Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-142


__ADS_3

Desta langsung turun dan mengarah ke meja makan, Desta memeluk Khalisa dari belakang, dan mencium leher Khalisa.


"Hmm... istriku, sibuk banget sih," sahut Desta tersenyum dan mencium leher Khalisa.


"Sayang, aku kaget! kan nyiapin buat kamu! malu ah, sama Bi Aning tuh!" sahut Khalisa.


"Kenapa malu, Bi Aning kan bisa sama Pak Jamal!" sahut Desta tersenyum.


"Neng Khalisa, sama Den Desta bikin iri aja! tapi saya mah udah tua, gak mau mesra-mesraan Den, Neng!" sahut Bi Aning.


"Kenapa gitu Bi? harusnya meskipun udah tua, tetap romantis dong!" sahut Desta.


"Ah, malu Den!" sahut Bi Aning.


"Masa sih? ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.


"He-he-he, benaran Den! Bibi doakan, semoga kalian sampai tua seperti ini yah!" sahut Bi Aning.


"Aamiin..." sahut Khalisa dan Desta.


"Ayo sayang makan! Bibi udah makan?" sahut Khalisa menyendokan nasi untuk Desta.


"Gampang Neng, Bibi Mah! paling buat Pak Jamal sama Bang Joni aja dulu ya Neng, Den, saya ambil!" sahut Bi Aning.


"Silakan Bi! silakan!" sahut Desta.


"Makasih ya Den, Neng." Sahut Bi Aning.


"Sama-sama Bi!" sahut Khalisa.


"Sayang, aku kepikiran Anaknya Syifa, kasihan yah, masih bayi harus menderita penyakit berbahaya kaya gitu!" sahut Khalisa.


"Iya sayang, semoga Syifa dan Dokter Ari diberi kesabaran yah, dan ada keajaiban Allah, semoga Anaknya cepat sembuh!" sahut Desta.


"Iya sayang, Dedek kalian harus sehat yah, jangan bikin Mamah dan Papah sedih ya sayang!" sahut Khalisa mengelus perutnya.


"Insya Allah, Dedek kembar kita selalu sehat sayang, banyak-banyak berdoa dan meminta selalu pada Allah, ya sayang!" nasihat Desta.


"Iya sayang, Aamiin..." sahut Khalisa.


☀☀☀☀


Setelah selesai makan, Desta dan Khalisa berangkat ke rumah sakit, untuk menjenguk Anak Syifa. Setelah sampai di perjalanan, Khalisa meminta Desta untuk membeli buah untuk Syifa.

__ADS_1


"Sayang, antar aku ke toko buah yuk! aku mau beli parcel untuk Syifa, ya buat Syifa dan Dokter Ari, masa kita jenguk gak bawa apa-apa." Sahut Khalisa.


"Betul juga sayang, ayo!" ajak Desta.


Setelah Desta dan Khalisa membeli buah parcel, Desta dan Khalisa melanjutkan perjalanan kembali.


"Sayang, kamu gak apa-apa lagi hamil gini jalan ke rumah sakit?" tanya Desta.


"Gak apa-apa sayang, Dedek kembar kita selalu kuat dan menguatkan Mamahnya." Sahut Khalisa.


"Iya sayang, aku cuma takut kenapa-kenapa doang sama Dedek kita!" sahut Desta.


"Insya Allah, enggak sayang!" sahut Khalisa tersenyum pada Desta.


Akhirnya, Desta dan Khalisa sampai di rumah sakit. Syifa langsung memeluk Khalisa sambil menangis. Khalisa pun ikut menangis dan tidak tega melihat Anaknya Syifa.


"Assalamu'alaikum." Salam Desta dan Khalisa.


"Wa'alaikumsalam, Khalisa! hiks-hiks-hiks, Anak gue Lis, Anak gue sakit! hiks-hiks-hiks." Sahut Syifa menangis dan memeluk Khalisa.


"Hiks-hiks, lo yang sabar yah, lo harus kuat! kuat yah! hiks-hiks." Sahut Khalisa tersenyum sambil meneteskan air mata.


"Gue gak tega Lis, lihatnya! hiks-hiks-hiks." Sahut Syifa.


"Sabar ya Syifa, insya Allah, Anak kamu sembuh, aku yakin Dokter Ari gak akan tinggal diam, akan berusaha untuk kesembuhan Adhel, Dokter Ari mana, saya mau ketemu!" sahut Desta, Desta juga sampai meneteskan air mata.


"Ada di ruangan Kak, ke ruangan aja!" saran Syifa.


"Sayang, aku mau ke ruangan Dokter Ari yah!" minta Desta.


"Iya, sayang." Sahut Khalisa menghapus air matanya.


"Maaf ya Lis, lo sama Kak Desta jadi ikut nangis lihat Adhel." Sahut Syifa.


"Gimana gak nangis, lihat Anak secantik ini sakit, gue pernah ngerasain kehilangan bayi Fa, malah gak sempat lihat!" sahut Khalisa.


"Gue gak mau Lis, gue gak mau kehilangan Adhel, pokoknya Adhel harus sembuh!" sahut Syifa.


"Serahin semua sama Allah ya Fa, semua udah ada yang ngatur, yang penting lo harus kuat dan berusaha untuk kesembuhan Adhel." Sahut Khalisa.


"Iya Lis, Dek, sembuh ya Dek, ini ada Tante cantik Dek, kalau Dedek sembuh, nanti Dedek bisa lihat Dedek kembar Tante cantik Dek! hiks-hiks. Sahut Syifa.


"Sabar, eh, gue potongin buah buat lo yah! lo harus makan atau ngemil, kalau lo gak makan, kalau sama-sama sakit, kasihan Dokter Ari Fa!" saran Khalisa.

__ADS_1


"Tapi, gue gak nafsu Lis, lo repot-repot banget bawa parcel segala!" sahut Syifa.


"Lo jangan gitu dong! lo gak kasihan berarti sama Anak lo, sama Dokter Ari, muka lo udah pucat gitu! gue potongin buahnya yah!" sahut Khalisa.


"Hmm..." sahut Syifa manggut.


"Nah, gitu dong, lo makan juga harus bergizi, biar sehat demi Adhel dan suami lo!" sahut Khalisa.


"Makasih ya Lis, lo udah baik sama gue, lo emang sahabat terbaik gue!" sahut Syifa.


"Iya, sama-sama, tahu gak, gue khawatir sama lo, lo kenapa baru chat sih!" sahut Khalisa.


"Kemarin suami gue yang chat, boro-boro gue chat lo, pikiran gue stres, gak megang handphone Lis!" sahut Syifa.


"Lo jangan kaya gitu, itu namanya bikin gue khawatir tahu gak, lo ngomong kalau ada apa-apa sama gue! kalau gue gak chat lo, gue gak akan tahu kabar lo!" sahut Khalisa.


"Iya Lis, maafin gue yah!" sahut Syifa.


"Janji yah, kalau ada apa-apa bilang! kalau masih bisa gue bantu, pasti gue bantu!" sahut Khalisa.


"Mas Ari lagi usaha buat manggil Dokter seniornya Lis, dari Singapura, pasti Adhel harus kemoterapi terus, kata Mas Ari, kita gak enak kalau gak bayar buat Dokter Chandra, pasti gue dan Mas Ari harus keluar biaya, buat bayar Dokter Chandra." Sahut Syifa.


"Lo sebutin aja biaya kekurangannya nanti! insya Allah, gue bakal bilang sama Kak Desta!" sahut Khalisa.


"Belum tahu, berapanya Lis, jangan Lis! gue gak mau ngerepotin keluarga lo!" sahut Syifa.


"Gak apa-apa Syifa, izinin gue buat bantu Adhel yah! gue gak mau lo sama suami lo pinjam uang ke sana-kemari, gue gak mau lo pusing dan batin, gue mau bantu, buat Adhel!" sahut Khalisa.


"Pasti suami gue nolak Lis, gak bakal mau dibantu lo!" sahut Syifa.


"Suami, lo, jangan egois! ini buat kesembuhan Adhel, agar cepat ditangani dan cepat sembuh!" sahut Khalisa.


"Nanti deh, gue bilang dulu sama suami gue ya Lis!" sahut Syifa.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2