Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 44


__ADS_3

"Aku gak apa-apa Kak, habis Kakak lama, aku khawatir," sahut Khalisa.


"Udah pergi dia, heran sama dia," sahut Desta.


"Sabar Kak, mungkin ini ujian Kakak untuk bersabar," nasehat Khalisa.


"Iya sayang, aku gendong yah, soal naik tangga nanti sakit lagi kaki kamu," sahut Desta langsung menggendong Khalisa ke kamar.


"Kak, ih malu tahu," sahut Khalisa.


"Malu sama siapa? Bibi? emang kenapa? kamu kan istri aku," sahut Desta.


🍁🍁🍁


Desta langsung merebahkan Khalisa di kasur sambil membelai wajah Khalisa dengan senyuman manis Desta. Khalisa langsung menutup wajahnya tapi di tarik tangannya oleh Desta.


"Kenapa ditutup sayang? jangan dong, aku kan mau lihat wajah istri aku yang cantik, soleha, baik hati, anugerah terindah milikku," sahut Desta mendekatkan bibirnya ke bibir manis Khalisa.


Malam itu Khalisa tidak bisa memberontak serangan kemesraan dari Desta. Hujan yang turun sangat deras pun membuat hangat tubuh mereka karena pelukan kemesraan yang penuh rasa cinta mereka berdua. Sampai keesokan harinya, mereka tidak lupa salat subuh berjamaah, setelah selesai salat, Khalisa bersiap-siap untuk mengantar Desta ke Bandara, Khalisa melihat Desta tersenyum-senyum sendiri dan belum bersiap-siap, Desta masih mengenakan baju biasa.



"Kak, kok masih pakai baju itu sih? kenapa sih kok senyum-senyum sendiri? ada yang lucu?" tanya Khalisa.


"Ini coba kamu lihat, lucu si Yuda ngirimin foto sama aku, dia pakai baju koko abis salat subuh, sengaja gak ganti baju, mau di kirim ke aku, aduh ngapain segala ngirim ke aku yah, ada-ada aja sih, ha-ha-ha," sahut Desta.


"Mana? dia mau buktiin Kak, kalau dia udah benar-benar taubat, biar Kakak percaya gitu kali," sahut Khalisa.


"Iya, tapi bukan gini caranya, ngapain segala ngirim foto, maksud aku tuh kalau emang udah taubat ya udah cukup rubah diri sendiri aja, jangan ngulangin perbuatannya, bukan taubat pake baju koko, ini gue taubat karena udah pake baju koko, lo harus percaya, bukan itu lho maksud aku, rubah sikap ia, gak semua orang pakai baju koko taubat lho, aduh, ada-ada aja nih orang," sahut Desta.


"Stres kali Kak," sahut Khalisa.


"Hustt, gak boleh ah, aku mau ganti baju dulu ya sayang," sahut Desta.


"Iya Kak, vitamin Kakak udah di koper yah, jangan sampai gak diminum ya Kak," nasehat Khalisa.


"Iya istriku, makasih ya udah disiapin semua," sahut Desta.


"Sama-sama Kak," sahut Khalisa.


"Kok jadi lemas kaya gitu? jangan gitu dong ah, senyum dong sayang," minta Desta.


"Aku bayangin aja, setiap hari selama seminggu jauh dari Kakak," sahut Khalisa.


"Emang aku di sana enggak? aku juga di sana tanpa kamu sayang, aku pasti rindu sama kamu, senyum dong," sahut Desta memegang tangan Khalisa dan menciumnya.


"Hati-hati Kakak di sana, jaga kesehatan Kakak, di sini aku bakal selalu nunggu Kakak pulang," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Makasih ya sayang, i love you," sahut Desta.


"I love you too Kak," sahut Khalisa tersenyum.


"Kak, kok bodyguard Kakak belum datang?" tanya Khalisa.


"Sebentar sayang, aku telepon," sahut Desta.


"Sebentar lagi mengarah ke sini," sahut Desta.


"Oh, ya udah, kita sarapan dulu yuk Kak, tapi hari ibu sarapan roti dulu ya Kak, kan aku gak sempat masak, aku gak enak nyuruh Bibi," sahut Khalisa.


"Iya gak apa-apa sayang," sahut Desta.


🍁🍁🍁


Saat Desta ke meja makan, Khalisa sudah mempersiapkan semua untuk Desta, roti yang bertulisan cantik good morning buatan Khalisa.



"Wah, cantik banget, ini kamu yang buat sayang? beneran ini kejutan buat aku, meskipun hanya roti dan teh manis, tapi aku benar-benar bahagia banget, istriku pagi-pagi siapin semua, makasih ya sayang," sahut Desta.


"Sama-sama Kak, tapi hanya ini, bentuknya juga gak bagus," sahut Khalisa.


"Kata siapa? bagus banget sayang, aku suka, pagi-pagi udah dibikin bahagia sama istriku," sahut Desta.


"Gak apa-apa Neng, nanti Bibi bisa ambil sendiri," sahut Bi Aning.


"Permisi, Den, Neng, Bodyguard-nya sudah menunggu di depan," sahut Pak Jamal.


"Oke Pak, nanti saya ke sana," sahut Desta.


"Baik Den," sahut Pak Jamal.


"Kakak makan aja dulu, biar aku yang temuin yah," sahut Khalisa.


"Benaran?" tanya Desta.


"Iya Kak, Bi Aning tolong siapin kopi sama roti buat mereka yah, sekalian buat Pak Jamal," minta Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa keluar menemui bodyguard itu, dan menyuruh duduk di depan halaman.


"Permisi, saya istrinya Kak Desta, Khalisa," sahut Khalisa memperkenalkan diri.


"Kenalin Non, saya Joni, ini Boro, ini Slamet, saya bertiga di perintahkan Den Desta, untuk jaga rumah, panggil kita Abang aje ye," sahut Joni.

__ADS_1


"Oke siap! Silakan duduk dulu ya Abang, abang, saya panggil suami saya dulu," sahut Khalisa.


"Silakan, roti dan kopinya diminum," sahut Bi Aning dan berjalan ke pos Pak Jamal.


"Kak, seram-seram banget yah," sahut Khalisa.


"Emang gitu Bodyguard sayang, tapi baik kok, aku sekalian jalan yah," sahut Desta.


"Mmmm.." sahut Khalisa memeluk Desta.


"Sini, sini, aku pulang sebentar kok sayang, doakan aku yah, semoga project ini berhasil dan lolos, kan buat kita juga sayang," sahut Desta memeluk Khalisa erat dan mencium kening Khalisa.


"Iya Kak, aku selalu berdoa buat kita," sahut Khalisa.


"Ayo kedepan, kasihan mereka menunggu," ajak Desta.


"Hai, maaf lama menunggu yah?" sapa Desta.


"Enggak apa-apa Den, kita juga sambil ngopi nih, panggil kita abang aja ye," sahut Joni.


"Oke, siap! jadi gini, salah satu dari kalian ada yang bisa selama seminggu jadi supir istri saya, tolong kemana pun istri saya pergi, di jaga, lindungi, antar ia, jangan sampai ada yang terluka sedikit pun, salah satu diantara kalian aja," minta Desta.


"Saya aja yang bawa, mereka berdua gak bisa nyetir mobil, saya janji bakal jaga istri Den Desta ujung kaki sampai ujung kepala bakal terlindungi," sahut Joni.


"Makasih banyak ya Bang, saya mau ke Bandara, jadi Bang Joni aja yang nyetir yah, sekalian antar istri saya pulang yah," minta Desta.


"Siap! lo, lo jage rumah ini ye! kalau ada ape-ape telepon gue," sahut Joni.


"Siap Bang!" sahut Boro dan Slamet.


🍁🍁🍁


Akhirnya, Desta berangkat ke Bandara, ditemani Khalisa, di sepanjang jalan, Desta memegangi tangan Khalisa, seakan tak mau jauh dari istrinya begitu pun sebaliknya.


"Sampai Jogya, aku video call kamu yah sayang," sahut Desta.


"Aku tunggu Kak, jangan sampai enggak, nanti aku bisa khawatir sama Kakak," sahut Khalisa.


"Pasti sayang," sahut Desta.


🍁🍁🍁


Akhirnya, mereka sampai Bandara, keberangkatan ke Jogya akan segera berangkat. Khalisa menangis melihat Desta mengarah ke pesawat, Desta memberi kode, agar Khalisa terlalu tersenyum.


Ya Allah, entah apa rasanya seminggu tanpa Kak Desta. Kenapa aku benar-benar gak kuat jauh dari Kak Desta.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2