Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-236


__ADS_3

Setelah Desta membacakan surat yasin, Desta melihat Khalisa dan Umi masih berduka. Waktu menunjukkan sekitar jam sebelas malam. Desta langsung duduk bersama Abi Mahmud dan Bapak-bapak lainnya.


"Sabar ya Nak, kamu harus kuat di depan Khalisa, pasti berat, apa lagi Abi sebagai sahabat Ayah Umar." Sahut Abi Mahmud.


"Desta, benar-benar tidak menyangka, Ayah Umar pergi secepat itu,


tanpa pesan apa pun, Desta berterima kasih pada beliau, karena beliau, Desta bisa kenal dan menikah dengan Khalisa." Sahut Desta.


"Kita harus ikhlas Nak, semoga beliau tenang di sisinya, amal ibadah beliau diterima Allah SWT, karena beliau orang terbaik yang Abi kenal." Sahut Abi Mahmud.


"Iya Bi, insya Allah, Desta kuat." Sahut Desta.


"Abi, kita ngubur sama mandiin jenazah besok yah?" tanya Umi Sarah.


"Iya Umi, besok, pamali bagi kita yang mengubur malam-malam buta seperti ini, lagian rekan-rekan Khalisa, Desta, Ayah Umar, belum pada datang semua." Sahut Abi Mahmud.


"Iya Bi." Sahut Umi Sarah.


Gak lama, Yuda datang untuk menghibur Desta dan Khalisa. Yuda menghampiri Desta dan memeluk Desta sambil berlinang air mata. Yuda pamit untuk membacakan surat yasin samping Ayah Umar. Disusul oleh Dokter Ari datang juga bersama Dokter Chandra.


"Assalamu'alaikum." Salam Yuda sambil bersalaman pada Umi Sarah dan Bapak-bapak lainnya.


"Wa'alaikumsalam." Jawab semua.


"Yang tabah ya Des! lo pasti kuat!" sahut Yuda.


"Makasih Yud, udah mau datang." Sahut Desta berlinang air mata.


"Gue ke dalam dulu yah, mau lihat sama baca surat yasin." Sahut Yuda.


"Silakan!" sahut Desta.


"Assalamu'alaikum." Salam Dokter Ari dan Dokter Candra.


"Wa'alaikumsalam." Jawab semua.


"Mas, saya turut berduka, maafin saya, gak bisa menolong nyawa Ayah Umar." Sahut Dokter Ari.


"Gak apa-apa Ri, semua sudah takdir." Sahut Desta.

__ADS_1


"Yang tabah yah!" sahut Dokter Chandra.


"Mas, Emak sama Syifa paling datang pagi besok. Soalnya mau datang sekarang sudah malam." Sahut Dokter Ari.


"Iya, gak apa-apa Ri." Sahut Desta.


Dokter Ari dan Dokter Chandra melihat jenazah Ayah Umar dan membacakan surat yasin. Alhamdulillah, semasa hidupnya, Ayah Umar terkenal orang yang sangat baik. Meskipun malam-malam buta, banyak sekali orang-orang berdatangan dan membacakan surat yasin padanya. Mantan Khalisa juga datang seperti Reza dapat kabar dari Syifa.


"Assalamu'alaikum." Salam Reza.


"Wa'alaikumsalam." Jawab semuanya.


"Om, yang sabar yah, tabah, mungkin ini udah takdir, gue bela-belain lho dari tanggerang ke sini, cuma istri gak ikut, lagi hamil." Sahut Reza.


"Makasih Reza, udah sempetin datang ke sini." Sahut Desta.


"Sama-sama, Khalisa mana? lagi berduka pasti ya?" tanya Reza.


"Di dalam." Sahut Desta.


Aduh, gue kalau lihat mayat agak takut, ah, kalau gue duduk di sini gak masuk, malu gue.


"Hah? iya." Sahut Reza.


"Khalisa, sebaiknya kamu istirahat di kamar, kasihan kamu dan kandungan kamu!" minta Mirna.


"Aku mau di sini aja Mba, besok aku udah gak bisa bersama Ayah lagi, jangan paksa aku!" sahut Khalisa.


"Nak, benar apa kata Mirna, kamu istirahat aja!" sahut Bunda Maryam.


"Gak bisa Bunda, aku gak akan mau istirahat, tolong jangan paksa Khalisa." Minta Khalisa.


"Khalisa, turut berduka yah, semoga amal Ayah Umar diterima di sisinya." Sahut Reza.


"Makasih Reza." Sahut Khalisa.


"Mba, Syifa baru datang besok, soalnya Anaknya gak ada yang jaga, besok sama Emak, jadi Anaknya bisa dititip sama Kakaknya." Sahut Dokter Ari.


"Makasih Dok, udah nyempetin malam-malam ke sini." Sahut Khalisa.

__ADS_1


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Syifa. Syifa gak bisa tidur memikirkan Khalisa dan meneteskan air mata. Syifa masih gak menyangka, kalau Ayah Umar pergi secepat itu.


Gimana keadaan Khalisa sekarang? ya Allah, aku benaran gak menyangka, Ayah Umar pergi secepat itu, kuatkan Khalisa ya Allah, begitu banyak cobaan hidup padanya.


Syifa langsung menghubungi Emaknya, pagi-pagi Syifa akan datang ke rumah Emak untuk menitip Adhel ke Kakaknya. Emaknya Syifa juga Syok mendengar Ayah Umar telah tiada.


"Assalamu'alaikum, Emak." Salam Syifa.


"Wa'alaikumsalam, ngapa telepon malam-malam sih Neng?" tanya Emaknya Syifa.


"Emak udah bilang sama Kak Nanda? buat nitip Adhel besok." Sahut Syifa.


"Udeh, udeh, pagi aje kite ke sono ye!" sahut Emaknya Syifa.


"Jam enam aja Mak, takut macet." Sahut Syifa.


"Iye, ya udeh, ntar Emak ngantuk!" sahut Emaknya Syifa.


"Iya Mak, maaf, Syifa malam-malam ganggu." Sahut Syifa.


"Gak ape-ape, udeh ye, Neng juga istirahat!" sahut Emaknya Syifa.


"Iya Mak, Assalamu'alaikum." Sahut Syifa.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Emaknya Syifa.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU

__ADS_1


__ADS_2