belum makan, masa iya, saya bayar sebulan satu juta, gak enak!" sahut Bang Joni.


"Mangkanya Ban Jon, punya Anak jangan banyak-banyak, pusing sendiri kan!" sahut Pandi.


"Yeee... banyak Anak banyak rezeki kali!" sahut Bang Sandi.


"Kalian harus syukurin dikasih Anak banyak, berkah, saya sama Bi Aning, belum dikaruniai Anak sama sekali." Sahut Pak Jamal.


"Astaghfirullah, maaf ya Pak, kita-kita gak tahu." Sahut Bang Sandi.


"Iya, Bang, sabar yah!" sahut Pandi dan yang lainnya.


"Mangkanya, benar Bang Sandi, disyukuri aja banyak Anak, Anak itu titipan, rezeki kalau banyak Anak!" sahut Bang Joni.


"Iya Bang!" sahut Bang Misar.


"Sabar ya Pak, mungkin lain waktu dikasih Anak!" sahut Bang Pandi.


"Ha-ha-ha, udah tua mana bisa, sudah takdir lah, saya terima aja!" sahut Pak Jamal.

__ADS_1


"Diantara Bapak maaf, ada yang mandul?" tanya Joko.


"Husstttt... sembarangan kalau ngomong si Joko!" sahut Bang Sandi.


"Gak apa-apa Bang, Alhamdulillah, saya dan istri sehat, tapi entah kenapa, belum dikaruniai Anak, saya harus menerima semua yang Allah berikan." Sahut Pak Jamal.


"Maafin saya Pak, saya keceplosan!" sahut Joko.


"Iya, gak apa-apa, kamu sudah berkeluarga Jok?" tanya Pak Jamal.


"Belum Pak!" sahut Joko.


"Hmmm... cepat cari jodoh, biar kamu ngerasain yang namanya bahtera rumah tangga, saya kalau melihat pasangan Den Desta dan Neng Khalisa itu, senyum-senyum sendiri, romantisnya ngalahin Romeo dan Juliet." Sahut Pak Jamal.


"Pacar aja gak punya Pak dia, benar banget Pak, ngelihat mereka berdua adem banget, istri saya mana mau romantis kaya gitu, yang ada saya dimarah-marahin mulu!" sahut Bang Sandi.


"Benar Bang, sama kaya saya, apa lagi, kalau saya gak bawa duit, ngoceh kaya petasan!" sahut Bang Joni.


"Iya benar Bang, kalau saya pernah bilang yayang ke istri saya, eh dia bilang jitak kepala saya, katanya makan sama tahu sama tempe Yayang lo!" sahut Bang Pandi.


"Kalau saya mah, biasa aja, cuma kalau saya bawa duit sedikit, istri saya diam aja, cuma cemberut aja!" sahut Bang Misar.


"Kalau istri saya super galak, gak ada romantis-romantisnya, tapi kalau lagi berdua di kasur minta terus!" sahut Bang Bejo.


"Ha-ha-ha, kok kita jadi bahas istri-istri kita yah! tinggal tunggu Joko, siapa tau dia punya istri yang romantis, bisa kaya Den Desta dan Neng Khalisa." Sahut Bang Sandi.


"Joko kalau dekat cewek ciut Bang, suruh dekat insta kampung sebelah aja, takut, keringat dingin!" sahut Bang Bejo.


"Gimana mau dapat istri Jok, kalau kamu ciut!" sahut Pak Jamal.


"Saya gemetar kalau dekat cewek." Sahut Joko.


"Payah lo Jok! ntar gak nikah-nikah dong, kalau begitu aja!" sahut Bang Joni.


"Tahu Joko payah!" sahut Bang Sandi.


"Minta ajarin noh, sama Bang Pandi!" sahut Bang Misar.


"Gak bisa Bang, pada keringat dingin kalau dekat cewek itu!" sahut Joko.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU

__ADS_1


__ADS_2