
"Benar juga Lis, gue kan juga ingin kaya Lo Lis, tapi kalau dari keluarganya Kak Edwin kaya gitu, fanatik sama islam, gue ikutin," sahut Syifa dalam chat.
"Iya, jangan berharap mau yang kita inginkan Fa, mau gimana pun kita nikah, yang penting di mata Agama kita sah, jalanin aja dengan ikhlas gimana pun jadinya, oke!" sahut Khalisa.
"Iya Lis, makasih ya motivasinya buat gue, lo baik banget sih," sahut Syifa.
"Sesama teman harus sama-sama mengingatkan," sahut Khalisa, sambil menyudahi chatan dengan Syifa.
🍁🍁🍁
"Khalisa, maaf Mba habis tidurin Dewa, dia rewel banget," sahut Mba Mirna yang tiba-tiba duduk dan menyapa Khalisa.
"Iya Mba, gak apa-apa kok, Khalisa hamil Mba, bantu Khalisa ya Mba, yang Khalisa gak mengerti, mau nanya Bunda, Bunda kan sibuk sama urusan ngaji," sahut Khalisa.
"Iya, kalau ada apa-apa, bilang yah, pasti Mba kasih tahu, pokoknya Mba doakan kamu dan kandungan baik-baik aja, jangan banyak pikiran dan terlalu capek yah," sahut Mba Mirna.
"Iya Mba, tadinya mau pakai alat tes kehamilan, tapi Khalisa gak ngerti, langsung aja ke Dokter," sahut Khalisa.
"Bagus itu, kamu jangan banyak minum susu hamil deh, nanti malah gede di dalam, boleh minum, tapi jangan keseringan, yang penting sayuran itu wajib kamu makan," sahut Mba Mirna.
"Serius Mba? kalau gede di dalam kenapa?" tanya Khalisa.
"Pokoknya jangan aja, kamu mau di caesar? lebih baik itu melahirkan secara normal, jadi benar-benar jadi Ibu, biaya sesar juga lumayan mahal Lis," sahut Mba Mirna.
"Oke deh Mba, makasih yah, buat pelajaran Khalisa, Khalisa berdoa akan baik-baik aja Mba," sahut Khalisa.
"Kamu juga harus rajin salat, ngaji, salat Tahajud, minta dilancarkan semua," sahut Mba Mirna.
"Iya Mba, Khalisa gak lupa kok," sahut Khalisa.
"Wah, ini makanan banyak banget Lis," sahut Mba Mirna.
"Iya Mba, sengaja aku beli cemilan banyak, sama susu buat Raja sama Dewa," sahut Khalisa.
"Aduh, kamu repot-repot banget Lis," sahut Mba Mirna.
"Gak apa-apa kok Mba, kita saling berbagi, aku tahu di sini pasti gak ada cemilan, he-he," sahut Khalisa.
"Kamu tahu aja, Mba gak pernah ke supermarket, kalau Dewa atau Raja jajan, beli aja di warung, ia bakal senang banget ini Lis," sahut Mba Mirna.
"Wah, makanan siapa yang? banyak banget," sahut Suaminya Mba Mirna.
"Kamu ambil-ambil aja sih? izin dulu sama yang punya tuh! punya Khalisa," sahut Mba Mirna.
"Oh, ini semua punya kamu Lis? Mas minta yah," sahut Suami Mba Mirna.
"Gak usah izin, makan aja Mas, Khalisa ke kamar dulu yah, aduh kok mual gini yah, huek- huek- huek," Khalisa berlari ke dapur.
"Aduh aku jadi enek, dengar Khalisa muntah," sahut Suaminya Mba Mirna.
__ADS_1
"Ha-ha-ha, lagian rakus sih, sana di kamar," sahut Mirna.
🍁🍁🍁
"Mba, Mas, maafin Khalisa yah, mau Khalisa tahan tapi gak kuat," sahut Khalisa.
"Iya, gak apa-apa Lis, sini Mba olesin minyak kayu putih," sahut Mba Mirna.
"Khalisa hamil?" tanya suaminya Mba Mirna.
"Iya Mas," sahut Khalisa.
"Selamat yah, Dek, Mas ke kamar yah," sahut Suaminya Mba Mirna.
"Iya sana Mas!" perintah Mba Mirna.
"Khalisa, minta satu lagi yah," sahut Suaminya Mba Mirna.
"Dasar rakus!" sahut Mba Mirna.
"Gak apa-apa Mba, kan emang buat dimakan kok," sahut Khalisa.
"Maaf ya Lis," sahut Mba Mirna.
"Ngapain minta maaf Mba, gak apa-apa," sahut Khalisa.
"Kenapa Khalisa?" tanya Ayah Umar,
"Sabar ya Nak," sahut Ayah Umar.
"Iya yah," sahut Khalisa.
"Bunda mana? sepi banget," tanya Ayah Umar.
"Mungkin udah tidur yah, Bang Joni udah di kamarnya yah?" tanya Khalisa.
"Sudah kok, asyik itu orangnya," sahut Ayah Umar.
"Siapa sih Bang Joni?" tanya Mba Mirna.
"Bodyguard aku Mba, buat jaga aku," sahut Khalisa.
"Suruh Desta yah, keren sekali Desta tuh, nyewa bodyguard segala, sayang banget tuh sama kamu, emang kapan pulang?" tanya Mba Mirna.
"Seminggu lagi Mba," sahut Khalisa.
"Kamu yang sabar, dukung suami terus, doakan yang terbaik yah Nak, Ayah ke kamar dulu yah," sahut Ayah Umar.
"Iya yah, Ayah gak mau bawa cemilan nih!" sahut Khalisa.
__ADS_1
"Cemilan apa? ah, makanan bocah, gak mau ah," sahut Ayah Umar tersenyum.
"Kamu orang tua dikasih ginian mana mau, kamu masih mual gak?" tanya Mba Mirna.
"Ya kali Mba, Alhamdulillah enggak Mba, makasih ya Mba, udah dipijat," sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Tiba-tiba Desta video call Khalisa, Desta tersenyum dan sangat rindu dengan Khalisa.
"Mba, Suami aku video call, sebentar yah," sahut Khalisa.
"Iya gak apa-apa, Mba juga ngantuk, Mba duluan tidur yah," sahut Mba Mirna.
"Iya Mba," sahut Khalisa.
"Assalamu'alaikum, istriku, dedekku, maaf sayang aku baru bisa video call kamu, nih aku berantakan banget, ha-ha-ha," sahut Desta dalam Video call.
"Wa'alaikumsalam, Suamiku, iya gak apa-apa Kak, aku tadi habis muntah lagi mual," sahut Khalisa.
"Sakit gak sayang? tapi tadi kamu dikasih obat mual gak sama Dokter? kamu periksa ke rumah sakit mana?" tanya Desta.
"Rumah sakit Ananda, tadi sama Bunda, ada kok Kak obatnya lengkap, seminggu lagi aku akan USG Kak, Kakak udah pulang kan? cepat dong Kak pulang," minta Khalisa dengan raut wajah sedih.
"Iya sayang, nanti aku secepatnya pulang, soalnya kerjaan aku banyak di sini sayang, Ya Allah rasanya aku ingin meluk kamu, sama cium dede yang ada di perut kamu, sini aku mau ngomong sayang," sahut Desta.
"Iya Kak, sedih aku Kak," sahut Khalisa sambil mengelus perutnya.
"Dede sayang, maafin Papah yah Nak, belum bisa pulang dan cium kamu, jangan bikin Mamah sakit dan mual yah Nak, bantu Mamah biar kuat, Papah sayang banget sama kamu dan Mamah, Papah menunggu kehadiranmu di dunia sayang, mmmuachh, kalau aku pulang, kita USG sama aku ya sayang, kok kamu nangis? jangan nangis dong ah, jangan nangis sayang," sahut Desta.
"Hiks-hiks-hiks, aku kangen sama Kakak, aku cengeng ya Kak," sahut Khalisa.
"Udah, udah, jangan nangis sayang, aku gak bisa meluk kamu, hapus air mata kamu, jangan bikin aku merasa bersalah ninggalin kamu, kalau lihat kamu nangis aku gak kuat sayang, ingin meluk rasanya, udah yah, coba aku mau lihat kamu senyum," sahut Desta.
"Hmmm, maafin aku ya kak, besok aku mau ke rumah Umi Kak," sahut Khalisa.
"Masya Allah, senyumnya istriku indah banget, iya sayang, pasti Umi senang banget sayang, karena kamu udah hadiahin ia seorang cucu, kamu udah minum susunya belum?" tanya Desta.
"Udah Kak, tapi kata Mba Mirna jangan keseringan minum susu, nanti gede di dalam Kak, takut sesar," sahut Khalisa.
"Sayang, dengarin aku yah, semua itu kehendak Allah, gak ada hubungan sama susu, mau sesar atau pun normal yang penting kamu dan dede sehat, lancar, gak kekurangan dan kelebihan, tapi cukup sayang, serahin semua sama Allah yah, pokoknya harus diminum!" sahut Desta.
"Iya Kak, iya, aku kan minta pendapat aja," sahut Khalisa.
"Iya sayang, gemes aku," sahut Desta.
__ADS_1
Bersambung..
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰