Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-147


__ADS_3

"Syifa, Dokter Ari, bangun! bangun! apa-apaan sih kalian? saya bukan tuhan yang kalian sembah, tapi sembah Allah, minta pertolongan pada Allah, bukan saya! Dokter Ari sekarang temuin Dokter Chandra tanda tangan yah, semua biaya saya yang bayar! Adhel harus segera ditolong! ayo cepat!" minta Desta.


"Hiks-hiks-hiks, makasih Mas Desta, makasih, Ari gak tahu harus bilang apa sama Mas Desta, Ari malu!" sahut Dokter Ari.


"Sssttt, gak usah banyak bicara! sudah cepat!" sahut Desta, Dokter Ari pun langsung berlari ke ruangan Dokter Chandra.


"Kak Desta, terima kasih Kak, Syifa janji akan ganti Kak! Khalisa makasih yah!" sahut Syifa memeluk Khalisa.


"Iya, iya, sama-sama, terima kasih sama Allah juga, karena kita hanya perantara, semoga operasi Adhel berjalan lancar, dan Adhel bisa sembuh lagi yah!" sahut Khalisa.


"Makasih Nak, kalian sudah bantu keluarga kami!" sahut Bundanya Ari dan Ayahnya.


"Makasih ya Neng, makasih juga ame Desta, udah bantu kite, semoga kalian selalu lancarkan usahanye, Khalisa juga biar lahiran lancar ye, makasih banget Emak!" sahut Emaknya Syifa sambil menghapus air matanya.


"Sama-sama Bu, Emak!" sahut Khalisa.


"Sama-sama." Jawab Desta.


☀☀☀☀


Setelah lama mengobrol, Desta mengantar Khalisa untuk cek kandungan. Alhamdulillah bayi kembarnya tidak ada masalah, karena bayinya aktif bergerak. Pesan Dokter asisten Dokter Ari, Khalisa gak boleh terlalu capek. Setelah periksa kandungan, Khalisa dan Desta kembali ke tempat Syifa. Dokter Ari sedang mendonorkan tulang sumsumnya.


"Gimana Lis? kandungan lo?" tanya Syifa.


"Alhamdulillah, baik." Jawab Khalisa.


"Operasi Adhel sedang berjalan, Mas Ari lagi donor, doain gue ya Lis, semoga lancar, Anak gue sehat kembali." Sahut Syifa.


"Aamiin Fa, gue pasti doain!" sahut Khalisa.


"Kak Desta, kemana Lis?" tanya Syifa.


"Lagi nebus obat, sama bayar administrasi." Jawab Khalisa.


"Lis, sekali lagi makasih banyak yah, gue benar-benar malu, dan gak tahu harus bilang apa sama lo dan Kak Desta." Sahut Syifa.


"Udah, jangan dipikirin yah, yang penting, Adhel sembuh!" sahut Khalisa tersenyum.


"Makasih Lisa, gue bersyukur banget, punya sahabat kaya lo, kalau gue gak kenal lo, gue gak tahu apa yang terjadi, kenal Mas Ari juga kan karena lo!" sahut Syifa.


"Sama-sama, kita emang harus saling bantu! gue juga pernah ngerasain kehilangan Anak, itu sakit banget Fa, dan gue gak mau itu terjadi sama lo!" sahut Khalisa.


"Iya Lis, gue doain, semoga lancar lahiran lo yah, Dedek kembarnya juga sehat!" sahut Syifa.


"Aamiin..." sahut Khalisa.


☀☀☀☀


Desta pun datang membawa obat. Desta mengajak Khalisa untuk ke rumah Bunda Maryam dan Umi Sarah. Desta telah melunasi semua biaya operasi Adhel.


"Sayang ayo! kita ke rumah Bunda sama Umi!" ajak Desta.


"Iya sayang, Syifa, gue sama Kak Desta gak bisa lama di sini, gue masih ada urusan, gak apa-apa yah!" minta Khalisa.

__ADS_1


"Gak apa-apa Lis, makasih banyak ya Lis, Kak Desta." Sahut Syifa.


"Iya, sama-sama Fa." Sahut Khalisa.


"Syifa, ingat yah, jangan sedih lagi, banyak-banyak doa!" minta Desta.


"Iya Kak, makasih yah, sekali lagi, nanti kalau ada uang Syifa cicil ya Kak!" sahut Syifa.


"Udah, gak usah dipikirin!" sahut Desta.


"Makasih Kak! hati-hati yah, di jalan." Sahut Syifa.


Khalisa dan Desta akhirnya pamit pada keluarga Syifa dan Dokter Ari. Khalisa dan Desta memutuskan untuk ke rumah Umi Sarah terlebih dahulu.


"Sayang kita kemana dulu nih?" tanya Desta.


"Ke rumah Umi Sarah dulu aja! kan Umi kamu yang agak keras kepala!" sahut Khalisa.


"Oke, kok keras kepala?" tanya Desta.


"Iya, keras kepala, kalau gak keras kepala, harusnya bisa ngalah sama Bunda, Bunda kan juga mau ngerasain selamatan juga!" sahut Khalisa.


"Kamu kesal ya sayang?" tanya Desta.


"Enggak kesal, tapi aku kasihan aja sama Bunda." Sahut Khalisa.


"Maafin Umi ya sayang, Umi saking senangnya, punya cucu kembar sayang." Sahut Desta.


"Mudah-mudahan, mereka mengerti ya sayang." Sahut Desta.


"Aamiin..." sahut Khalisa.


"Aamiin..." sahut Desta.


"Sayang, aku gak nyangka tadi Dokter Ari sampai segitunya, sampai sujud sama kamu!" sahut Khalisa.


"Iya sayang, karena Dokter Ari bingung, demi Anaknya sayang, tapi aku gak suka sampai sujud gitu, aku kan bukan Tuhan!" sahut Desta.


"Mungkin, takut kamu gak ngasih kali sayang, tapi Alhamdulillah yah, semoga lancar operasinya dan gak sia-sia ya Yang." Sahut Khalisa.


"Aamiin..." Sahut Desta dan Khalisa bersamaan.


☀☀☀☀


Khalisa dan Desta telah sampai rumah Umi Sarah. Mereka di sambut oleh Abi Mahmud dan Umi Sarah. Khalisa dan Desta menjelaskan semua pada Umi Sarah, Umi Sarah mengerti. Desta dan Khalisa lega jika Umi mengerti.


"Assalamu'alaikum." Salam Desta dan Khalisa.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Umi Sarah dan Abi Mahmud.


"Desta kamu libur? sini Neng, aduh udah besar yah, perutnya!" Sahut Umi Sarah.


"Desta libur Umi, tadi Khalisa kram, Desta khawatir, mangkanya Desta libur dulu, buat ngantar Khalisa ke rumah sakit." Sahut Desta.

__ADS_1


"Iya, kerjaan bisa dihandle oleh siapa aja, tapi istri kamu lebih penting! masih terasa sakit Neng?" tanya Umi Sarah.


"Enggak Umi, Alhamdulillah." Sahut Khalisa tersenyum.


"Alhamdulillah, kalau gitu, Minah! Minah!" sahut Umi sambil memanggil Minah istrinya Bang Joni yang bekerja di rumah Umi.


"Iya Umi, ada apa?" tanya Minah.


"Hallo, Mba, apa kabar?" sapa Khalisa.


"Eh, kirain siapa Neng, ternyata Mba Khalisa, wah, udah gede aja Mba, berapa bulan?" tanya Mba Minah.


"Tujuh bulan Mba, Alhamdulillah, he-he." Sahut Khalisa.


"Ya udah, Minah, ambilin air dulu! nanti lagi ngobrolnya! Desta mau apa teh?" tanya Umi Sarah.


"Kopi susu aja deh!" minta Desta.


"Tunggu sebentar ya Mas, Neng!" sahut Mba Minah.


"Gimana Desta? kapan kamu adain selamatan?" tanya Umi Sarah.


"Gini Umi, kita adain selamatan di rumah Desta aja ya Mi, biar adil! jadi, Umi sama Bunda Maryam gak bertengkar gara-gara selamatan, gimana?" tanya Desta.


"Kalau Abi, terserah kalian aja!" sahut Abi Mahmud.


"Ya udah, kalau gitu, lebih baik gitu deh, jadi adil!" sahut Umi Sarah.


"Alhamdulillah." Jawab Desta dan Khalisa bersamaan.


"Kompak banget! sebenarnya sedih, tapi gak apa-apa lah, di rumah kalian aja, yang penting bayinya sehat!" sahut Umi Sarah.


"Maaf ya Umi, kita lakuin ini biar adil aja! gak ada iri-irian!" sahut Khalisa.


"Iya, Umi setuju! kalau emang keputusan kalian seperti itu!" sahut Umi Sarah.


"Makasih ya Umi." Sahut Khalisa tersenyum.


"Makasih Umi." Sahut Desta.


"Nah, gitu dong! kan enak!" sahut Abi Mahmud tersenyum.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2