
Keesokan harinya, keluarga Desta dan besan bersiap-siap untuk datang kerumah Khalisa. Desta yang sudah tampannya, tidak lupa untuk berselfie dekat kamarnya.
Ya, Allah kok dada jadi bergetar gini yah? bismillah ya Rabb..
"Anak Umi sudah siap?" tanya Umi Sarah.
"Sudah Mi, Desta gerogi gini ya Mi," sahut Desta.
"Rileks sayang," ayo! rombongan udah pada kumpul tuh!" perintah Umi Sarah.
🍁🍁🍁
Desta dan keluarga dan rombongan telah berangkat kerumah Khalisa, Khalisa pun sudah dirias dengan cantiknya. Setelah keluarga Desta dan rombongan besan sampai, mereka disambut dengan palang pintu dan bunyi petasan, pertanda pengantin lelaki datang dan rombongan besan.
"Mba, Khalisa dag-dig-dug gini yah!" sahut Khalisa.
"Rileks yah, ayo!" sahut Mirna menggandeng Khalisa. sedangkan Palang pintu telah selesai, pengantin dan rombongan besan sudah masuk, penghulu sudah menunggu. Desta melihat Khalisa keluar digandeng Ibunda dan Mba Mirna. Desta memandangi Khalisa dengan tatapan mempesona dengan kecantikan Khalisa. Khalisa tersenyum dan duduk disamping Desta.
"Saudara Desta, apakah sudah siap?" tanya Bapak penghulu.
"Siap Pak!" sahut Desta dengan suara tegas dan lantang.
🍁🍁🍁
Ijab kabul dan sungkemanpun telah selesai, Khalisa dan Desta syah dan resmi menjadi suami-istri. cincin telah terpasang dijari manis Khalisa dan seserahan pun telah diterima.
Khalisa dan Desta disuruh kekamar rias untuk foto pengantin diatas kasur. Saat fotografer menyuruh Desta untuk memangku Khalisa, pipi halus Khalisa menempel jambangnya Desta yang sangat tampan, sampai Khalisa menatap Desta dengan panas dingin. Khalisa gemetar saat Desta memegang tangan Khalisa dengan senyuman. Sorakan Ibu-ibu yang melihatnya bikin baper dan meledek Khalisa.
Setelah selesai pemotretan berdua dengan Desta dan keluarga, Khalisa dan Desta berganti gaun pengantin. Khalisa meminta di foto sendiri dengan gayanya yang sangat cantik, setelah berganti gaun.
Setelah itu, Khalisa dan Desta duduk dipelaminan melayani tamu-tamu yang datang. Saat itu Ririn mantannya Desta datang ke pernikahan dan menyalami Desta dan Khalisa.
"Selamat ya Des, semoga jadi keluarga mawadah, dan sakinah yah!" sahut Ririn.
"Terima kasih ya Rin," Desta sambil tersenyum.
"Mantan ya Ka?" tanya Khalisa.
"Iya, mantan aku," sahut Desta sambil tersenyum.
"Oh," sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Gak terasa, hari sudah malam, tamu yang berdatangan pun telah tiada, hanya beberapa saja yang ada, membantu beres-beres.
"Khalisa, Desta makan dulu yah! pasti lapar," sahut Bunda Maryam.
"Iya Bunda," sahut Khalisa dan Desta bersamaan.
"Ya Allah, kompak banget pengantin baru, semoga kekompakan kalian sampai akhir hayat yah!" sahut Bunda Maryam.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" tanya Desta menarik tangan Khalisa.
"Ngambil makan Ka, buat Kakak juga," sahut Khalisa.
"Kamu duduk aja disini yah, biar aku yang ambilin," sahut Desta.
"Makasih ya Kak," sahut Khalisa.
Desta membawa sepiring nasi, dan Khalisa terkejut, kenapa bawanya hanya sepiring.
"Kak, kok bawa sepiring?" tanya Khalisa.
"Sengaja, biar kita makan sepiring berdua aja yah!" Desta langsung menyuapi Khalisa. Khalisa tersenyum dan mau disuapi oleh Desta.
"Kak, emang Kakak kenyang?" tanya Khalisa.
"Kenyang kok, karena dari suapan tangan seorang istri pasti kenyang." Sahut Desta.
"He-he-he," Khalisa tersenyum malu.
"Wah, wah romantis banget sih pengantin baru, Desta besok kamu ajak Khalisa kerumah baru kamu yah!" sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, pasti." Sahut Desta.
"Umi, udah makan belum? mau Khalisa ambilin?" sahut Khalisa.
"Gak usah Nak, kamu lanjut aja makan, tadi Umi sudah makan kok." Sahut Umi Sarah.
Setelah makan dengan Desta, Khalisa pamit ke kamar, karena sudah tidak betah dengan gaun yang Khalisa pakai. Sedangkan Desta masih ikut bergadang dengan Bapak-bapak lainnya.
"Kamu gak tidur Nak? kan malam pertama, masa kamu ikut bergadang sih?" tanya Ayah Umar.
"Kasihan Khalisa Abi, Ayah, masa udah ngajakin malam pertama aja, ha-ha-ha." Sahut Desta.
"Udah bilang sama Khalisa belum?" tanya Abi Mahmud.
"Sudah kok Abi," jawab Desta.
🍁🍁🍁
Desta dan Bapak-bapak yang lainnya begadang, sedangkan Khalisa sudah tertidur lelap. Begitu juga dengan Bunda Maryam dan Umi Sarah.
Keesokan paginya, Khalisa melihat Desta sedang tidur di shofa begitu juga dengan Bapak-bapak lainnya. Khalisa membangunkan Desta, karena merasa tidak tega dengannya, sedangkan Umi Sarah dan Bunda Maryam sibuk dengan yang lainnya.
"Kak, Kakak.." Khalisa membangunkan Desta.
"Hmm.. Astaghfirlullah maaf Lis, aku ketiduran," sahut Desta.
"Gak apa-apa Kak, masuk kekamar aja Ka, jangan disini!" perintah Khalisa.
"Alhamdulillah, ya Allah istriku perhatian." Sahut Desta.
"Kakak mau makan dulu, atau mau istirahat?" tanya Khalisa.
"Kakak istirahat dulu yah! nanti kita kerumah baru kita." Sahut Desta.
__ADS_1
"Gak usah dipikirkan Kak, yang penting Kakak istirahat dulu aja!" sahut Khalisa tersenyum.
"Iya istriku sayang," sahut Desta.
🍁🍁🍁
Akhirnya Desta pindah ke kamar Khalisa dan melanjutkan tidur kembali, kamar Khalisa masih harum bunga-bunga pengantin. Khalisa ke dapur membantu membereskan kado-kado yang masih terbungkus.
"Suami kamu masih tidur Lis?" tanya Mirna.
"Masih Mba, semalam bergadang." Sahut Khalisa.
"Lho, belum malam pertama dong?" Mirna meledek Khalisa.
"Apaan sih Mba, aku kan malu, he-he." Sahut Khalisa tersenyum.
"Kenapa harus malu? kan wajar pengantin baru harus ngelakuin malam pertama." Sahut Mirna.
"Gak malam ini juga Mba, nanti-nanti aja!" sahut Khalisa.
"Gak boleh gitu Dek, kewajiban istri melayani suami." Sahut Mirna.
"Tahu Mba, udah ah Mba! lagian Ka Desta pasti capek," Sahut Khalisa.
"Ha-ha-ha, ada-ada saja kamu Dek," Mirna tertawa.
"Neng, Desta kemana?" tanya Umi Sarah.
"Tidur Mi, soalnya semalam habis begadang," sahut Khalisa.
"Begadang? jadi belum belah duren sama kamu? gimana sih Desta?" sahut Umi Sarah. Khalisa hanya tersenyum malu, dengan raut wajah memerah.
"Mba, kok tertawa terus sih? aku kan malu." Khalisa berbisik ke Mba Mirna.
"Belah duren Dek," sahut Mba Mirna sambil meledek kembali ke Khalisa.
"Cukup Mba, ikh.." Sahut Khalisa.
Ya Allah, aku kok jadi ngeri ya.
"Bapak sama anak sama aja, masih tidur aja! Neng, bangunin aja Desta, suruh lihat rumahnya!" perintah Umi Sarah.
"Gak enak Umi, Khalisa gak tega membangunkannya." Sahut Khalisa.
"Kenapa gak enak? kan kamu istrinya, biar Umi deh yang bangunin!" sahut Umi Sarah.
"Kenapa besan?" tanya Bunda Maryam.
"Desta, jam segini masih tidur aja! kan mau lihat rumah barunya, malah tidur, belum belah duren lagi si Desta, gimana mau cepat punya anak," sahut Umi Sarah.
"Ha-ha-ha, bisa aja besan saya ini, mungkin capek, kan Desta kata Khalisa habis begadang, maklum besan." Jawab Bunda Maryam.
"Waktu saya dulu sama Abi Mahmud, saya langsung kok," sahut Umi Sarah.
"Ha-ha, ya sudah biarkan dulu besan Desta istirahat, kasihan." Sahut Bunda Maryam.
__ADS_1
"Desta itu, kalau gak dibangunin bisa sampai sore, udah tenang aja ya besan!" sahut Umi Sarah.
Bersambung...