Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-159


__ADS_3

"Uuuwaaaa..." tangisan Raja dan Dewa yang kesakitan di jewer Mirna.


"Mirna, kamu apa-apaan sih, jewer Anak sampai kaya gitu?" bentak Bunda Maryam.


"Siapa yang gak marah, dua Anak ini, main di pinggir kolam, kalau tercebur, kita gak tahu gimana? ngeselin ini Anak! kalau udah main berduan!" sahut Mba Mirna.


"Astaghfirullah, untung ketahuan, Raja, Dewa, nakal nih! kalau di sini jangan nakal! mau Umi sunatin!" sahut Umi Sarah sambil melotot, Raja dan Dewa tambah takut dan langsung diam.


"Raja, sama Dewa, kok nakal sih? kalau sampai kalian jatuh gimana? Tante udah bilang, jangan nakal!" sahut Bunda Maryam.


"Buka bajunya! mandi! udah diam! biarin nangis disunat sama Umi!" sahut Mba Mirna.


Mba Mirna memandikan Raja dan Dewa, Dewa. Setelah jauh dari Umi Sarah, Dewa kembali menangis kencang. Sampai Umi Sarah datang, Dewa baru diam lagi.


"Siapa yang mandi nangis? sini biar Umi sunat mau!" sahut Umi pura-pura memegang pisau sambil melotot.


"Ini Umi, biarin disunatin Mamah gak mau nolong!" sahut Mba Mirna.


"Aaaaa..." teriak Dewa ketakutan.


"Mangkanya, jangan nangis! diam!" bentak Mba Mirna.


"Udah, Mir, jangan diomelin lagi!" sahut Bunda Maryam.


"Lucu Anaknya Mirna itu Besan, lihat saya langsung diam dan nunduk aja! ha-ha-ha." Sahut Umi Sarah.


"Takut disunatin kali Mi, kalau di rumah gitu, ribut sama Emaknya, Emaknya kalau pukul-pukul benaran!" sahut Bunda Maryam.


"Jangan mukul juga, gak baik Anak sering dipukul, nanti sampai besar, dia bakal trauma." Sahut Umi Sarah.


"Susah dibilangin Mi Mirna itu!" sahut Bunda Maryam.


Khalisa dan Desta telah selesai mandi dan salat Ashar. Mereka ke dapur menghampiri Bunda dan Umi. Khalisa menegur Umi dan Bunda untuk gantian mengupas sayuran.


"Eh, kalian sudah mandi sama salat?" tanya Umi Sarah.


"Mba Mirna mana Mi, Bunda?" tanya Khalisa.


"Dia di kamar atas, habis mandiin Anaknya nangis, habis main di pinggir kolam berduaan, bayangin aja kalau nyebut gimana?" tanya Umi Sarah.


"Astaghfirullah, tapi gak nyebur kan Mi, Bun?" tanya Khalisa.


"Enggak, untung aja ketahuan, gak tahu kalau sampai gak ketahuan sama kita!" sahut Bunda Maryam.


"Ha-ha-ha, mungkin pikiran dia, air apaan gitu biru kali, kok ada air di sini!" sahut Desta.


"Umi, Bunda, sudah sekarang gantian, Khalisa yang bantuin, Umi sama Bunda salat Ashar, Bi Aning salat aja dulu, mandi!" sahut Khalisa.


"Kamu sendirian Nak!" sahut Bunda Maryam


"Kan ada Desta Bun!" sahut Desta tersenyum.


"Awas kamu Desta, kalau bantuin Khalisa gak benar, Umi jitak kamu!" sahut Umi Sarah.


"Galak banget Umi, ya Allah, ha-ha-ha." Sahut Desta.


"Khalisa laporan kalau gak benar yah!" sahut Umi Sarah.


"Siap Umi!" sahut Khalisa tersenyum.

__ADS_1


"Kamu kok gitu sih, sayang!" sahut Desta.


"Gitu apa?" tanya Khalisa.


"Sama aku jadi galak!" sahut Desta.


"Sssst... jangan berisik, aku mau ngerjain dulu! kamu diam! atau kamu bantuin Bapak-bapak lainnya di depan aja yah!" minta Khalisa.


"Gak mau ah, gak mau ninggalin kamu sendiri! nanti kalau yang lain udah pada datang, baru!" sahut Desta.


"Aku gak apa-apa sayang, emang aku sendiri kenapa?" tanya Khalisa.


"Gak mau kamu kenapa-kenapa atau kecapean!" sahut Desta.


"Kamu ngucapin bawang aja yah! ini bawangnya! bisa kan?" tanya Khalisa.


"Boleh, sini!" sahut Desta.


"Tapi jangan mengucek mata yah! takut pedas!" sahut Khalisa.


"Enggak sayang." Sahut Desta.


"Eh, jangan bawang deh, aku gak mau kamu kepedasan, apa yah? petikin cabai aja deh!" minta Khalisa.


"Bawang juga gak apa-apa sayang, emang kenapa?" tanya Desta.


"Kalau yang gak biasa, nanti pedas!" sahut Khalisa.


"Ah... udah sini! enggak akan! percaya sama aku!" sahut Desta.


"Jangan bandel deh, aku bilang jangan, jangan!" sahut Khalisa.


"Udah berapa kali kamu, bantuin aku, yang ada aku ngerjain dua kali." Sahut Khalisa.


"Ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.


"Oh, iya, kamu dan keluarga sore ini makan apa yah? soalnya sayur asamnya habis, gak mungkin aku masak lagi repot gini!" sahut Khalisa.


"Kamu tenang aja, aku pesan hokben aja yah, buat aku, kamu, sama yang lain." Sahut Desta.


"Pesannya sekarang aja sayang!" minta Khalisa.


"Iya, iya, istriku yang bawel!" sahut Desta.


"Kok aku dikatain bawel?" tanya Khalisa.


"Semenjak kamu hamil, kamu bawel, tapi aku suka!" sahut Desta.


"Gombal!" sahut Khalisa.


Desta memesan hokben untuk makan malam bersama. Desta bersyukur banget, keluarga bisa bersatu dan berharap gak akan ada masalah yang datang lagi.


"Kamu sudah pesan sayang?" tanya Khalisa.


"Sudah, aku pesan dua belas kotak hokben." Sahut Desta.


"Harusnya sebelas aja, takut Dewa gak habis!" sahut Khalisa.


"Udah aku pesanin dua belas kotak, gak apa-apa yah!" sahut Desta.

__ADS_1


"Ya udah, gak apa-apa." Sahut Khalisa.


Setelah beberapa lama, Umi, Bunda dan yang lainnya turun. Bunda menanyakan Mirna. Sampai lama begini Mirna belum bangun. Bunda menyusul ke kamar, ternyata Mirna dan Anaknya masih tidur. Bunda membangunkannya karena takut kelewat Ashar.


"Khalisa, Mirna belum bangun?" tanya Bunda Maryam.


"Belum Bun." Sahut Khalisa.


"Astaghfirullah, Bunda susul deh! Bi Aning anterin saya yuk! saya gak tahu kamarnya!" minta Bunda Maryam.


"Kamarnya yang tadi kita lewat habis salat Bun, emang Bunda lupa?" tanya Bi Aning.


"Lupa ah, namanya udah tua!" sahut Bunda Maryam.


"Kecapean kali Bun, biarin aja!" sahut Desta.


"Gak bisa gitu! salat gak boleh di tunda, kalau sampai kelewat gimana?" tanya Umi Sarah.


"Udah salat kali Bun, pas habis mandiin Raja sama Dewa!" sahut Bunda Maryam.


"Apa udah kali yah, lupa Bunda!" sahut Bunda Maryam.


"Gini aja, gak usah Besan yang susul, coba Aning aja lihat tanyakan yah!" minta Umi Sarah.


"Iya, Umi!" sahut Bi Aning.


"Desta, kamu ngapain lagi petikin cabai? nanti pedas!" sahut Umi Sarah.


"Tadi sambil nemenin Khalisa, sayang, aku di depan sama yang lain yah, paketnya sebentar lagi sampai!" sahut Desta sambil mencuci tangan.


"Kamu pesan apa?" tanya Umi Sarah.


"Pesan hokben Mi, kan sayur habis, gak mungkin masak kan, lagi repot!" sahut Desta.


"Nak Desta repot-repot!" sahut Bunda Maryam.


"Gak apa-apa Bun, buat makan malam!" sahut Desta.


"Makasih, Nak Desta!" sahut Umi Sarah.


"Sama-sama Bun." Sahut Desta.


"Permisi, Umi, Mba Mirna sudah bangun, tapi dia nunggu Anaknya sampai bangun dulu, takut kaget gak ada Mamahnya kalau bangun!" sahut Bi Aning.


"Oke, makasih Ning!" sahut Umi Sarah.


"Nanti, Besan sama saya aja tidurnya, biar gak capek naik-naik ke atas yah!" minta Umi Sarah.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2