Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-193


__ADS_3

"Terima kasih Dok!" sahut Bunda Maryam.


Astaghfirullah Ayah, kenapa Ayah sakit jantung gak pernah bilang sama Bunda, hiks-hiks-hiks.


Bunda Maryam langsung ke ruangan Ayah Umar. Ayah Umar kaget melihat istrinya menangis. Ayah Umar meminta pulang, tidak mau dirawat, walaupun menginap seharian, itu butuh biaya besar.


"Bunda, Bunda kenapa nangis?" tanya Ayah Umar.


"Ayah, kenapa Ayah gak jujur ke Bunda, kalau Ayah tuh sakit? kenapa? hiks-hiks-hiks." Sahut Bunda Maryam.


"Ayah gak mau merepotkan semua Bun, Ayah gak mau bikin Bunda dan Khalisa kepikiran, Ayah gak mau!" sahut Ayah Umar.


"Kalau Ayah gak cerita, gimana sama penyakit Ayah? kalau terjadi apa-apa dengan penyakit Ayah gimana? Bunda gak mau kehilangan Ayah." Sahut Bunda Maryam.


"Bunda, Ayah gak apa-apa, Bunda gak usah khawatir sama Ayah yah, sebulan sekali kan Ayah kontrol, Bunda jangan bilang ini ke Khalisa yah, Ayah gak mau dia jadi banyak pikiran, dia kan lagi hamil, takut kenapa-kenapa kalau banyak pikiran Bun!" sahut Ayah Umar.


"Iya Yah, tapi Ayah harus baik-baik aja yah!" sahut Bunda Maryam.


"Iya Bunda, insya Allah." Sahut Ayah Umar.


"Sekarang, Ayah istirahat yah, besok pulang!" sahut Bunda Maryam.


"Bun, Ayah mau pulang sekarang aja! biaya rumah sakit pasti mahal, meskipun inap semalam, Ayah gak mau!" minta Ayah Umar.


"Ayah, ini sudah malam, sudah jam dua malam, masa kita pulang, bahaya Ayah, biar Bunda bantu biaya inap semalaman ini, Bunda masih ada simpanan!" sahut Bunda Maryam.


"Sayang uangnya Bun, lebih baik uangnya kita tabung, buat yang lebih penting!" sahut Ayah Umar.


"Ayah! tolong mengerti dong, ini sudah malam! Ayah penting mana? keselamatan Bunda dan Ayah, atau uang?" tanya Bunda Maryam.


"Maafin Ayah Bun." Sahut Ayah Umar.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Bunda Maryam. Mirna tidak bisa tidur memikirkan Kakaknya, Mirna langsung menghubungi Bunda Maryam.


"Assalamu'alaikum, Mba, gimana keadaan Mas Umar? Mirna khawatir!" sahut Mirna.


"Wa'alaikumsalam, Mas mu, baik-baik aja, besok sudah boleh pulang! tolong, besok pagi kamu hubungi Khalisa dan Desta, gak usah ke rumah sakit, takut gak ketemu!" minta Bunda Maryam.

__ADS_1


"Alhamdulillah, iya Mba, nanti Mirna kabarin!" sahut Mirna.


Aku bilang gak yah, kalau Mas Jono maling di rumah Khalisa, sampai Khalisa terluka, ah, jangan deh! nanti malah bikin tambah drop Mas Umar.


"Ya udah, Mirna! saya tutup telepon yah, saya mau istirahat! kamu jaga rumah! jangan sampai Jono datang dan ngambil yang enggak-enggak!" sahut Bunda Maryam.


"Iya Mba, Assalamu'alaikum." Sahut Mirna.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Bunda Maryam.


Sebaiknya, kalau sudah pulang saja, baru saya bilang. Mas Jono kamu benar-benar keterlaluan! saya akan menuntut kamu seumur hidup ditahanan.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Khalisa. Khalisa gelisah tidak bisa tidur. Khalisa langsung ke kamar mandi untuk berwudhu, Khalisa akhirnya salat malam dan berdoa sambil menangis.


Ya Allah, kok aku jadi gelisah seperti ini yah, sebaiknya aku wudhu, aku salat malam, aaawww... sakit banget.


Setelah selesai berwudhu Khalisa memakai mukena, meskipun rasa perih di leher Khalisa masih terasa, Khalisa masih bisa menahannya. Khalisa langsung salat, setelah salat, dia menangis sambil berdoa. Desta mendengar tangisan Khalisa dan langsung menghampirinya setelah selesai berdoa.


"Kamu kenapa nangis? terus kenapa salat gak bangunin aku?" tanya Desta menghapus air mata Khalisa.


"Aku tidak tega sayang, kamu tidur nyenyak, aku gelisah memikirkan Ayah, Raja, Bunda, Mba Mirna, berat sekali cobaan keluarga kita sayang, hiks-hiks-hiks." Sahut Khalisa menangis.


"Ngerti sayang, makasih ya sayang, kamu bikin hati aku tenang, aku bangga sama kamu!" sahut Khalisa.


"Sama-sama sayang, jangan nangis lagi yah!" minta Desta tersenyum.


"Iya sayang." Sahut Khalisa tersenyum.


"Nah, gitu dong! itu namanya baru istri aku." Sahut Desta mencium kening Khalisa.


"Maaf ya sayang, karena tangisan aku, kamu jadi ke bangun, sekarang kamu istirahat lagi yah!" sahut Khalisa.


"Kamu istirahat duluan yah! aku juga mau salat malam, sambil baca Al-quran, semoga semua masalah ada jalan." Sahut Desta.


"Iya sayang, aku duluan yah!" sahut Khalisa.


"Iya sayang, ingat! jangan dipikirin lagi yah!" minta Desta.

__ADS_1


☀☀☀☀


Di kantor polisi, Jono meringkuk. Jono habis dipukuli oleh penghuni sel. Jono menangis dan dendam sekali pada Desta dan keluarga Ayah Umar.


Gara-gara lo Desta! gue jadi di dalam tahanan, gara-gara lo, gue dipukulin sama mereka! awas aja lo Desta, kalau gue bebas, gue hancurin semua keluarga lo, termasuk Mirna dan istri lo Khalisa.


"Heh, bengong aja lo! pijitin gua!" minta penghuni sel yang berbadan besar dan seram.


"Enak aja! emang gue tukang urut!" sahut Jono.


"Rupanya, belum kapok dia Bang! kita hajar lagi aja!" sahut penghuni sel.


Jono Akhirnya, habis babak belur, mau gak mau, Jono memijat penghuni sel itu. Kalau Jono melawan lagi, gak segan-segan penghuni sel menghabisi Jono.


☀☀☀☀


Gak terasa, pagi pun tiba. Khalisa melihat Desta tertidur di sajadah. Khalisa langsung membangunkan Desta.


Astaghfirullah, suami aku kasihan, sampai ketiduran begitu.


"Sayang, bangun! sayang, udah pagi!" sahut Khalisa mencium kening Desta.


"Hmm... so sweet banget sih, istriku sekarang, bangunin suaminya dicium." Sahut Desta tersenyum.


"Emang gak boleh?" tanya Khalisa cemberut.


"Boleh sayang, boleh banget, malah aku bahagia." Sahut Desta.


"Maafin aku yah, kamu jadi ketiduran di sajadah!" sahut Khalisa.


"Gak apa-apa sayang, kamu gak usah minta maaf gitu ah!" sahut Desta memeluk Khalisa dan mencium kening Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir

__ADS_1


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2