
Khalisa dan Desta kembali ke kamarnya. Setianya Khalisa pada Desta, Khalisa tidak lupa memberikan cream di lukanya Desta dan mengolesinya dengan kasih sayang, Desta padahal sudah bilang dirinya saja sendiri, tapi Khalisa tetap membantu Desta untuk mengolesinya ke perut Desta yang luka.
"Oh, iya sayang, kan kamu belum olesi cream ke perut kamu, biar aku bantu ya sayang," sahut Khalisa mengambil cream di laci.
"Sayang, aku aja, aku bisa, kamu istirahat aja!" minta Desta pada Khalisa.
"Enggak, ini udah tugas aku, dari pada kamu nunduk-nunduk kepalanya sambil ngolesin, biar aku aja yang bantu," sahut Khalisa sambil tersenyum.
"Kamu gak jijik sayang megang luka aku?" tanya Desta.
"Astaghfirullah, buat apa aku jijik Kak, aku gak pernah jijik sama sekali sama suami aku, sekali pun itu darah," sahut Khalisa.
"Masya Allah, istriku benar-benar soleha, makasih ya sayang," sahut Desta mencium kening Khalisa.
"Sama-sama sayang, gimana perih gak?" tanya Khalisa.
"Sedikit sayang, di banding harus pisah sama kamu itu lebih sakit dari luka ini," sahut Desta.
"Mulai deh, gombal terus, lagi sakit begini, masih aja gombal," sahut Khalisa tersenyum.
"Gombalan aku fakta dan nyata, gak hanya di bibir sayang, setiap hari aku akan selalu buat kamu tersenyum," sahut Desta.
"Udah rata kan? janji sama aku ya sayang, jangan ngelakuin hal konyol lagi yah," minta Khalisa memegang tangan Desta.
🍁🍁🍁
Saat selesai mengolesi Desta, Khalisa mengambil ponselnya, banyak panggilan dan chat-chat dari Syifa, sampai lima puluh panggilan dan dua belas chat. Khalisa meminta izin Desta untuk menghubungi kembali Syifa. Desta sampai geleng-geleng kepala pada Syifa.
"Kok sampai banyak begitu sih? Astaghfirullah, Syifa, bisa gak sih dia mandiri sendiri tanpa harus bantuan kamu, masa mau pacaran atau pendekatan aja, harus minta pendapat kamu, capek deh," sahut Desta sambil tersenyum memegang kepalanya.
"Mangkanya aku juga heran sayang sama dia, aku izin telepon balik dia ya Yang!" minta Khalisa.
"Ya, udah, tapi jangan terlalu dalam ikut campur yah, hanya saran aja," sahut Desta.
"Iya Yang, sebentar yah," sahut Khalisa.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Khalisa langsung menghubungi Syifa, setelah diangkat, Khalisa mengucapkan salam pada Syifa. Khalisa meminta maaf pada Syifa karena lama balas dan angkat telepon.
"Assalamu'alaikum, Fa," salam Khalisa.
"Wa'alaikumsalam, Lis lo kemana aja sih? gue lagi butuh lo banget, kebiasaan banget lama balas chat sama angkat telepon, pasti low handphone lo ya?" tanya Syifa.
"Bukan, handphone gue di kamar, gue sama Kak Desta lagi ngaji, handphone gak gue bawa, ada apa sih Fa?" tanya Khalisa sambil menjelaskan.
"Oh, maaf yah, gue ganggu lo dong!" sahut Syifa.
"Udah selesai, mangkanya gue baru lihat chat, sama panggilan banyak banget, ada apa sih?" tanya Khalisa kembali.
"Menurut lo gue gimana ya? si Dokter Ari chat gue ini, gue belum balas, bingung Lis, harus balas atau enggak, gue takut sakit hati lagi," sahut Syifa.
"Astaghfirullah, lo cuma nanyain itu doang? ya tinggal balas aja sih, apa susahnya, kan dia chat itu bukan karena suka atau mau ngajakin lo pacaran atau nikah, tapi silahturahmi mungkin, masa dia secepat itu mau ajakin lo pacaran, lo balas aja Fa, biasa-biasa aja sih, kalau bisa, lo jangan gampang buka hati dulu buat orang lain, ya lo kan bisa chat dia sebagai teman, atau sahabat gitu, lo itu harus tahu dan mengenal dulu dia kaya gimana, jadilah wanita yang selalu membuat pria penasaran, jangan gampang membuka hati, itu aja sih saran gue," sahut Khalisa.
"Gitu ya Lis? habis gue bingung banget, maaf ya Lis, gue udah ganggu lo nih, he-he," Syifa tertawa kecil.
"Kirain gue ada apa gitu, lo chat sama telepon gue sebanyak itu, kaget gue," sahut Khalisa.
"Ya, udah, gak apa-apa," sahut Khalisa.
"Iya Lis, makasih banyak yah, gue tutup teleponnya, selamat beristirahat ya Lis, Assalamu'alaikum," sahut Syifa.
"Sama-sama, Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa.
🍁🍁🍁
Syifa langsung membalas chat-chat Dokter Ari, Dokter Ari tersenyum dan berterima kasih Ke Syifa karena sudah membalasnya. Raut wajah Dokter Ari setelah membawa Chat Syifa, Dokter Ari tersenyum bahagia. Dokter Ari berharap Syifa adalah wanita soleha dan jodohnya, tapi Dokter Ari belum berani untuk menyatakan cinta pada Syifa hanya perkenalan saja melalui handphone.
"Maaf, saya mengganggu Syifa yah?" tanya Dokter Ari di chat.
"Enggak kok Dok, saya cuma kaget aja, Dokter chat saya," sahut Syifa.
__ADS_1
"Gak usah panggil Dokter, panggil saya Ari aja, sangka saya gak akan di balas chat saya," sahut Dokter Ari.
"Oke Kak Ari, aku panggil Kak Ari aja yah, biar enak, iya soalnya Syifa sibuk bantu Ibu, jadi gak sempat pegang handphone.
Syifa dan Dokter Ari semakin Akrab mengobrol di chat, Dokter Ari sopan-santun menghargai orang lain, penyabar, hampir sama seperti Desta. Kalau masalah percintaan Syifa belum tahu seperti apa, Syifa berharap semoga Dokter Ari bisa berjodoh sama Syifa. Karena patah satu tumbuh seribu batinnya Syifa sambil tersenyum, melihat chat-chat Dokter Ari.
🍁🍁🍁
Bunda Maryam melamun memikirkan Khalisa, Bunda Maryam hanya takut putri satu-satunya masih di benci Mertuanya. Ayah Umar melihat Bunda Maryam melamun dan menghampirinya.
"Bun, udah malam, bukan masuk, kok di luar aja sih? kenapa?" tanya Ayah Umar.
"Bunda masih kepikiran sama Khalisa Ayah, Bunda takut Mertuanya marah-marahin Khalisa lagi," sahut Bunda Maryam.
"Kan Khalisa gak tinggal sama Mertua Bun, Bunda berpikir positif aja, kan Bunda dengar sendiri di rumah sakit, Umi Sarah udah taubat dan meminta maaf," sahut Ayah Umar.
"Semoga Khalisa selalu baik-baik saja ya Abi, besok Abi mau ikut gak ke rumah Khalisa?" tanya Bunda Maryam.
"Abi besok ada arisan keluarga, Bunda aja yah, salam buat Khalisa dan Desta, Mirna ikut kan?" tanya Ayah Umar.
"Gak tahu tuh, katanya lihat besok aja, soalnya mau lihat rumah barunya yang sudah jadi Yah," sahut Bunda Maryam.
"Oh, rumah Mirna sudah jadi? wah, kapan mau tempatin dia?" tanya Ayah Umar.
"Mau diselamatkan dulu Ayah, entah kapan," sahut Bunda Maryam.
"Sepi yah, kita cuma berdua doang, biasanya ada Raja, Dewa yang nangis, sebentar lagi dia pindah," sahut Ayah Umar.
"Ayah, Khalisa sama Desta kapan-kapan mau gak ya nginap di sini?" tanya Bunda Maryam.
"Mana mau Bun, rumah kita kecil gini, Desta kan terbiasa enak, kalau di sini gak terbiasa," sahut Ayah Umar.
"Coba aja dulu Bi, kan hanya nginap beberapa hari aja, Bunda yakin pasti kalau Khalisa mau, Desta juga mau," sahut Bunda Maryam.
"Iya, Bunda coba aja nanti tanya, mau apa enggak," sahut Ayah Umar.
"Iya yah, semoga Desta mau," sahut Bunda Maryam.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰