
"Pak Jamal tolong di gembok lagi gerbangnya yah, Bang Joni, Pak Jamal titip Khalisa, kalau ada apa-apa, kabarin!" minta Desta.
"Siap Den!" sahut Pak Jamal dan Bang Joni.
"Pak Jamal, Bang Joni, saya masuk dulu yah!" sahut Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Bang Joni dan Pak Jamal.
"Kalau mau ngopi, atau sarapan, minta sama Bi Aning aja yah." Sahut Khalisa.
"Siap Neng, gampang." Jawab Bang Joni.
"Iya, gampang Neng." Jawab Pak Jamal.
"Neng, Bibi udah buatin jamu buat Neng Khalisa, ada di kulkas, kalau mau minum, Neng makan dulu yah!" sahut Bi Aning.
"Ya Allah, Bibi jadi ngerepotin yah? berapa Bi habisnya, belanja bahan?" tanya Khalisa.
"Cuma tiga puluh ribu aja Neng, tapi gak usah dibayar, Bibi Khusus bikinin buat Neng." Sahut Bi Aning.
"Bi, tiga puluh ribu juga uang, ini pegang!" Khalisa menggenggamkan uang ke tangannya Bi Aning, Khalisa memberi uang lima puluh ribu untuk Bi Aning.
"Neng, gak usah, ini kebanyakan juga, kan hanya tiga puluh." Sahut Bi Aning.
"Sisanya buat Bibi aja yah!" sahut Khalisa tersenyum.
"Ya Allah, Neng, benaran? makasih kalau gitu Neng." Sahut Bi Aning.
"Sama-sama, Bi." Sahut Khalisa tersenyum.
"Neng, sekarang mau masak apa? biar Bibi aja yang masakin, kan Neng lagi hamil, gak kuat kalau diri lama, Neng istirahat aja yah!" minta Bi Aning.
"Apa aja Bi, maaf aku gak bisa bantu Bibi yah, aku takut kram lagi, maaf banget Bi!" sahut Khalisa.
"Iya, Neng, gak apa-apa, Neng istirahat aja, nanti kalau masakan sudah matang, Bibi bilangin!" sahut Bi Aning.
"Iya Bi, makasih yah." Sahut Khalisa langsung menuju kamarnya.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah sakit, Dokter Ari sedang tersenyum menggendong putrinya. Besok Adhel sudah kembali pulang, Syifa tersenyum melihat Dokter Ari menggendong Anaknya.
"Wah, di gendong Papah yah Nak, senangnya." Sahut Syifa.
"Adhel udah sembuh Mah, besok pulang yah, Adhel gak betah Mamah, di sini yah," Sahut Dokter Ari sambil tersenyum dan mengajak Adhel berbicara.
__ADS_1
"Alhamdulillah, besok Adhel udah bisa pulang ya Mas, oh, iya, Khalisa katanya mau selamatan tujuh bulan hari minggu, Mas aja wakilin yah!" minta Syifa.
"Oh, gitu, ya udah, nanti aku datang Minggu, gak enak kalau sampai gak datang, mereka sudah banyak bantu kita." Sahut Dokter Ari.
"Iya Mas, benar, kita banyak berhutang budi sama mereka." Sahut Syifa.
☀☀☀☀
Di kediaman Bunda Maryam. Bunda Maryam membantu mempersiapkan semua keperluan untuk Khalisa. Mba Mirna datang untuk membantu Khalisa.
"Jadi minggu Mba selamatan Khalisa?" tanya Mba Mirna.
"Iya, di rumahnya, kamu nginap ya di rumah Khalisa, bantu-bantu!" Minta Bunda Maryam.
"Siap Mba, tapi Anak-anak gimana yah? bawa aja kali ya Mba!" sahut Mba Mirna.
"Bawa aja Mirna, tapi hati-hati, jangan sampai Anak-anak main pinggir kolam, bisa nyebur!" sahut Bunda Maryam.
"Iya Mba." Sahut Mba Mirna.
"Gimana suami kamu, sekarang?" tanya Bunda Maryam.
"Alhamdulillah, Mba, Mas Jono udah baikan kok, dia rajin bekerja, dan sayang sama Anak-anak." Sahut Mba Mirna.
"Syukur kalau gitu Mir, Mba senang senang dengarnya." Sahut Bunda Maryam.
"Mba, katanya temannya Khalisa gimana yang namanya Syifa Anaknya?" tanya Mba Mirna.
"Aamiin, deh, Mba." Sahut Mba Mirna.
Gak lama, Umi Sarah menghubungi Bunda Maryam. Umi Sarah dan Bunda Maryam sepakat untuk menginap di rumah Khalisa besok. Umi Sarah dan Bunda Maryam kompak untuk membantu Khalisa acara minggu.
Setelah menghubungi Bunda Maryam, Umi Sarah menghubungi Desta agar mengundang guru ngaji yang kemarin acara empat bulanan datang dan mengundang Ma'rawis.
Umi dan Bunda Maryam mengirim besek dan sayur-sayuran ke rumah Khalisa hari ini, agar besok tinggal memasak aja dan bungkus-bungkus. Khalisa kaget banyak daging sayuran dan besek-besek untuk besok dengan mobil bak. Khalisa menyuruh Bi Aning, Pak Jamal, dan Bang Joni mengangkat semua ke dalam rumah Khalisa.
"Assalamu'alaikum, Neng, sudah bangun?" tanya Bi Aning sambil mengetuk pintu.
"Sudah Bi, Bibi sudah masaknya?" tanya Khalisa.
"Sudah Neng, Bibi tadi gak berani bangunin Neng, itu karena ada supir sayuran datang Neng, katanya bawa sayur, buah, alat-alat buat acara minggu, orangnya ada di depan Neng." Sahut Bi Aning.
"Oh, suruh masuk aja Bi, mobilnya masukin! bantu aku yah, soalnya aku gak kuat bawa-bawa nya!" minta Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Bi Aning.
Khalisa melihat di mobil banyak sayuran, buah, beras, minyak, besek-besek. Khalisa bingung Umi sama Bunda mau ngundang berapa orang sampai banyak sekali.
__ADS_1
Ya Allah, banyak banget, kaya mau ngundang nikahan aja, mau ngundang berapa orang sih.
"Abang, ngopi aja dulu yah, Bi Aning sekalian bikin kopi buat Bapak nya yah!" minta Khalisa.
"Siap Neng." Sahut Bi Aning.
"Gak usah ngerepotin Neng, emang mau ada acara apa Neng? hajatan?" tanya Bapak supir.
"Enggak Pak, hanya buat selamatan aja kok." Sahut Khalisa.
"Bapak mah, udah langganan sama Umi Sarah, kalau belanja sayur banyak, dia suka manggil Bapak." Sahut Supir sayur.
"Oh, iya, Pak?" tanya Khalisa tersenyum.
"Iya, Neng." Sahut supir sayur.
"Silakan, di minum kopinya!" Bi Aning membawakan kopi dan meletakkan di meja.
"Waduh, repot-repot segala, terima kasih nih, Neng, saya minum yah!" minta Supir sayur.
"Ini buat Bapak, makasih ya Pak!" sahut Khalisa menggenggamkan uang ke tangan Bapak supir sayuran.
"Apa nih, Neng, ya ampun, jangan Neng, saya udah dikasih sama Umi Sarah." Sahut supir sayuran.
"Gak apa-apa, Pak, anggap aja bonus dari saya!" sahut Khalisa tersenyum.
"Alhamdulilah, terima kasih ya Neng, semoga rezekinya lancar selalu yah, semoga selalu di beri kesehatan, dan lahiran lancar." Sahut supir sayur.
"Aamiin... sama-sama Pak." Sahut Khalisa tersenyum.
"Bapak gak bisa lama-lama nih, Neng, makasih kopinya yah, Bapak harus ngantar barang lagi!" sahut Supir sayuran pamit.
"Oh, iya, gak apa-apa Pak, saya yang harus makasih, hati-hati di jalan ya Pak!" sahut Khalisa.
Supir yang mengantar sayur Khalisa pamit pulang. Khalisa menyuruh Pak Jamal menggembok pintu gerbang kembali. Khalisa dan Bi Aning merapihkan barang-barang dan sayuran yang dibawa.
"Bi, ayo kita bereskan sayurnya, biar besok enak tinggal dimasak aja, tapi maaf aku duduk ya Bi!" sahut Khalisa.
"Iya Neng, gak apa-apa, Neng Khalisa jangan terlalu capek yah, biar besek-besek Bibi yang rapihkan." Sahut Bi Aning.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu