
"Wah, Den Desta dan Neng Khalisa sudah sembuh? maafin istri saya ya Den, Neng, harusnya kemarin saya larang ikut!" sahut Pak Jamal.
"Gak apa-apa Pak Jamal, ini semua bukan salah siapa pun, tapi sudah kehendak Allah, kami ikhlas menerimanya." Sahut Desta.
"Den Desta, Neng Khalisa, maafin Bibi yah, hiks-hiks-hiks!" Bi Aning tiba-tiba keluar dan memeluk Khalisa.
"Ya Allah, Bi, Bibi gak salah, semua udah kehendak Allah, kita gak tahu rencana Allah itu apa? dan selanjutnya bagaimana? aku dan Kak Desta, sudah ikhlas, meskipun berat rasanya, kan ini bukan salah kalian semua, kita yang mau ngajakin liburan, jadi, kalian jangan salahkan diri kalian yah!" sahut Khalisa tersenyum dan memegang tangan Bi Aning.
"Udah kaya lebaran aja, pada minta maaf semua! ha-ha-ha," sahut Desta.
"Kami semua, tidak enak Den, Neng," sahut Bang Boro.
"Gak apa-apa Bang, jangan pikirin semua yah," sahut Desta.
"Kita masuk dulu ya semua!" sahut Desta.
"Sini Den, kopernya! biar saya bawain!" sahut Bi Aning.
"Makasih ya Bi!" sahut Bi Aning.
"Bi, masak gak? Khalisa lapar!" sahut Khalisa.
"Masak Neng, tapi sayur sop, mau Bibi ambilkan!" tawar Bi Aning.
"Boleh Bi, maaf yah, aku gak bisa ngambil sendiri ke bawah, kepala aku pusing banget!" sahut Khalisa.
"Siap Neng, Den Desta mau sekalian Bibi ambilin!" tawar Bi Aning.
"Aku enggak Bi, Khalisa aja!" sahut Desta.
"Kok kamu enggak sayang? makan dong!" minta Khalisa.
"Aku masih kenyang sayang, kamu aja yah!" sahut Desta.
"Benaran?" tanya Khalisa.
"Benar sayang," sahut Desta tersenyum.
"Kamu udah kabarin Umi sama Bunda belum? kabarin sayang!" minta Khalisa.
__ADS_1
"Oh, iya, sebentar yah, aku kabarin dulu!" Desta.
"Sayang, sekalian sama Bunda yah! handphone aku mati, aku gak tahu tiba-tiba mati," sahut Khalisa.
"Sayang aku kan gak ada handphone, handphone aku hancur saat kecelakaan, ini kamu pakai punya siapa? kok Syifa bisa video call kamu? bukan handphone kamu hancur juga?" tanya Desta.
"Hancur sayang, ini dipinjamin Ayah, buat ngasih kabar, terus Syifa pakai nomor Ayah, Syifa minta nomor Ayah kemarin!" sahut Khalisa.
"Harusnya tadi kita mampir ke toko handphone," sahut Desta.
"Sayang, aku kan lagi pusing gak kuat jalan! pakai telepon rumah aja yah! handphone Ayah tiba-tiba mati, sering eror!" minta Khalisa.
"Waduh, mana nomor penting ada di situ lagi!" sahut Desta.
"Nomor siapa? nomor Anaknya Pak Darma?" tanya Khalisa cemberut.
"Dih, suhuzon aja kamu ini! kan rekan kerja aku semua di situ sayang, Astaghfirullah, suhuzon sama suami!" sahut Desta.
"Ya Kali," sahut Khalisa.
"Astaghfirullah, enggak sayang, besok kita beli yah, sekalian sama nomor baru! masih pusing gak besok?" tanya Desta.
"Ya udah, besok yah!" sahut Khalisa.
"Sayang, udah telepon sana!" suruh Khalisa.
"Gak mau! cium dulu!" minta Desta.
"Mmmuacchh... makasih istriku!" sahut Desta. membalasnya.
🌷🌷🌷🌷
Khalisa mengelus perutnya, dia berbicara sendiri kita pergi sama-sama, pulang kita gak bersama, dan meneteskan air mata. Bi Aning masuk membawakan makanan untuk Khalisa.
Dek, kemarin kita pergi bersama untuk liburan, sekarang pulangnya kamu malah gak ikut Mamah sama Papah, kamu malah tinggalin kita Dek, Mamah selalu mendoakan kamu Nak, supaya kamu bahagia di surga tanpa Mamah dan Papah. Tapi di hati Mamah dan Papah, selalu ada kamu.
"Permisi Neng, ini sayur sop-nya, dimakan ya Neng!" sahut Khalisa.
"Makasih Bi," sahut Khalisa sambil melamun.
__ADS_1
"Neng, jangan melamun terus dong!" minta Bi Aning.
Kok Neng Khalisa melamun terus yah! sebaiknya saya panggil Den Desta.
"Den, Den Desta! Neng Khalisa, Neng-Kha-Lisa," sahut Bi Aning berlari dari kamar Khalisa sambil terbata-bata bicaranya.
"Ada apa Bi?" tanya Desta, langsung lari ke kamar dan melihat Khalisa sedang menangis sendirian.
"Hiks-hiks-hiks," Khalisa tidak mau bicara hanya menangis saja, Desta mendekatinya sambil berlinang air mata membacakan ayat Al-Quran pada Khalisa.
"Sayang, kamu kenapa? hiks-hiks-hiks, Astaghfirullah, Astaghfirullah," sahut Desta.
"Bi Aning! Bi Aning!" teriak Desta.
"Bi Aning teleponin Umi, tolong, bawa ustadz Arif ke sini yah! aku takut Khalisa di guna-guna kaya Umi, tolong! hiks-hiks-hiks," sahut Desta sambil menangis.
"Ada apa kamu sayang, ya Allah, lindungi istriku, semua keluargaku dari kejahatan mana pun, hiks-hiks-hiks," sahut Desta tidak kuat melihat Khalisa hanya menangis tidak mau bicara.
🌷🌷🌷🌷
Desta terus memeluk Khalisa, sambil membacakan ayat-ayat Al-Quran. Setelah lama sekitar empat jam lebih, Umi, Abi, Pak Mamad dan Ustadz Arif datang.
"Assalamu'alaikum," sahut Umi, Abi, dan Ustadz Arif.
"Umi! hiks-hiks-hiks, Khalisa Umi! istri Desta! tolong istri Desta, hiks-hiks-hiks, Ustadz tolong istri saya!" minta Desta.
"Astaghfirullah, Desta sabar yah, semuanya sabar! kayanya ini keluarga mantan kamu dendam sangat besar, karena mantan kamu gila sekarang, keluarganya mau Khalisa sama seperti Ririn, Astaghfirullah, tolong sabar yah! biar saya obatin, minta pertolongan semua pada Allah, tolong semua baca ayat-ayat Al-Quran yang kalian bisa, buat bantu saya! Bismillah!" minta Ustadz Arif.
🌷🌷🌷🌷
Ustadz Arif selesai mengobati Khalisa, tapi Khalisa masih belum sadarkan diri. Ustadz Arif bilang ke Desta kalau Khalisa tidak boleh ditinggal sendiri atau melamun, apa lagi Khalisa saat ini belum bisa salat karena masih masa nifas. Ustadz Arif tidak pernah mau untuk dibayar, karena dia ikhlas menolong sesama. keluarga Ririn sudah gila dukun. Suatu saat dia akan kena karmanya sendiri karena bersekutu dengan iblis atau setan. Jadi ustadz Arif melarang Desta dan keluarga untuk menemui keluarga Ririn. Karena kalau belum kena karma dia masih bersekutu dan musyrik. Ustadz Arif juga melarang Desta atau keluarga bersifat dendam. Jadi tidak boleh kesal atau dendam, biar Allah yang membalas semua.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
__ADS_1
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU