Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 94


__ADS_3

"Makasih Khalisa, kamu benar-benar mantu Umi yang sangat baik, Umi merasa bersalah banget Neng," sahut Umi Sarah.


"Sini! aku mau ngomong sama Umi," minta Desta.


"Umi, Kak Desta mau ngomong," sahut Khalisa.


"Umi, dengarin Desta yah, keputusan Desta sudah bulat, untuk sementara, Umi jangan temuin kita dulu, karena Desta masih belum percaya sama Umi, bukan Desta jahat, tapi ini buat pelajaran Umi, sampai Umi benar-benar sadar, dan Khalisa bisa buktiin ke Umi kalau dia bisa merawat Desta, gak seperti yang Umi bilang, maafin Desta Umi," sahut Desta tegas.


"Desta kamu kok tega sama Umi Nak, Umi benar-benar berubah Nak, benaran, hiks-hiks-hiks," sahut Umi Sarah.


"Iya Umi, tapi gak sekedar omongan, tapi Desta perlu bukti sama Umi, karena bukan sekali dua kali Umi seperti ini, maafin Desta ya Umi, Desta sekarang kepala rumah tangga, jadi harus tegas mana yang salah, harus ada hukuman, bukan hukuman cambuk atau apa, tapi hukuman untuk bertaubat, buat memperbaiki diri, Desta sayang banget sama Umi, maafin Desta harus lakuin ini! tolong Umi hargai keputusan Desta!" sahut Desta tegas.


"Baik Nak, kalau emang itu mau kamu, Umi akan memperbaiki diri Umi, Umi hargai keputusan kamu, hiks-hiks-hiks," sahut Umi Sarah.


"Makasih Umi," sahut Desta.


"Jaga diri kalian baik-baik yah, Umi mohon maaf banget sama kalian, Umi tutup teleponnya ya Nak, Assalamu'alaikum," sahut Umi Sarah.


"Iya Umi, pasti, Wa'alaikumsalam." Jawab salam Desta.


"Kak, kenapa kaya gitu sih? Kakak kok gak percaya sama orang tua sendiri, kita kan udah maafin, udahlah," sahut Khalisa.


"Kebiasaan kan, lupa terus," sahut Desta.


"Astaghfirullah, aku lupa, maaf sayang, he-he," sahut Khalisa.


"Kalau lupa lagi, aku cubit hidung kamu lagi lho," sahut Desta.


"Maaf yang, he-he," sahut Khalisa tertawa.


"Ya udah, jangan lupa lagi, awas lho!" sahut Desta.


"Iya enggak, yang jangan begitu sama Umi, kasihan," sahut Khalisa.


"Keputusan aku udah bulat sayang, aku begini karena ingin dia sadar, gak gampang minta maaf, lalu mengulangi kembali, aku gak mau sayang, tolong kamu nurut sama aku ya sayang," sahut Desta.


"Iya, iya, aku nurut yang, aku berharap Umi akan bertaubat dan gak mengulanginya lagi ya sayang," sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, masya Allah, istriku udah gak laku lagi yah, buat manggil sayang, aku bahagia banget sayang," sahut Desta.


"Insya Allah aku gak laku lagi, he-he," sahut Khalisa sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sekarang, kita salat berjamaah dulu yuk! kita belum salat zuhur sayang, maaf yah, aku masih ngerepotin kamu, kamu masih usaha rangkul aku kalau mau berdiri," sahut Desta.


"Iya sayang, ayo! gak apa-apa, itu udah kewajiban aku untuk melayani suami, aku bakal selalu ada buat suami aku, mau susah, atau pun senang, sampai akhir hayat kita, meskipun kita udah gak muda lagi, dan aku udah keriput," sahut Khalisa.


"Meskipun kita udah tua, keriput, kita harus tetap saling sayang yah, mau keadaan seperti apa pun, aku juga bakal selalu ada buat kamu sayang," sahut Desta.


"Dan anak-anak kita juga supaya bisa berbakti sama orang tua, dan sayang sama kedua orang tuanya," sahut Khalisa.


"Pasti dong! sini aku mau ngomong dulu sama Dedeknya, Dedek, dengar apa kata Mamah kan? Dedek kalau udah lahir ke dunia, udah besar nanti harus jadi anak yang berbakti sama Mamah dan Papah ya sayang, dan berguna bagi nusa dan bangsa, Papah kangen banget, menunggu kehadiran kamu Dek, Mmmuuacch... jangan nakal dalam perut Mamah yah, bantu Mamah biar kuat, tabah, dan sehat ya sayang," sahut Desta.


"Iya Papah, doakan aku yah, semoga jadi anak berbakti kepada orang tua, seperti apa yang Papah dan Mamah mau, Aamiin..." sahut Khalisa mewakili ucapan Dedek bayi.


🍁🍁🍁


Khalisa membawa Desta untuk ke ruang salat. Khalisa merangkul Desta pelan-pelan, Desta sangat terharu pada Khalisa, mempunyai istri yang setia, perhatian, dan hatinya tulus.


Ya Allah, meskipun aku sakit, dia gak pernah putus asa untuk merangkulku, merawatku, terima kasih ya Allah, berikan hambamu istri yang benar-benar soleha.


"Sayang, kok melamun sih? kamu bisa sendiri?aku tinggal nih!" sahut Khalisa.


"Bisa sayang, makasih yah!" sahut Desta.


"Hati-hati Yang, licin, aku wudhu disebelah ya Yang," sahut Khalisa tersenyum.


🍁🍁🍁


Khalisa dan Desta sudah selesai berwudhu, mereka melakukan salat berjamaah bersama. Setelah selesai salat dan berdoa, Khalisa mencium tangan Desta.


"Alhamdulillah, makasih ya sayang atas semuanya," sahut Desta.


"Makasih apa Yang?" tanya Khalisa.


"Makasih, kamu udah sabar merawat aku yang sakit begini, aku benar-benar bersyukur banget sayang, punya istri sesabar kamu, udah di marahin sama Umi, masih tetap baik hati memaafkan, aku tuh bangga sama kamu sayang," sahut Desta sambil mencium tangan Khalisa.


"Ini kan sudah jadi tugas aku sebagai istri kamu, kamu mau sakit apa juga, aku bakal ada disamping kamu sayang," sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, ya Allah," sahut Desta tersenyum.


🍁🍁🍁


Desta dan Khalisa kembali ke kamar, Khalisa menyiapkan bantal dan seprei untuk Desta beristirahat.

__ADS_1


"Sekarang udah rapi, kamu istirahat ya sayang, biar cepat pulih," sahut Khalisa.


"Iya sayang, mata aku udah lelah banget, habis minum obat jadi ngantuk, kamu gak mau tidur juga?" tanya Desta.


"Aku belum ngantuk, aku mau buat susu dulu Yang, tadi kan udah satu jam minum obat, sekarang waktunya minum susu hamil," sahut Khalisa sambil mengelus perutnya.


"Oh, iya, jadi aku yang lupa, ha-ha-ha, ya udah minum ya sayang," sahut Desta.


"Iya Sayang," sahut Khalisa tersenyum.


"Sekarang udah gak kaku kan? ha-ha-ha," sahut Desta tertawa meledek Khalisa.


"He-he," Khalisa tertawa dan malu-malu.


🍁🍁🍁


Umi Sarah menangis dan menyesal atas perbuatannya, Abi Mahmud menghampiri dan menghibur Umi Sarah.


"Umi, kenapa nangis? Umi udah telepon Desta?" tanya Abi Mahmud.


"Sudah Bi, mereka mau maafin Umi, tapi keputusan Desta gak bisa dirubah, dia gak percaya sama Umi, takut Umi bohong dan mengulanginya lagi," sahut Umi Sarah.


"Bagus kalau gitu, wajar Desta seperti itu Umi, karena sudah berulang kali Umi ngelakuin hal sama, ya udahlah, mulai sekarang kita jangan ikut campur urusan mereka, Umi ikhlasin, yang penting doakan mereka, supaya jadi keluarga yang bahagia, dan Umi harus perbaiki diri Umi yah, bertaubat minta ampunan sama Allah yang sebesar-besarnya, ini semua pelajaran buat Umi," sahut Abi Mahmud.


"Iya Abi, Umi mau taubat, dan minta ampunan sama Allah, Umi benar-benar menyesal Abi," sahut Umi Sarah.


"Minggu depan, kita umroh yuk! biar Umi pikirannya tenang, dan pulang dari sana bisa berubah," ajak Abi Mahmud.


"Iya Abi, Umi mau," sahut Umi Sarah.


"Besok kita persiapkan semua ya Umi, jadi minggu depan kita tinggal berangkat," sahut Abi Mahmud.


"Umi kabari Desta gak Abi?" tanya Umi Sarah.


"Biar Abi yang mengabari yah, sekarang Umi salat, berdoa, mohon ampunan sama Allah," suruh Abi Mahmud.


"Iya Abi," sahut Umi Sarah.


Semoga istri hamba benar-benar bertaubat ya Allah, dan tidak mengulanginya lagi, semoga dengan umroh, bisa merubah sifatnya yang egois.


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2