
"Ya Allah Neng, kenapa pada bengkak begini sih, kamu sering makan sayur yah, sering olahraga juga." Sahut Umi Sarah.
"Gak apa-apa Umi, katanya tekanan darah Lisa rendah, jadi begini, emang dulu Umi hamilin Kak Desta gak kaya gini yah?" tanya Khalisa.
"Enggak, cuma lemas aja, kalau Umi, sini, biar Umi pijat yah, pakai minyak urut." Sahut Umi Sarah.
"Gak usah Umi, Khalisa jadi ngerepotin nanti!" sahut Khalisa.
"Gak apa-apa, semuanya Umi urut, biar enak, leher pegal kan? kamu ganti pakai kain aja yah!" minta Umi Sarah.
"Iya Umi." Sahut Khalisa.
"Sayang, Umi, Desta nebus obat dulu yah!" minta Desta.
"Dari tadi obat belum ditebus?" tanya Umi Sarah.
"Tadi kan ada Dokter Ari Umi, masa Desta tinggal." Sahut Desta.
"Kamu kan bisa suruh yang lain, masa pada gak bisa, segini banyaknya orang." Sahut Umi Sarah.
"Umi, Desta gak mau, sampai mereka salah membeli obat, biar Desta aja." Sahut Desta.
"Ya udah, sana! hati-hati!" sahut Umi Sarah.
"Sayang, aku izin beli obat sebentar yah! kok kamu jadi pakai kain gini?" tanya Desta.
"Mau diurut Umi, kamu hati-hati." Sahut Khalisa.
"Sini Neng!" sahut Umi Sarah.
"Maafin Khalisa ya Umi." Sahut Khalisa.
"Iya, gak apa-apa." Sahut Umi Sarah.
"Mmmmuuucchhh... cepat sembuh ya istriku." Sahut Desta mencium kening Khalisa.
"Hmmm... Mesra-mesraan depan Umi, bikin Umi kangen Abi aja, udah sana beli obat! nanti mesraanya malam aja!" sahut Umi Sarah.
"Umi iri aja sayang, mmmuuuaacchh..." sahut Desta mencium kening Khalisa lagi.
"Sayang, udah, nanti keburu siang." Sahut Khalisa.
"Iya, istriku..." sahut Desta tersenyum.
"Desta, panggilin Aning yah, suruh bikin jus jeruk!" minta Umi Sarah.
"Siap Mi." Sahut Desta.
Desta langsung keluar kamar dan menyuruh Bi Aning untuk membuat jus jeruk untuk Umi Sarah. Desta sekalian pamit pada Bi Aning.
"Bi, bikinin Umi Jus jeruk yah! saya mau ke apotik, buat nebus obat Khalisa.
"Siap Den, hati-hati yah!" sahut Bi Aning.
"Assalamu'alaikum." Salam Desta.
"Wa'alaikumsalam. Jawab Bi Aning.
__ADS_1
Desta langsung pergi ke apotik untuk membeli obat. Saat Desta pergi, Bunda Maryam langsung datang dan sampai rumah Khalisa.
"Assalamu'alaikum, Pak Bukain dong!" minta Bunda Maryam.
"Wa'alaikumsalam, eh, Bunda, sebentar, silakan Bunda." Sahut Pak Jamal.
"Khalisa gimana?" tanya Bunda Maryam.
"Katanya sih, baik-baik aja, barusan Den Desta beli obat ke apotik." Sahut Pak Jamal.
"Saya masuk dulu ya Pak!" sahut Bunda Maryam.
"Bu...." sapa para Bodyguard dan bang Joni.
"Iya, saya masuk dulu ya Bapak-bapak." Sahut Bunda Maryam.
"Assalamu'alaikum." Salam Bunda Maryam.
"Wa'alaikumsalam, eh, Bunda baru datang, silakan Bunda!" sahut Bi Aning.
"Khalisa gimana Bi?" tanya Bunda Maryam.
"Alhamdulillah, gak apa-apa Bun, mari saya antar ke kamar Neng Khalisa, ada Umi Sarah juga, lagi mijat Khalisa." Sahut Bunda Maryam.
"Oh, ada Umi Sarah? Umi Sarah mijat Khalisa?" tanya Bunda Maryam.
"Iya Bun." Sahut Bi Aning.
"Assalamu'alaikum." Salam Bunda Maryam.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa dan Umi Sarah.
"Gak apa-apa Neng, gimana kabar kamu? kamu gak apa-apa kan?" tanya Bunda Maryam.
"Alhamdulillah, Khalisa gak apa-apa Besan, cuma hal biasa usia delapan bulan, tapi tekanan darah Khalisa menurun, pada bengkak, mangkanya, ini saya coba urut, insya Allah, sembuh." Sahut Umi Sarah.
"Alhamdulillah, saya panik banget Desta telepon tadi, Umi, makasih yah, udah mau urutin Khalisa." Sahut Bunda Maryam.
"Khalisa kan Anak saya juga, gak apa-apa, dulu saya bisa ngurut orang, apa lagi, orang hamil, Desta sama Khalisa gak pernah chat Umi, kalau minta urut, Umi mau." Sahut Umi Sarah.
"Makasih Umi, Neng, Mudah-mudahan, lahiran kamu lancar yah, telepon Umi atau Bunda, kalau ada apa-apa." Minta Bunda Maryam.
"Iya Bun, Khalisa gak apa-apa." Sahut Khalisa.
"Aning, melamun aja! bikinin minuman buat Bunda Maryam!" minta Umi Sarah.
"Bunda mau minum apa?" tanya Bi Aning.
"Apa aja Bi, makasih yah!" sahut Bunda Maryam.
"Bunda sama Umi belum makan yah? maaf Khalisa gak bisa masak dulu, minta sekalian aja, dimasakin Bi Aning yah!" minta Khalisa.
"Udah, Umi gampang." Sahut Umi Sarah.
"Bunda udah makan Neng." Sahut Bunda Maryam.
"Besan, mau sekalian saya urut gak? habis Khalisa." Sahut Umi Sarah.
__ADS_1
"Gak usah Umi, ngerepotin ah!" sahut Bunda Maryam.
"Alah, ngerepotin apa, udah, nanti saya urutin! istirahat aja dulu!" minta Umi Sarah.
Syukur Alhamdulillah, Umi Sarah udah benar-benar baik sama Khalisa, saya senang melihatnya, sayang sama mantunya.
"Permisi, silakan Bunda Maryam diminum, roti dan kuenya dimakan!" sahut Bi Aning tersenyum sambil meletakan minuman dan kue.
"Makasih Bi Aning, jadi ngerepotin!" sahut Bunda Maryam.
"Udah jadi tugas saya Bun, Neng, sebentar lagi, Buburnya matang, nanti Bibi kabarin yah!" sahut Bi Aning.
"Makasih Bi, bubur sumsum kan?" tanya Khalisa.
"Iya Neng." Sahut Bi Aning.
"He-he-he, Bi, masak buat Bunda sama Umi yah!" minta Khalisa.
"Masak Apa Neng?" tanya Bi Aning.
"Bunda, sama Umi mau masak apa?" tanya Khalisa.
"Kalau masak soto gimana? biar Bunda yang masak, Bi Aning bantuin yah!" sahut Bunda Maryam.
"Besan gak capek? kan mau diurut? atau habis masak, baru?" tanya Umi Sarah.
"Iya, gampang Umi, habis masak aja, yang penting, Umi, saya sama yang lain, bisa makan siang!" sahut Bunda Maryam.
"Makasih ya Besan." Sahut Umi Sarah.
"Sama-sama, ayo Bi, bantu saya! bawa minuman saya ke dapur aja!" sahut Bunda Maryam.
"Bunda, biar saya bantuin bawa!" minta Bi Aning.
"Gak usah, saya aja! enteng kok." Sahut Bunda Maryam.
"He-he-he." Bi Aning tertawa.
"Bahan-bahan ada gak Bi?" tanya Bunda Maryam.
"Di sini lengkap Bun, soalnya, Neng Khalisa sama Den Desta, kemarin habis belanja, apa Neng Khalisa kecapean gara-gara masukin makanan ke lemari ya Bun?" tanya Bi Aning.
"Oh, mereka habis belanja, enak kalau gitu, kita tinggal olah aja! enggak juga Bi, wajar Bi, kata Dokter kan usia delapan Bulan ada yang begitu, beda-beda kalau orang hamil, saya berdoa, semoga Khalisa lancar lahirannya." Sahut Bunda Maryam.
"Syukur Alhamdulillah, tadi Den Desta sampai nangis, lihat Neng Khalisa kesakitan Bun, Den Desta itu, benar-benar sayang dan cinta, khawatir sama Neng Khalisa." Sahut Bi Aning.
"Wajar lah Bi, namanya baru mau punya Anak begitu, iya, saya bersyukur, Khalisa bisa mendapatkan suami seperti Desta." Sahut Bunda Maryam.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
- CINTA COWOK DINGIN
__ADS_1
- CINTA GADIS BISU