
"Kok Mas ngatain Emak kaya gitu?" tanya Syifa cemberut.
"Bukan kaya gitu Dek, kamu negatif terus sama Mas, kamu tahu sifat Emak kaya gimana kan? tapi terserah kamu deh, kalau kamu mau izinin Emak ya udah, yang penting aku udah ngasih saran!" sahut Dokter Ari.
"Kenapa Emak emang Mas? Emak aku kampungan? norak dan comel, Mas malu? punya Mertua kaya Emak?" tanya Syifa Emosi.
"Astaghfirullah, kok jadi ngambek gitu deh, aku salah mulu kalau ngomong, ya udah deh Dek, mendingan, Mas gak usah ngomong!" sahut Dokter Ari.
"Tahu ah, aku kan minta solusi, Mas malah jelekin Emak!" sahut Syifa.
"Udah Dek, terserah kamu aja, solusi dari Mas, gak pernah kamu terima kan? harusnya kamu terima masukan dari Mas, mau suka atau enggak itu hak kamu, baru kasih solusi aja, kamu udah tersinggung Dek!" sahut Dokter Ari.
"Ya udah, aku minta maaf!" sahut Syifa.
"Ya udah, aku mau mandi dulu Dek!" sahut Dokter Ari.
Kayanya, aku salah minta solusi sama Mas Ari, mungkin, dia lagi pusing masalah pekerjaan, biarkan dia tenang dulu deh.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Khalisa. Pak Dani izin pulang pada Khalisa dan Desta. Besok Pak Dani akan kembali lagi jam delapan pagi. Desta dan Khalisa melihat hasil kerja Pak Dani lumayan bagus dan rapi, Alhamdulillah, Desta gak salah memilih pekerja.
"Pak, Bu, pekerjaan saya sampai sini dulu yah, besok saya lanjut lagi, bisa dilihat Pak, Bu." Sahut Pak Dani.
"Oh, oke Pak, lumayan rapi, saya suka, iya, Bapak istirahat aja, pasti Anak dan istri nunggu di rumah yah, ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.
"Ha-ha-ha, bisa aja, Pak." Sahut Pak Dani.
"Pak Dani, ini ada makanan sama makanan ringan buat Anak dan istri Bapak di rumah yah, jangan gak datang lagi besok ya Pak!" minta Khalisa.
"Ya Allah, repot-repot banget Bu, bungkusin saya segala, hatur nuhun Bu." Sahut Pak Dani.
"Sama-sama Pak, salam buat Anak dan istri Bapak yah!" sahut Khalisa.
__ADS_1
"Iya Bu, istri saya pasti senang banget ini, Alhamdulillah, saya permisi ya Pak, Bu, Assalamu'alaikum." Salam Pak Dani.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Desta dan Khalisa.
"Bi, antar Bapak ini sampai depan yah!" minta Khalisa.
"Siap Neng." Sahut Bi Aning.
"Bu, betah kerja di sini yah? majikan baik banget, baru ini saya pulang, bawa tentengan gini!" sahut Pak Dani.
"Benar Pak, majikan paling baik, asal kitanya rajin, dia gak sayangan sama uang atau makanan." Sahut Bi Aning.
"Iya, jarang saya dapat majikan seperti itu!" sahut Pak Dani.
"Jarang Pak." Sahut Bi Aning.
"Saya permisi ya Bi, Pak, semua, pamit yah! Assalamu'alaikum." Sahut Pak Dani pamit pada Bi Aning, Pak Jamal dan lima Bodyguard.
☀☀☀☀
"Iya sayang, Alhamdulillah, aku gak salah milih pekerja yah!" sahut Desta.
"Alhamdulillah, sayang." Sahut Khalisa.
"Sayang, aku lupa, harusnya buatin aja wc jongkok sekalian, kalau Emaknya Syifa kerja di sini atau siapa gak ngerti ke kamar mandi, ada Wc jongkok." Sahut Desta.
"Besok kamu bilang aja sama Bapaknya." Sahut Khalisa.
"Aku kan kerja sayang, kamu aja yang handle yah! Nyonya Desta!" sahut Desta meledek Khalisa.
"Apaan sih, sayang." Sahut Khalisa.
"Jadi, gak mau dipanggil Nyonya Desta?" tanya Desta cemberut.
__ADS_1
"Mau!" sahut Khalisa memegang tangan Desta dan menciumnya.
"Masya Allah, manjanya istriku." Sahut Desta.
"Hmmm..." sahut Khalisa memeluk Desta.
☀☀☀☀
Desta dan Khalisa selesai menjalankan salat Isya, Desta berkata waktu begitu cepat, seiringnya waktu mereka jalanin bersama, pahit susah dan senang.
"Sayang, kamu ngapain di sini?" tanya Khalisa.
"Ngadem aja sayang, sini duduk!" minta Desta memangku Khalisa dan mengelus perutnya Khalisa.
"Tangan kamu sudah kering, Alhamdulillah, aku gak mau kamu terluka lagi ah!" sahut Khalisa.
"Enggak sayang, insya Allah, Oh, iya, besok sudah awal bulan lagi yah, gak terasa sudah delapan bulan aja, ya Allah, aku gak sabar ingin gendong dede kembar kita." Sahut Desta mencium perut Khalisa dan mengelusnya.
"Iya sayang, sudah delapan bulan, Alhamdulillah, doain aku sayang, biar nanti, pas persalinan lancar." Sahut Khalisa membelai rambut Desta sambil merapikannya.
"Pasti sayang, saat kamu lahiran, aku akan selalu ada disamping kamu." Sahut Desta tersenyum menatap Desta.
"Semoga diawal bulan ini, jauh dari masalah lagi ya sayang." Sahut Khalisa.
"Aamiin... awal yang baik, kamu sakit gak duduk di paha aku? sini, sini, kamu selonjoran, aku sambil pijat kaki kamu yah!" Desta memegang kaki Khalisa ke pahanya, dan memijatnya dengan penuh kasih sayang dan senyuman.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
__ADS_1
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU