
"Benar? gak usah selamatan lagi!" minta Khalisa.
"Iya sayang, aku heran, orang tua gak pernah mau mengerti yah!" sahut Desta.
"Iya, selalu egois, aku minta nanti, kalau Anak kita sudah besar, jangan seperti mereka ya sayang." Minta Khalisa.
"Enggak dong sayang, udah ah, jangan cemberut lagi yah!" minta Desta.
"Enggak sayang, mending uangnya kita buat beli peralatan bayi aja ya sayang, pasti banyak yang harus kita persiapin nanti!" sahut Khalisa.
"Itu udah pasti sayang." Sahut Desta.
☀☀☀☀
Desta dan Khalisa akhirnya sampai rumah. Mereka seperti biasa mandi, ganti pakaian, dan langsung salat Isya bersama. Karena kamar mereka pindah ke bawah, jadi mereka tidak salat di ruang salat di atas, mereka salat berjamaah bersama di kamar. Setelah selesai salat dan berdoa, Khalisa mencium tangan Desta. Desta menyuruh Khalisa tiduran dipangkuan Desta.
"Sini sayang? kamu ngantuk yah?" tanya Desta memegang kepala Khalisa dan pipi Khalisa.
"Iya sayang, aku tiduran sini yah!" minta Khalisa.
"Iya sayang sini-sini!" ajak Desta sambil memegang dan memijat kepala Khalisa.
"Biar aku pijat yah, kamu bobo aja! yang tadi, kamu jangan dipikirin ya sayang." Sahut Desta.
"Aku jadi gak enak sama kamu, gara-gara kelakuan Bunda tadi!" sahut Khalisa.
"Aku ngerti kok sayang, wajar Bunda marah, saking senangnya punya cucu, dia ingin ngerasain acara buat selamatan si kembar, hanya cara mereka salah sayang, harusnya, Umi dan Bunda itu mengerti, di mana kita selamatan itu, yang terpenting doa, tapi mereka gak mikir ke situ sayang." Sahut Desta.
"Iya sayang, aku gak ngerti sama mereka." Sahut Khalisa sambil memejamkan matanya, karena keasyikan dipijat.
"Sayang, enak gak pijatan aku?" tanya Desta dan melihat Khalisa sudah tertidur lelap.
Ya Allah, kasihan istriku, kayanya kecapean banget, maafin keluarga aku ya sayang, kalau terlalu egois.
Gak lama, Khalisa terbangun, Khalisa meminta maaf karena ketiduran dan keenakan dipijat Desta. Khalisa bangun dan mencium pipi Desta.
"Sayang, maafin aku yah, aku ngantuk banget." Sahut Khalisa langsung bangun.
"Hey, sayang, udah! udah! kok bangun? gak apa-apa sini! kalau masih pusing, aku pijat!" sahut Desta.
"Udah enggak sayang, maaf yah! he-he." Sahut Khalisa.
"Sayang, aku mau ngerjain tugas kantor dulu sebentar, gak apa-apa yah!" minta Desta.
"Gak apa-apa sayang, mau ganti bajunya dulu gak?" tanya Khalisa.
__ADS_1
"Enggak sayang, kaya gini aja deh, nanti kemalaman, e-mail harus cepat terkirim." Jawab Desta.
"Ya udah, aku bikinin jus yah, biar gak ngantuk!" sahut Khalisa.
"Boleh tuh, jus tomat aja sayang." Sahut Khalisa.
"Oke, nanti aku bikinin ya sayang." Jawab Khalisa.
"Kamu kuat ke dapur? kalau gak kuat, Bi Aning aja yang bikinin!" sahut Desta.
"Jangan, masa orang lain, aku kuat kok sayang, kan kalau yang bikin, jadi bikin kamu semangat! he-he." Jawab Khalisa sambil tertawa.
"Sekarang istri aku pintar gombal yah, sini sun dulu ah!" minta Desta sambil tersenyum.
☀☀☀☀
Khalisa membuatkan jus tomat untuk Desta. Setelah selesai, Khalisa membawa ke ruang kerja Desta dengan senyuman dan salam.
"Assalamu'alaikum, Jus tomat datang suamiku, he-he." Salam Khalisa dan tertawa dengan manisnya membawakan Desta jus tomat.
"Wa'alaikumsalam, istriku yang sangat cantik, wah, segar banget nih, bikin aku semangat aja nih!" sahut Desta.
"Iya dong, spesial buat suami tercinta." Jawab Khalisa tersenyum.
"Makasih yah, istriku sayang, aku makin sayang banget setiap hari sama kamu, mmmm... enak sayang." Sahut Desta tersenyum sambil mengerjakan tugas.
"Sayang, kamu bobo aja gih, aku gak mau kamu nungguin aku jadi ngantuk dan kecapean, nanti aku nyusul sayang." Sahut Desta.
"Gak mau ah, aku mau temanin kamu, kamu kerjain aja, biar kamu semangat!" sahut Khalisa.
"Ya, udah, sabar ya sayangku, sebentar lagi nih!" sahut Desta tersenyum sambil meminum jus buatan Khalisa.
"Iya sayang, gak apa-apa, aku tunggu di sini! sayang," sahut dan panggil Khalisa lembut.
"Iya sayang, kenapa?" tanya Desta.
"Sayang, kamu gak akan pergi keluar kota lagi kan? aku takut di tinggal kamu seperti waktu itu, aku rasanya hampa gak ada kamu." Sahut Khalisa.
"Insya Allah, enggak sayang, lagian istriku aku dua bulan lagi melahirkan, masa aku tinggalin, kenapa kamu bisa mikir aku akan ke luar kota lagi sayang?" tanya Desta.
"Aku takut aja, masa aku ngelahirin gak ada kamu, meskipun kamu pergi hanya seminggu, aku gak bisa jauh sayang." Jawab Khalisa.
"Enggak sayangku, jangan mikir yang enggak-enggak yah!" minta Desta tersenyum.
"Pokoknya, kalau kamu sampai ada project lagi di luar kota, aku ikut!" minta Khalisa.
__ADS_1
"Enggak sayang, iya, nanti kamu ikut deh, kalau ada project di luar kota, biar kita bisa dekat terus." Jawab Desta.
"Emang boleh?" tanya Khalisa.
"Boleh sayang, uang kan uang aku ini, bukan uang orang lain." Sahut Desta.
"Kenapa waktu itu, kamu gak ajak aku?" tanya Khalisa.
"Kirain aku kamu gak mau ikut! ha-ha-ha." Sahut Desta.
"Jahat!" sahut Khalisa.
"Kok, jahat sih, enggak sayang. ya udah, nanti kamu ikut kalau ke luar kota, jangan cemberut dong!" minta Desta.
"Hmmm..." Khalisa tersenyum.
"Nah, gitu dong!" sahut Desta.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Bunda, Bunda masih kesal dengan Khalisa dan Desta. Ayah Umar datang dan menasehati Bunda Maryam. Tapi Bunda Maryam tetap tidak mau diajak diskusi.
"Bun, kok Bunda kaya gitu tadi? gak enak sama Desta." Sahut Ayah Umar.
"Dia tega sama Bunda, Khalisa dan Desta lebih mementingkan Mertuanya itu dibanding perasaan Bunda, apa salahnya sih Yah, gantian selamatan di sini, tapi Desta sama Khalisa mau selamatan di rumahnya, alasan biar gak saling iri, Umi Sarah enak sudah ngerasain acara selamatan cucu kita, Bunda apa? Bunda gak ngerasain sama sekali, gak adil dong Yah!" minta Bunda Maryam.
"Bun, mereka gak seperti itu, mereka hanya tidak ingin ada keributan aja, mangkanya dia gak milih di rumah Umi atau Bunda, mereka mikir, ah, di rumah sendiri aja, biar tidak ribut." Sahut Ayah Umar.
"Ayah, stop belain mereka, egois tahu gak Umi itu, gak boleh lihat kita bahagia, kaya cemburu gitu!" sahut Bunda Maryam.
"Astaghfirullah, Bunda jangan Suhuzon dulu ah, gak baik Bunda." Sahut Ayah Umar.
"Stop Ayah, Bunda pusing berdebat, Ayah itu gak bela Bunda, tapi bela mereka!" sahut Bunda Maryam.
"Bukan bela siapa-siapa, Bunda gak kasihan sama Khalisa dan Desta?" tanya Ayah Umar.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1