Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 130


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa melamun sih? kan aku bilang, jangan melamun mulu." Sahut Desta.


"Nomor Syifa aku gak ada, terus aku mikirin Mba Mirna sayang, kalau dia cerai, Anak-anaknya gimana?" tanya Khalisa.


"Aku juga gak bisa berkata apa-apa lagi sayang, itu kan keputusan mereka, kamu jangan terlalu dipikirin yah, aku gak mau kamu sakit lagi, oh, iya, besok aku udah mulai masuk kerja ya sayang, udah lama banget aku ninggalin kantor," sahut Desta.


"Ya udah, kamu kerjanya yang semangat, semoga pekerjaan kamu lancar ya sayang," sahut Khalisa.


"Iya sayang, makasih yah, ingat! di rumah, jangan melamun, jangan mikirin yang enggak-enggak, nanti aku gak tenang kerjanya," sahut Desta.


"Iya, sayang, kamu diantar Bang Joni apa sendiri?" tanya Khalisa.


"Aku sendiri aja sayang, Bang Joni, khusus ngantar kamu aja, jadi, kalau kamu kemana-mana, harus sama Bang Joni yah!" sahut Desta.


"Iya sayang," sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Keesokan harinya, Khalisa menyiapkan baju kerja untuk Desta dan sarapan pagi. Sedangkan sarapan pagi sudah disiapkan Khalisa sejak pagi, bersama Bi Aning. Khalisa menatap Desta yang bergairah dan semangat bekerja.



"Sayang, kok ngelihatin aku kaya gitu? kenapa?" tanya Desta.


"Aku sendiri lagi deh, di rumah," sahut Khalisa.


"Kan jam lima aku pulang, atau besok aja aku kerjanya!" sahut Desta.


"Jangan! kamu harus tanggung jawab sama kerjaan kamu, kabarin aku kalau udah sampai kantor ya sayang!" sahut Khalisa.


"Senyum dong!" minta Desta.


"He-he-he," Khalisa tertawa.


"Nah, gitu dong! kan aku jadi semangat kerjanya, sini! kamu, di rumah jaga kesehatan yah, tunggu aku pulang, jangan lupa berdoa, semoga kita cepat dapat Dedek lagi," Desta mencium kening Khalisa.


"Aamiin, kamu sarapan dulu yuk! aku udah buatin pagi-pagi," sahut Khalisa.


"Iya, istriku yang cantik dan soleha," sahut Desta tersenyum.


🌷🌷🌷🌷


Desta dan Khalisa sudah ada di meja makan, Khalisa menyendokan nasi untuk Desta sambil tersenyum.


"Makasih ya sayang," sahut Desta.


"Permisi Neng, Den, ada Neng Syifa di ruang tamu, gimana Neng, Den!" sahut Bi Aning.


"Syifa, pagi-pagi banget dia ke sini, ya udah, Bi Aning suruh dia masuk aja!" minta Khalisa.


"Siap Neng!" sahut Bi Aning.


"Teman kamu rajin banget, pagi-pagi ke rumah orang," sahut Desta.


"Assalamu'alaikum, Lis, Kak Desta," salam Syifa sambil tersenyum.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa dan Desta.

__ADS_1


"Maaf Lis, Kak Desta, kalau Syifa ganggu pagi-pagi, Syifa takut Khalisa pergi lagi, mangkanya Syifa pagi-pagi ke sini! No telepon Khalisa gak aktif, sempat khawatir juga!" sahut Syifa.


"Iya, Ga, gak apa-apa, handphone yang dipinjam Ayah mati, jadi gue beli handphone baru dan nomor baru Fa, gue gak apa-apa kok, sekalian ikut sarapan yah!" sahut Khalisa.


"Gak usah Lis, gue udah sarapan di rumah," sahut Syifa.


"Udah, gak apa-apa Fa, di rumah sama di sini kan beda menu, biar gemuk!" sahut Desta.


"Tahu lo, malu-malu segala!" sahut Khalisa tersenyum.


"Makasih Lis, Lis nanti gue mau minta antar lo ke percetakan mau gak? gue udah nentuin tanggal sama dokter Ari!" sahut Syifa.


"Alhamdulillah, gue ikut senang!" sahut Khalisa.


"Syukur Alhamdulillah, sayang, kamu hati-hati, nanti diantar Bang Joni aja yah! kamu habis mendingan dari sakit soalnya!" sahut Desta.


"Iya sayang," sahut Khalisa.


"Ya udah, aku berangkat dulu! kabarin kalau alami ada di mana-mana yah!" sahut Desta.


"Iya sayang, kamu hati-hati," sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Desta berangkat kerja dan mencium kening Khalisa. Syifa merasa Desta gak suka kalau Syifa datang.


"Lis, kayanya Kak Desta gak suka gue datang deh," sahut Syifa.


"Astaghfirullah, lo jangan suhuzon gitu Fa, gak baik!" sahut Khalisa.


"Kak Desta emang raut wajahnya kaya gitu! gue gak suka kalau lo suhuzon gitu ah!" sahut Khalisa.


"Gue kan jadi gak enak!" sahut Syifa.


"Udah, jangan lo pikirin sih, lo mau dianterin jam berapa?" tanya Khalisa.


"Sekarang aja yuk!" minta Syifa.


"Ya udah, tunggu yah! gue siap-siap dulu!" sahut Khalisa.


"Lis!" panggil Syifa.


"Kemarin Edwin datang bertengkar sama Dokter Ari!" sahut Syifa.


"Masa sih, terus gimana?" tanya Khalisa.


"Ya tonjok-tonjokan, untungnya Dokter Ari mengerti dan mempercepat pernikahan, doain gue ya Lis! hiks-hiks-hiks," sahut Syifa menangis.


"Kok lo nangis? jangan nangis dong! gue, pasti doain lo yang terbaik, udah! udah! cengeng!" sahut Khalisa.


"Gue gak nyangka aja secepat ini, Dokter Ari juga tulus sama gue!" sahut Syifa.


"Ya, lo bersyukur dong! lo dapatin pujaan hati lo!" sahut Khalisa.


"Iya, Lis, Alhamdulillah." Sahut Syifa.


"Jangan hapus pakai baju Syifa! ampun deh, ini pakai tisu!" sahut Khalisa.

__ADS_1


"Kelamaan tisu Lis, yang ada aja gue elap!" sahut Syifa.


"Dih, lo mirip banget sama emak lo Fa," sahut Khalisa.


"Orang Anaknya, ya mirip lah!" sahut Syifa.


"Tapi, gue bilangin sama lo yah, kan lo mau jadi istri Dokter, kebiasaan jelek lo kaya tadi, jangan lo ulangin yah, nanti yang ada orang ilfil, nyangka lo jorok, elap ingus sama air mata pakai baju!" sahut Khalisa.


"Iya, Fa!" sahut Khalisa.


"Ya udah, gue mau ganti baju, lo mau tunggu mana? di sini, apa ikut ke atas?" tanya Khalisa.


"Gue di sini aja deh! gue mau minum Lis!" sahut Syifa.


"Ya udah, sana! sambil nunggu gue yah!" sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Syifa ke dapur mencari air galon, tapi tidak ketemu. Padahal galon jadi satu sama kulkas, karena Syifa gak ketemu air galon dia menghampiri kulkas, tapi bingung bukanya gak ngerti, sampai Syifa kesal sendiri.



Mana galonnya, bingung gue, kalau di rumahnya Khalisa, teko gak ada, ah... kulkas aja deh itu! tapi kok gak kebuka sih? gimana bukanya? ribet banget sih ah...


"Ada apa Neng?" tanya Bi Aning.


"Bi, saya mau minum! gak ada air galon apa?" tanya Syifa.


"Ini galon Neng, sini! Bibi ambilin!" sahut Bi Aning.


"Ribet banget sih Bi, gak ngerti saya!" sahut Syifa.


"Kalau mau buka kulkas, Neng Syifa tarik gini aja!" sahut Bi Aning.


"Kulkas lebar banget Bi? makanan sama minuman komplit banget, ada es cream segala!" sahut Syifa.


"Hayo! ngapain? ayo!" ajak Khalisa.


"Es cream lo banyak banget Lis! makanan juga!" sahut Syifa.


"Kenapa? lo mau? kita cetak dulu aja yah! nanti cair di jalan, nanti gue kasih pas habis dari percetakan!" sahut Khalisa.


"Benaran Lis?" tanya Syifa.


"Iya, benar!" sahut Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


-Cinta dan Detik Terakhir


-Cinta Cowok Dingin


-Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2