
"Maafin Emak Fa!" sahut Emaknya Syifa.
"Udah, udah, nanti Emak tinggal minta maaf aja." Sahut Dokter Ari.
"Ya udah, sekarang Ari Antar Emak pulang yah!" minta Emaknya Syifa.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Khalisa. Tamu-tamu undangan sudah pulang semua membawa besek. Besek yang tersisa tinggal lima belas besek lagi. Umi Sarah membagikan besek itu untuk yang belum.
"Besan, sisa lima belas, gimana nih?" tanya Umi Sarah.
"Ya udah, bagiin yang belum aja Mi!" minta Bunda Maryam.
"Desta bilang apa, kelebihan kan?" tanya Desta.
"Mendingan kelebihan, dari pada kekurangan." Sahut Umi Sarah.
"Aning kamu udah?" tanya Umi Sarah.
"Alhamdulillah, udah Umi." Sahut Bi Aning.
"Pak Jamal, Bang Boro, Joni, sama Bang Selamat belum yah?" tanya Umi Sarah.
"Udah semua Umi." Sahut Bi Aning.
"Besan! besan buat tetangganya aja yah!" sahut Umi Sarah.
"Boleh Umi." Sahut Bunda Maryam.
"Emang sampai besok gak basi ya Umi, Bunda? kalau enggak, Khalisa minta dua boleh?" tanya Khalisa.
"Buat siapa?" tanya Umi.
"Teman Khalisa yang gak bisa datang Umi." Sahut Khalisa.
"Ya udah, tapi bukan Emak-emak tadi kan? mulutnya bisa nyerocos kaya gitu yah!" sahut Umi Sarah.
"Ambil aja tiga nih!" sahut Umi Sarah.
"Sayang, teman kamu yang mana?" tanya Desta.
"Ada teman aku!" sahut Khalisa.
"Siapa?" tanya Desta.
"Nanti, aku ceritain!" sahut Khalisa.
Semua sibuk beres-beres. Tapi Khalisa tidak boleh ikut beberes sama Umi dan Desta. Khalisa hanya duduk sambil mengelus perutnya sambil mengajak main Raja dan Dewa. Desta tersenyum melihat Khalisa bermain dengan Anak-anak. Desta membayangkan kalau kedua itu, Anak kembarnya Desta.
__ADS_1
"Main apa sayang?" tanya Khalisa.
"Obilan, dali Om!" sahut Dewa.
"Mobilannya sama kaya Kak Raja yah!" sahut Khalisa.
"Iya dong!" sahut Raja.
"Wah, kalian pada main apa nih? main sama Ante yah?" tanya Desta tersenyum.
"Sayang bajunya kotor nih, kok beres-beres bukan salin dulu! ini kan baju putih!" sahut Khalisa.
"Ayo salin!" minta Khalisa.
"Nanti aja sayang! nanti Umi marah-marah!" sahut Desta.
"Enggak! enggak! ayo salin!" sahut Khalisa.
"Maksa yah!" sahut Desta tersenyum.
"Biarin! yang penting, baju putih kamu gak kotor!" sahut Khalisa.
"Desta! bantu Bang Boro angkat meja gih! harus empat orang!" minta Umi.
"Yeee... bukan dari tadi ganti!" sahut Umi Sarah.
Tahu nih, Umi, Khalisa baru engeh! mangkanya Khalisa suruh ganti!" sahut Khalisa.
"Ya udah, sana!" sahut Umi Sarah.
"Tuh, diomelin Umi kan?" tanya Khalisa.
"Kamu sih, ha-ha-ha." Sahut Desta.
"Kok jadi aku?" tanya Khalisa.
"Bercanda sayang." Sahut Desta.
Khalisa memilihkan baju untuk Desta. Desta tersenyum sambil membuka kokohnya. Saat Khalisa melihat ke belakang baju kokoh Desta sudah dilepas.
"Sayang..." sahut Khalisa sambil tersenyum malu.
"Kenapa sayang?" tanya Desta langsung menghampiri Khalisa dan memeluk Khalisa.
"Sayang, nanti malam aja, kan kamu harus bantuin Umi! nanti Umi nungguin lho!" sahut Khalisa.
"Ha-ha-ha." Sahut Desta geli dan tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Kok ketawa? kenapa?" tanya Khalisa.
"Ya ampun, istriku lucu!" sahut Desta.
"Lucu apa? coba bilang?" tanya Khalisa.
"Lucu, emang aku mau ngajakin kamu, enggak sayang, kan aku juga masih bantu beres-beres di luar, malu nih, yeee... ha-ha-ha." ledek Desta kepada Khalisa.
"ih.... ngeselin! tahu ah..." sahut Khalisa cemberut dan manyun duduk di atas kasur.
"Ha-ha-ha, hei, kok marah sih, jangan marah ah! bajunya yang mana?" tanya Desta.
"Gak tahu ah..." Sahut Khalisa.
"Yeee... sayang, jangan marah dong sayang, mmmuuacchh... aku bercanda, aku senang, lihat kamu kalau ngambek dan cemberut." Sahut Desta memeluk Khalisa.
"Gak tahu, aku marah!" sahut Khalisa cemberut.
"Jangan! jangan marah ah... aku bercanda istriku!" sahut Desta.
"Pergi gak! sana! aku gak mau lihat kamu! sana!" sahut Khalisa.
"Sayang, kok kamu jadi marah? hal sepele lho!" sahut Desta tegang dan merah wajahnya.
"Udah! gak usah banyak omong! cepatan! nanti Umi nyariin kamu!" sahut Khalisa.
"Sayang, gak mau ah... kamu marah, cuma gara-gara hal sepele doang, sampai segitunya! ya udah, aku sujud nih, di kaki kamu, kalau salah!"
☀☀☀☀
Ternyata, Khalisa hanya mengeprank Desta. Yang tadinya Desta yang mengeprank Khalisa, malah Khalisa yang berhasil mengeprank Desta. Sampai Desta ingin sujud dan memerah dan pucat. Khalisa tertawa terbahak-bahak melihat Desta seperti itu.
"Sayang maafin aku kalau bercanda aku salah!" sahut Desta menunduk." Sahut Desta.
"Ha-ha-ha.... sayang kamu kena prank! ha-ha-ha... bangun sayangku, aku cuma prank kamu doang, gak benaran marah, siapa suruh prank aku!" sahut Khalisa.
"Awas ya kamu! jadi kamu ngerjain aku... aku cium nih! dasar!" sahut Desta langsung memeluk Khalisa.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Gadis Bisu
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1