Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 106


__ADS_3

Akhirnya, Khalisa, Desta dan Bang Joni sampai di rumah Bunda Maryam. Bunda Maryam, Ayah Umar sangat senang mereka datang. Tetangga yang suka julid membicarakan Khalisa, melirik dan iri dan melongo melihat Khalisa dan Desta.


"Assalamu'alaikum," salam Desta dan Khalisa.


"Wa'alaikumsalam, eh Khalisa dan Desta, kok gak ngabarin kalau mau ke sini?" tanya Bunda Maryam.


"Biar kejutan aja Bun," sahut Khalisa.


"Masuk! masuk!" suruh Ayah Umar.


"Kok sepi Bun, Mba Mirna kemana?" tanya Khalisa.


"Biasa, jalan-jalan sama suami dan anaknya, Desta gimana? udah sembuh?" sahut Bunda Maryam sambil menanyakan kabar Desta.


"Alhamdulillah, Bun, udah mulai kering lukanya, berkat Khalisa yang selalu rajin mengobati luka saya," sahut Desta tersenyum.


"Syukur Alhamdulillah," sahut Bunda Maryam.


"Gimana kabar Umi dan Abi kamu? sehat?" tanya Ayah Umar.


"Hmm... Alhamdulillah, sehat yah," sahut Desta agak sedikit gugup.


🌷🌷🌷🌷


Desta langsung mendekati Ayah Umar dan Bunda Maryam. Desta meminta izin untuk membawa Khalisa ke Bali, agar tidak khawatir, Desta menyakinkan Ayah Umar dan Bunda Maryam, kalau Desta bisa menjaga Khalisa.


"Ayah, Bunda, Desta mau minta izin untuk membawa Khalisa ke Bali, dan selamanya tinggal di sana, soalnya Desta pindah perusahaan, gak mungkin Desta tinggalin Khalisa, mau-mau gak mau Khalisa harus ikut dengan saya, kalau Ayah dan Bunda setuju.


"Jauh banget, Bunda gak bisa ngelarang kalian, karena kalian yang sudah berumah tangga, Khalisa istri Desta, maka istri harus ikut suami, istri harus menuruti suami pergi, meskipun Bunda agak berat." Sahut Bunda Maryam.


"Ayah sih, setuju aja, gimana baiknya kalian, yang penting kalian bahagia, rukun, saling sayang, gitu aja pesan Ayah," sahut Ayah Umar.


"Alhamdulillah, saya janji Bun, Ayah, saya akan menjaga Khalisa dengan baik, saya akan selalu bertanggung jawab pada Khalisa, karena saya sangat mencintai dia!" sahut Desta tersenyum.


"Maafin Khalisa ya Bun, Yah, Khalisa gak bisa membantah suami, tapi insya Allah, Khalisa akan sering main ke sini, gak akan pernah lupa sama Bunda dan Ayah," sahut Khalisa.


"Iya, Nak, jaga diri kalian baik-baik, kalau sudah sampai kabar-kabarin yah! apa Umi dan Abi kalian sudah tahu?" tanya Bunda Maryam.


"Sudah, mereka sudah saya kasih tahu Bun," sahut Desta.

__ADS_1


"Iya, jangan sampai kalian tidak memberi tahu, nanti mereka ke sini, yang ada marah-marah," sahut Bunda Maryam.


"Sudah, kok Bun," sahut Desta.


"Syukur Alhamdulillah, kalau begitu," sahut Bunda Maryam.


🌷🌷🌷🌷


Setelah lama mengobrol, Khalisa dan Desta pamit pulang, mereka berangkat ke rumah Syifa, tapi Syifa tidak ada di rumahnya. Terpaksa Khalisa menghubunginya dan kembali berangkat ke polsek untuk menemui Yuda. Akhirnya, Syifa mengangkat telepon Khalisa. Syifa marah dan kesal Khalisa tidak bisa menghadiri.


"Assalamu'alaikum, salam Khalisa.


"Wa'alaikumsalam, ada apa Lis, kok lo telepon gue? kata Nyokap lo ke rumah gue yah? gue lagi jalan sama Dokter Ari, maaf ya Lis!" sahut Syifa.


"Gak apa-apa, gue mau ngomong sama lo Fa, kalau gue akan tinggal di Bali selamanya, gue kayanya gak bisa menghadiri pernikahan lo deh!" sahut Khalisa.


"Kok gitu? kenapa Lis?" tanya Syifa.


"Gue ikutin suami gue, gue mau menghindari Umi Sarah, supaya dia sadar, soalnya dia gak pernah sadar Fa, mangkanya, sementara gue sama Desta pindah di Bali." Sahut Khalisa.


"Ah... lo jahat! masa pernikahan sahabat lo sendiri gak mau datangin? tau ah... lo kan bisa dari Bali datang sementara nginap di sini atau mana kek, lo tega! kalau lo gak datang, gue bakal marah besar, lo tega ninggalin sahabat lo sendiri!" sahut Syifa kesal.


"Bukan gitu Fa, lo harus ngerti posisi gue!" sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Syifa akhirnya menutup teleponnya dengan sangat kesal. Khalisa langsung sedih dan bingung dan menyuruh Desta membatalkan untuk pindah ke Bali.


"Sayang, kita batal aja deh, gak usah pindah ke Bali, kita hadapin semua masalah ini, kalau Umi datang, kita gak usah maafin, kalau dia minta maaf, ya gimana kek, kita menghindar gak usah ketemu, Syifa marah nih, sama aku! kita gak usah lari dari masalah, tapi kita hadapin!" minta Khalisa.


"Kok gitu? cuma gara-gara Syifa kamu batalin, gak bisa, kita harus berangkat! kamu nurut! kamu mau Umi misahin kita? kamu mau sayang?" tanya Desta.


"Iya, tapi kita caranya salah, kita udah bohongin orang tua, kalau tiba-tiba Umi datang ke rumah Bunda gimana? Bunda bakal marah besar kalau kita sampai bohong, Kak, aku mohon batalin aja yah! kita hadapin bersama setiap ada masalah, bukan lari, kita bukan anak kecil lagi, yang marah sama orang tua, kita kabur, sama aja kita dosa dan salah.


"Tahu deh, pusing aku!" sahut Desta kesal dan cemberut.


"Kok jawabannya gitu sih? ngeselin banget!" sahut Khalisa.


"Bang, gak usah ke polsek, kita pulang aja!" minta Desta kesal.

__ADS_1


"Sayang, ihhh... kok gitu sih? kamu marah sama aku? ya, udah!" sahut Khalisa cemberut.


Waduh, kalau mereka marahan begini, kenapa gue yang jadi gak enak ya. Mudah-mudahan gak lama deh, emang bingung sih, kalau ada di posisi mereka. Umi sih, gara-garanya.


🌷🌷🌷🌷


Akhirnya, mereka sampai rumah. Desta hanya diam pada Khalisa sambil cemberut. Khalisa berusaha mencoba menegurnya.


"Sayang, kenapa sih? kamu kok cuekin aku?" tanya Khalisa.


"Kamu pikir aja sendiri!" sahut Desta.


"Kamu marah? gara-gara aku bilang gak jadi pindah? kamu gak ngerti aku sayang, aku cuma gak mau kita menghindar, aku mau kita sama-sama hadapin!" sahut Khalisa.


"Kamu mikir gak sih? aku tuh kaya begini, hanya ingin Umi sadar! bukan menghindar, kita bohong demi kebaikan, biar Umi ngerasain gimana rasanya di tinggal anak, supaya dia sadar gak datang minta maaf atau apa, ngerti gak sih? kamu sahabat kaya gitu aja langsung nurut, itu namanya bukan sahabat kalau gak ngertiin." Sahut Desta kesal.


"Sayang, bukan itu maksud aku! kok kamu bentak-bentak aku sih! hiks-hiks," sahut Khalisa langsung menangis.


"Bukan gitu sayang, hey, kok nangis? tuh, kan kamu ingkar janji, katanya kita gak boleh nangis, kamu sendiri nangis, maafin aku, sini!" sahut Desta menarik Khalisa.


"Lepasin!" sahut Khalisa.


"Enggak!" sahut Desta.


"Lepasin Kak!" sahut Khalisa.


"Enggak!" Desta langsung memeluk Khalisa.


"Maafin aku sayang, tadi udah cuekin kamu, habis aku kesal sama kamu, kamu mentingin teman dari pada aku, ya, udah, kamu mau batalin? oke, kita batalin, tuh, kan jangan marah dong!" minta Desta.


"Gak tahu, aku bingung!" sahut Khalisa.


"Sayang, jangan marah, ya, udah, aku nurut deh, kita tetap di sini, aku gak akan maksa kamu lagi! cuma aku takut, kalau aku kerja, Umi berbuat aneh-aneh sama kamu," sahut Desta.


"Aku cuma gak mau keluarga aku dan kamu jadi ribut, andaikan kita pergi, Umi ke sini kita gak ada, aku yakin pasti datang ke rumah Bunda, Umi marah-marah sama Bunda, akhirnya kita ketahuan bohong, udah keluarga kita ribut, bikin Bunda kesal dan kecewa karena kebohongan kita, tambah lagi malu sama tetangga karena ada ribut-ribut, belum Syifa marah, itu yang aku pikirkan sayang, bukan aku gak nurut atau apa," sahut Khalisa.


"Iya, sayang, maafin aku yah, aku gak mikir ke situ, maafin aku udah cuekin kamu tadi, aku salah, maafin!" Desta tersenyum dan menunjukan kelingkingnya untuk minta maaf.


"Ya, udah, aku sedih kalau kamu cuekin aku kaya tadi, maafin aku juga!" sahut Khalisa.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2