
"Makasih ya sayang," sahut Desta.
"Iya Kak, aku istirahat dulu sebentar ya Kak," sahut Khalisa.
"Iya sayang, makan jangan lupa yah," sahut Desta.
🍁🍁🍁
Setelah selesai video call Desta, Khalisa tertidur lelap, bawaannya ingin tidur terus. Sampai Syifa telepon gak dengar dan gak di angkat.
Tumben banget nih anak, gue teleponin gak diangkat, Khalisa kemana sih, angkat dong, gue gak ada kelas nih, mau main ke rumah lo.
🍁🍁🍁
Saat Syifa berjalan dan mau ke rumah Khalisa, Syifa bertemu dengan Yuda, Yuda meminta maaf ke Syifa, karena besok akan berangkat tugas. Syifa berlari dan sangat takut dengan Yuda, Yuda menarik tangan Syifa.
"Syifa tunggu! aku mau ngomong, please!" sahut Yuda.
"Lepasin tangan gue!" perintah Syifa.
"Oke, tapi jangan lari please!" minta Yuda.
"Ada apa?" tanya Syifa.
"Aku mau minta maaf atas kelakuan aku kemaren, aku khilaf, tapi sekarang udah sadar dan insyaf, tolong jangan benci aku!" minta Yuda.
"Ya, terus kenapa lo udah taubat?" tanya Syifa.
"Aku mau minta balikan lagi sama kamu, aku gak akan mengulang semuanya," minta Yuda.
"Maaf gue gak bisa Yuda, gue gak bisa balikan, kalau soal maaf, gue udah maafin, tapi buat balikan gue gak bisa," sahut Syifa.
"Kenapa? apa karena gue udah kotor? jadi lo gak mau sama gue hah? lo jangan sok suci Fa, belum tentu hati lo bersih, siapa tahu lo berkerudung hanya topeng doang," sahut Yuda.
"Prak__ kalau ngomong dijaga, ini semakin gue benci sama lo!" Syifa menampar Yuda dan pergi meninggalkan Yuda.
"Fa, tunggu!" minta Yuda menarik kembali tangan Syifa.
"Lepasin gue! mau gue teriakin maling! lepas!" minta Syifa.
"Gue cinta sama lo Fa," sahut Yuda.
"Apa lo bilang? cinta? abis maki-maki gue lo bilang cinta, lo itu gak cinta, cuma nafsu, lepasin!" sahut Syifa ngeberontak.
"Lepasin ia! jadi cowok jangan kasar, gue paling benci lihat cowok kasar sama cewek," tiba-tiba datang Edwin menolong Syifa.
"Heh, siapa lo? lo jangan ikut campur urusan gue, ini cewek gue, terserah gue mau ngapain aja!" sahut Yuda.
"Bohong Kak, aku udah putus sama Dia, kenal aja baru empat hari," sahut Syifa.
"Oh, jadi kalian udah saling kenal? lo putusin gue karena ia? karena melihat lebih kaya dari gue, hah? dasar cewek matre!" sahut Yuda.
"Prak__ ini tamparan kedua gue, tamparan gue buat mulut lo yang gak pernah di jaga, dengar baik-baik yah, gue putus sama lo, karena lo udah mau nodain gue, lo selingkuh dan berzina sama cewek lain, wajar kalau gue putusin dan jijik sama lo, dan lo pergi dari hidup gue!" sahut Syifa.
"Ikut!" Yuda menarik tangan Syifa dan berusaha membawa Syifa tapi Edwin menghalangi dan langsung memukulnya.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Edwin dan Yuda bertengkar, sampai akhirnya, Yuda kalah dan lari meninggalkan Syifa dan Edwin. Yuda marah dengan raut wajah kesal.
"Kak, maafin Syifa yah, Kakak jadi berdarah gini, kita cari tempat duduk yuk, aku obati," ajak Syifa.
🍁🍁🍁
Syifa membawa Edwin ke taman dan mengobati luka Edwin. Syifa merasa bersalah pada Edwin, karena sudah banyak menolong dan berbohong soal Khalisa.
"Kak, aku mau jujur sama Kakak," sahut Syifa.
"Jujur apa?" tanya Edwin.
"Sebenarnya, aku kenal sama Khalisa, aku merahasiakan semua sama Kakak karena permintaan Khalisa," sahut Syifa.
"Kenapa kamu gak bilang sama saya? why Khalisa tidak mau ketemu sama saya?" tanya Edwin.
"Dia gak mau hubungan dengan suaminya hancur, ia takut suaminya salah paham kalau bertemu Kakak," sahut Syifa.
"Apa, suami ia galak?" tanya Edwin.
"Enggak galak, suaminya sayang banget sama ia, mangkanya itu, Khalisa gak mau menyakiti hati suaminya," sahut Syifa.
"Kenapa harus takut? saya juga sadar diri ia sudah berkeluarga, saya gak akan kejar-kejaran Khalisa, saya hanya ingin bertemu silahturahmi, apa salah saya bersilaturahmi?" sahut Edwin.
"Kan namanya orang beda-beda Kak," sahut Syifa.
"Oke, kalau begitu, antar saya ke rumah Khalisa, saya mau bertemu untuk terakhir kalinya," minta Edwin.
"Jangan Kak, nanti Khalisa marah sama aku, aku gak mau persahabatan aku hancur," sahut Syifa.
"Oke, oke, saya mengerti, jika Khalisa bahagia, saya pun bahagia, saya gak akan temui dia lagi," sahut Edwin.
Gak lama Boro Chat Syifa, ternyata Boro benar minta nomornya dari Khalisa.
"Neng, udah pulang ngampus?" tanya Boro di chat.
"Bang Boro yah?" tanya Syifa.
"Iya Neng ini Abang, tadi minta sama Neng Khalisa," sahut Boro dengan imoticon tersenyum.
"Siapa? pacar?" tanya Edwin.
"Ini Kak, bodyguard di rumah Khalisa, ngajakin kenalan," sahut Syifa.
"Khalisa sewa bodyguard?" tanya Edwin.
"Iya, takut ada orang jahat, kan suaminya lagi Dinas ke Jogya Kak," sahut Syifa.
"Sayang sekali sama Khalisa yah, saya senang mendengar itu!" sahut Edwin.
"Iya Kak, beruntung Khalisa memiliki suami yang baik hati dan sayang, gak seperti aku gini Kak, sampai sekarang belum menikah," sahut Syifa sedih.
"Kalau gitu, kita jadian aja, kita sama-sama cocok, gimana mau?" tanya Edwin tersenyum.
"Maksud Kakak?" tanya Syifa langsung bergetar dan raut wajah memerah.
"Iya, pacaran, kita pacaran," sahut Edwin.
__ADS_1
"Kakak serius? pasti bercanda, gak mungkin Kakak mau sama saya kaya gini," sahut Syifa.
"Saya serius, kamu mau? gak ada maksud apa-apa, saya akan belajar mencintaimu, dan saya akan melupakan Khalisa," sahut Edwin.
"Kakak gak bercanda kan?" tanya Syifa.
"Aku gak bercanda, gimana?" tanya Edwin.
"Mau Kak, aku mau," sahut Syifa.
"Yes, kita jadian nih?" tanya Edwin.
"Iya Kak," sahut Syifa.
"Terima kasih, saya janji akan menjaga kamu, tapi rumah saya jauh, orang tua saya di Jeddah, lain waktu saya akan kenalkan ke orang tua saya yah," sahut Edwin.
"Iya Kak, jadi Kakak di sini tinggal di mana?" tanya Syifa.
"Apartemen, tapi saya tidak mau bawa kamu ke Apartemen saya, karena belum nikah, tidak apa-apa kan?" tanya Edwin.
"Gak apa-apa Kak," sahut Syifa sangat senang.
Ya Allah, ini gue mimpi apa yah, ternyata Edwin baik, ia aja gak mau bawa gue ke Apartemen, Khalisa, gue udah jadian sama Edwin, sahabat lo di Mesir.
🍁🍁🍁
Edwin mengantar Syifa sampai depan puri Indah perumahan Khalisa. Karena Syifa gak mau Khalisa marah gara-gara bawa Edwin ke rumahnya.
"Jadi di sini? jauh ke dalamnya gak?" tanya Edwin.
"Lumayan sih Kak, tapi gak apa-apa Syifa sampai sini aja yah, gak enak sama Khalisa," sahut Syifa.
"Oke, oke, kamu jelaskan semua yah sama Khalisa, biar kita bisa double date kalau suaminya sudah mengerti, biar tidak ada kesalah pahaman yah," sahut Edwin.
"Iya Kak, pasti nanti aku jelaskan, makasih yah," sahut Syifa.
🍁🍁🍁
Edwin langsung pergi meninggalkan Syifa, Satpam perumahan sampai menegur Syifa, kenapa tidak diantar sampai dalam, karena masuk ke dalam perumahan lumayan jauh.
"Neng, pacarnya?" tanya Satpam perumahan Puri Indah.
"Iya Pak pacar, soalnya dia sibuk, gak bisa ngantar sampai dalam," sahut Syifa.
"Hmmm, ganteng banget Neng pacarnya, kaya bukan asli Indonesia yah," sahut Satpam perumahan Puri Indah.
"Kok Bapak tahu sih?" tanya Syifa.
"Tahu lah Neng, dari wajah udah kelihatan," sahut Satpam perumahan Puri Indah.
"Pak saya tinggal dulu yah," sahut Syifa.
"Iya Neng, hati-hati, sampai rumah, minum yang banyak," sahut Satpam Perumahan Puri Indah.
Baru ini gue jalan ke dalam jalan kaki, Khalisa, Khalisa, rumah lo jauh banget sih, udah belok-belok gini, sayang gue kalau naik ojek online.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰