Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 117


__ADS_3

Desta memegang tangan Khalisa menciumnya sambil menangis, Gak lama Khalisa membuka matanya dan meneteskan air mata.



"Sayang, kamu sudah sadar! Dokter! istri saya sadar! semua! Khalisa sudah sadar!" panggil dan teriak Desta.


"Coba Pak Desta, saya periksa! maaf!" sahut Dokter Ari.


"Sayang aku ada di mana? kenapa aku?" sahut Khalisa.


"Sabar Bu Khalisa, Alhamdulillah, Bu Khalisa sudah melewati masa kritis, Bu Khalisa di rumah sakit, kecelakaan, pusing gak?" tanya Dokter Ari.


"Sayang, aku kecelakaan?" tanya Khalisa memegang tangan Desta.


"Hiks-hiks, iya sayang, kita kecelakaan, kamu yang parah sampai koma!" sahut Desta.


"Bu Khalisa, jangan terlalu banyak gerak yah! Alhamdulillah, Pak Desta, Bu Khalisa tidak mengalami lumpuh atau hilang ingatan, Allah Maha baik pada kalian!" sahut Dokter Ari.


"Sayang, kenapa nangis? Umi, Bunda, Ayah, Abi, Syifa, Mba Mirna, kenapa semua pada nangis ada apa ini? sayang bilang sama aku ada apa? Dokter Ari, gimana kandungan saya? baik-baik aja kan Dok? coba bilang sama saya, saat saya kecelakaan, kandungan saya tidak apa-apa kan?" tanya Khalisa.


"Hiks-hiks-hiks, sayang!" sahut Desta memeluk Khalisa.


"Sayang, Dedek bayi kita gak apa-apa kan? jawab aku? kamu kenapa nangis?" tanya Khalisa.


"Sayang maafin aku yah, gara-gara keteledoran aku gak ngecek mesin dan rem mobil, sampai akhirnya kita kecelakaan, Dedek bayi kita pergi ninggalin kita! hiks-hiks-hiks," sahut Desta memeluk Khalisa sambil menangis.


"Maksudnya apa? maksud kamu apa? hiks-hiks-hiks," tanya Khalisa menggoyangkan badan Desta.


"Kamu keguguran sayang, hiks-hiks-hiks," sahut Desta.


"Apa? keguguran? gak mungkin! gak mungkin sayang, kamu bercanda kan? kamu bohong kan? kalian semua mau kasih kejutan ke aku? Umi, Bunda, Syifa, Ayah, Abi, Mba, Dokter! semua bohong kan?" tanya Khalisa berlinang air mata.


"Semua benar Nak, kamu tabah yah!" sahut Bunda Maryam.


"Hiks-hiks-hiks, sayang gak mungkin! ya Allah, Hiks-hiks-hiks, semua gak mungkin!" Khalisa langsung pingsan mendengar semuanya.


"Hiks-hiks-hiks, maafin aku sayang, maafin!" Desta memeluk Khalisa sambil menangis.


"Pak, Desta, mungkin Bu Khalisa syok! harusnya jangan dikasih tahu dulu, coba saya periksa lagi yah!" sahut Dokter Ari berlinang air mata.


🌷🌷🌷🌷


Desta keluar sambil memukul tangannya ke tembok. Kerena merasa bersalah pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Desta, kamu yang tabah yah, mungkin Khalisa syok, sabar ya Nak!" sahut Abi Mahmud.


"Desta gak kuat lihat Khalisa seperti itu, semua salah Desta kenapa bodoh banget gak cek mobil yang udah lama gak dipakai." Sahut Desta.


"Jangan menyalahkan diri sendiri, semua musibah, gak ada yang tahu, mungkin, Allah belum percaya sama kalian untuk mengurus Anak, Allah lebih sayang sama dia, insya Allah Abi yakin kalian pasti akan punya Anak lagi, sabar, istighfar!" nasihat Abi Mahmud.


"Makasih Bi, semoga Khalisa juga kuat dan tabah ya Bi," sahut Desta.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa sadar dari pingsan, dia menangis sambil memegang perutnya, Khalisa hanya bisa pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa.


"Sayang, Anak Bunda, tabah ya Nak, ikhlasin, ini bukan rezeki kamu dan Desta, mungkin lain waktu, kamu bisa hamil lagi," sahut Bunda Maryam.


"Bun, Khalisa sangat menanti dia, tapi dia malah pergi! hiks-hiks-hiks, ya Allah, maafkan Mamah Nak, hiks-hiks-hiks," Khalisa memegang perutnya.


"Neng, yang kuat Neng! mungkin ini hukuman juga buat Umi, karena dulu Umi pernah jahatin kamu, sekarang cucu Umi malah pergi, tapi kamu jangan pikirkan yah, Umi tidak marah, Umi doakan, supaya kamu cepat hamil lagi," Umi Sarah mencium pipi Khalisa sambil meneteskan air mata.


"Mba juga, turut berduka ya Lis, kamu jangan sedih yah, ikhlasin, biar dia tenang di syurga, Mba juga doain supaya kamu bisa cepat hamil lagi yah!" sahut Mba Mirna memeluk Khalisa.


"Makasih Mba," sahut Khalisa.


"Lis, gue juga sama turut berduka yah, lo yang sabar, kuatin hati lo, tabah yah, semoga lo cepat hamil lagi yah," sahut Syifa.


Desta langsung masuk ruangan, Desta menatap wajah Khalisa dan memeluknya sambil menangis


"Sayang, maafin aku yah, semua keteledoran aku, aku gak cek lagi mobilnya, harusnya kita jangan pakai mobil itu! maafin aku sayang, hiks-hiks-hiks


"Semua sudah terjadi Yang, Allah lebih sayang sama dia, hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa menangis dipelukan Desta.


"Jangan nangis sayang, jangan! ikhlasin dia di sana! kita doakan dia yah, supaya dia tenang di syurga." Sahut Desta.


"Hiks-hiks-hiks, yang kita bantuin hilang Kak, bahagia hanya sebentar, salah kita apa? sampai cobaan begitu berat pada kita, Dedek pergi! hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa.


"Istighfar sayang, istighfar, Astaghfirullah, Astaghfirullah, kuat sayang, kamu bisa kuat yah! hiks-hiks," sahut Desta terus menghapus air mata Khalisa dan membacakan istighfar pada Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Yang lain pada keluar ruangan, gak tega melihat Khalisa dan Desta yang selalu menangis. Syifa mengobrol dengan Dokter Ari. Syifa pun sedih kalau terlalu lama di ruangan Desta.


"Boleh aku di sini Ri!" minta Syifa.


"Silakan! gimana Khalisa sudah sadar dari pingsan?" tanya Ari.

__ADS_1


"Sudah, Khalisa sama Kak Desta nangis terus, wajar sih, karena lagi bahagia-bahagianya, malah ada aja cobaan, Syifa gak kuat lihatnya." Sahut Syifa.


"Aku juga pas meriksa berlinang air mata, semoga cepat berakhir yah, penderitaan mereka!" sahut Dokter Ari.


"Iya Ri!" sahut Syifa.


🌷🌷🌷🌷


Akhirnya, Mba Mirna, Ayah Umar, Bunda Maryam, Umi Sarah dan Abi Mahmud pamit pulang, karena mereka belum mandi dan ganti baju, mereka akan kembali setelah ganti baju. Syifa pun masuk ke ruangan dan pamit pulang ke Khalisa dan Desta.


Desta memperhatikan Khalisa hanya melamun dan memegang perutnya, Khalisa hanya diam tidak mau makan, hanya menangis yang Desta lihat.


"Sayang, makan dulu yah!" minta Desta, tapi Khalisa menempisnya.


"Aku gak nafsu makan sayang," sahut Khalisa.


"Kamu jangan gitu dong, ayo makan! kalau kamu begini, aku sedih sayang!" sahut Desta.


"Hiks-hiks-hiks, aku masih gak percaya sayang, aku gak percaya!" sahut Khalisa.


"Sayang, kamu harus ikhlas, aku mohon ikhlasin yah! jangan seperti ini, aku sedih kalau kamu seperti ini! makan yah! biar sehat, kalau kamu sakit, artinya kamu gak sayang sama aku!" sahut Desta.


Ya Allah, tabahkan hati istriku, aku sedih kalau dia seperti ini, sayang aku harus gimana bujuk kamu.


"Sayang, makan yah! aku suapin yah!" minta Desta untuk membuka mulutnya Khalisa.


"Assalamu'alaikum," sahut Bang Joni, Boro, Slamet dan Bi Aning.


"Wa'alaikumsalam," sahut Desta.


"Den, kita semua mau minta maaf, gara-gara kami Neng Khalisa jadi kaya gini!" sahut Bang Joni.


"Iya Den, maafin kita-kita yah!" sahut Bi Aning.


"Sudah, kalian jangan dipikirin, semua sudah terjadi!" sahut Desta.


"Neng Khalisa kenapa diam aja ya Den?" tanya Bi Aning.


"Gak apa-apa, mungkin syok Bi," sahut Desta.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2