
"Sayang, kamu udah bangun?" tanya Khalisa.
"Udah dong!" sahut Desta tersenyum.
"Rambut kamu diapain sih? udah ganteng sayangku." Sahut Khalisa.
"Kayanya aku harus potong rambut deh, kalau udah selesai acara, kamu gak ikut juga gak apa-apa kok!" sahut Desta.
"Gak usah potong sayang, cukup kaya gini aja, bentar aku bikin model yah, he-he-he." Sahut Khalisa sambil tersenyum.
"Kamu apain rambut aku sayang?" tanya Desta pasrah.
"Udah, kamu diam dulu! aku foto, nanti aku kasih lihat kamu!" minta Khalisa.
"Ini fotonya sayang! ha-ha-ha." Sahut Khalisa tertawa terbahak-bahak.
"Ih, awas yah! aku dibuat culun! cium nih!" Desta langsung memeluk Khalisa dan mencium Khalisa.
"Udah, sayang, udah! sekarang kamu keluar yah, di suruh Umi bantuin Pak Jamal dan yang lain angkat bangku!" minta Khalisa.
"Emang semua udah pada bangun?" tanya Desta.
"Udah, Umi, Bunda, Mba Mirna, sama Bi Aning malam begadang sayang, aku jadi gak enak gak ikut bantuin!" sahut Khalisa.
"Mereka begadang?" tanya Desta.
"Iya sayang, aku jadi gak enak tahu." Sahut Desta.
"Ya udah, sayang jangan dipikirin, kan mereka tahu, kamu capek, lagi hamil, ya udah, aku mau keluar dulu!" sahut Desta.
"Sayang sekalian aku bikinin susu yah!" sahut Khalisa.
"Iya sayang, ayo!" ajak Desta menuntun tangan Khalisa.
Desta dan Khalisa keluar bersamaan. Desta menggandeng tangan Khalisa sambil pelan-pelan jalan ke dapur. Khalisa langsung membuatkan susu hangat untuk Desta.
__ADS_1
"Hallo, Bun." Sapa Desta.
"Hallo, Nak Desta, kamu sudah bangun Nak." Jawab Bunda Maryam.
"Yang lain pada kemana Bun? katanya pada begadang ya Bun, maafin Desta sama Khalisa ya Bun, gak bisa bantuin malam, sampe udah rapi gini." Sahut Desta sambil memakan roti dan minum susu hangat buatan Khalisa.
"Iya, Nak, gak apa-apa, kalau Bunda sama yang lain kan udah biasa begadang buat acara kaya gini, kalau kalian berdua belum biasa! kalau gak begadang, gak akan kelar nanti, acara aja jam satu kan." Sahut Bunda Maryam.
"Iya sih, Bun, makasih ya Bun, Bunda gak mau roti sama susu? sayang, buatin Bunda!" Sahut Desta.
"Bunda udah makan roti sama teh, Nak." Sahut Bunda Maryam.
"Mba Mirna belum turun Bun?" tanya Khalisa.
"Belum, lagi mandiin Anaknya kali, Anaknya kalau bangun pada siang, ikutin Emak sama Bapaknya." Sahut Bunda Maryam.
"Terus gak salat dong Bun!" sahut Desta.
"Gak tahu Bunda, gak ngurusin dia Nak, sekarang kan udah gak serumah sama Mirna lagi." Sahut Bunda Maryam.
Gak lama, Umi Sarah datang. Umi Sarah menyuruh Desta beres-beres dan angkat bangku di depan. Desta tidak bisa membantah perintah Umi Sarah.
"Sebentar Umi, Desta baru aja sarapan!" sahut Desta.
"Ya udah, habis sarapan kamu cepat bantu yang lain! kamu tahu gak, Umi, Mertua kamu, sama Mba Mirna, Bi Aning, begadang buat kamu, jadi, jangan bikin kesal Umi." Sahut Umi Sarah.
"Siapa yang bikin kesal Umi cantik, ya udah, nih, Desta langsung ke depan!" sahut Desta mencium pipi Umi Sarah.
"Desta! sekalian telepon Abi, mau jam berapa datang." Minta Umi Sarah.
"Iya Umi, nanti Desta telepon!" sahut Desta.
"Umi, pake handphone Khalisa aja! kan Kak Desta mau bantuin yang lain!" saran Khalisa.
"Oh, ya udah, mana handphone kamu! handphone Umi di kamar soalnya." Sahut Umi Sarah.
"Ini Umi." Khalisa memberikan handphonenya pada Umi Sarah.
__ADS_1
Umi Sarah langsung menghubungi Abi Mahmud. Ternyata Abi Mahmud sedang di jalan arah ke rumah Khalisa bersama dengan Ayah Umar.
"Assalamu'alaikum." Salam Abi Mahmud.
"Wa'alaikumsalam, ada apa Umi?" tanya Abi Mahmud.
"Abi sekarang di mana? kapan mau datang? datang cepat! bantu-bantu di sini!" minta Umi Sarah.
"Iya Umi, ini lagi jalan arah rumah Khalisa, Abi sudah bersama Ayah Umar." Jawab Abi Mahmud.
"Oh, ya Abi, hati-hati yah! Umi kira, Abi belum jalan ke sini, mangkanya Umi telepon." Sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, gak mungkin lah, Abi gak datang, ya udah yah, Abi masih di jalan bahaya! Assalamu'alaikum." Sahut Abi Mahmud.
"Wa'alaikumsalam, Abi." Sahut Umi Sarah.
"Gimana Umi?" tanya Khalisa.
"Lagi di jalan arah sini!" sahut Umi Sarah.
"Alhamdulillah, kalau gitu!" sahut Khalisa.
"Sama Ayah Umar kan Umi?" tanya Bunda Maryam.
"Iya, sama Ayah Umar, Besan." Sahut Umi Sarah.
Gak lama, Mirna dan Anak-anaknya turun tangga. Mirna menyuruh Anaknya agar tidak bandel dan diam. Umi memberi roti pada Raja dan Dewa. Raja dan Dewa langsung bermain di dekat halaman depan dan berjanji tidak akan main di dekat kolam renang lagi. Raja dan Dewa bermain mobil-mobilan yang Desta berikan.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1
- Cinta Gadis Bisu