Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 53


__ADS_3

Setelah selesai belanja, Syifa membantu membawa belanjaan Khalisa. Reza masih memperhatikan Khalisa dari kejauhan.


"Lis, Reza masih ngelihatin lo tuh," sahut Syifa.


"Iya, biarin aja Fa, cepat yuk!" sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Akhirnya mereka sampai mobil, belanjaan Khalisa di letakan di Bagasi mobil, hanya sebagian yang Khalisa ambil untuk mengemil di jalan. Mereka pun berangkat ke arah rumah Orang tua Khalisa.


"Lis, belanjaan lo banyak banget sampai satu juta lima ratus gitu, gila kali Lis," sahut Syifa kaget.


"Emang segitu, kenapa emangnya? kan kita belanja kebutuhan kita Fa, asal lo tahu kalau belanja sama Kak Desta, lebih dari satu juta Fa, kata ia sih kalau buat keperluan jangan hitung-hitung, toh buat kita juga kan," sahut Khalisa.


"Yah, itu sih lo, lah kalau gue mah gak ada duit, gue aja kan masih kuliah, belum kerja, bisa pingsan gue Lis liat nominal segitu mah," sahut Syifa.


"Mangkanya buru-buru lulus, cari kerja, biar hidup lo enak, yang seperti gue bilang pelajari hal baru, jangan pernah takut oleh apa pun, setiap tindakan ada resiko," sahut Khalisa.


"Oh, iya, kenapa lo gak kerja Lis? lo kan udah lulus?" tanya Syifa.


"Gak boleh sama Kak Desta, suruh di rumah aja, ngurus ia, ia gak mau nanti anak dan urusan rumah tangga terlantar," sahut Khalisa.


"Bagus dong Lis, namanya suami pengertian," sahut Syifa.


"Neng, makasih ya rokoknya, gak enak nih saya," sahut Bang Joni.


"Gak apa-apa Bang, kan Bang Joni kerja sama saya, kalau mau apa-apa bilang yah," sahut Khalisa.


"Baik banget si Neng mah, orang yang kerja sama Neng bakal betah banget, biasanya saya dan istri kalau dapat majikan pelit, kaya Umi Sarah, he-he," sahut Bang Joni.


"Hust, udah ah jangan gibahin orang, gak baik, sesama manusia harus saling tolong menolong Bang," sahut Khalisa.


"Bukan saya gibahin Neng, nyatanya emang benar, he-he, maaf ya Neng," sahut Bang Joni.


"Iya gak apa-apa Bang," sahut Khalisa.


"Lis, emang Mertua lo pelit?" tanya Syifa.


"Gak tahu Fa, udah ah, gak baik," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Akhirnya Khalisa, Syifa, dan Bang Joni sampai rumah orang tuanya Khalisa. Bunda dan Ayahnya menyambut dengan senang hati kedatangan Khalisa.


"Bun, tumben sepi Mba Mirna sama anak-anak kemana?" tanya Khalisa.


"Lagi jalan-jalan sama keluarganya," sahut Bunda Maryam.


"Desta sudah berangkat ke Jogya yah? berangkat kapan?" tanya Ayah Umar.

__ADS_1


"Udah Ayah, pas pagi-pagi, Khalisa di sini dulu gak apa-apa kan Yah? itu Bang Joni Yah, Bodyguard Lisa, boleh ya ia tinggal di sini sekalian jaga Khalisa kalau kemana-mana," sahut Khalisa.


"Kenalin Pak, saya Joni, Bodyguard Khalisa," sahut Bang Joni.


"Ayah Umar, iya silakan masuk dulu deh, koper kamu bawa ke kamar deh Lis, teman kamu nginap juga?" tanya Ayah Umar.


"Iya Ayah, boleh yah? tidur sama Khalisa kok," sahut Khalisa.


"Boleh," sahut Bunda Maryam dan Ayah Umar bersamaan.


"Makasih Bunda, Ayah," sahut Khalisa.


"Om, tante, makasih yah," sahut Syifa.


"Jon, kita ngopi dulu yuk sini! ngobrol-ngobrol aja yah," sahut Ayah Umar mengajak Bang Joni.


"Kamu bawa belanjaan banyak banget Nak, ini buat di sini?" tanya Bunda Maryam.


"Iya Bunda, buat keluarga di sini, Raja sama Dewa kan suka susu, Khalisa beliin, eh pada jalan-jalan yah, Fa, gue minta tolong dong boleh?" sahut Khalisa.


"Boleh Lis, kenapa?" tanya Syifa.


"Tolong bawain koper di kamar gue yah, gue gak kuat naik, pusing banget, gak bakal nyasar kan di sini mah?" minta Khalisa.


"Siap-siap," sahut Syifa.


"Ini bedak lo, sekalian aja bawa," sahut Khalisa.


"Gak apa-apa kok Bun, Khalisa udah baik juga sama Syifa," sahut Syifa.


"Hati-hati Nak, bawanya yah, soalnya tangganya kan kayu gitu," sahut Bunda Maryam.


🍁🍁🍁


Bunda Maryam membawa dua gelas kopi untuk Ayah Umar dan Bang Joni, dan dua teh manis untuk Khalisa dan Syifa.


"Bun, kan Khalisa bisa ambil sendiri," sahut Khalisa.


"Gak apa-apa Nak, gimana kamu sama Desta baik-baik aja kan?" tanya Bunda Maryam.


"Alhamdulillah, baik Bun, Kak Desta sayang sama Khalisa, baik banget," sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, kalau Mertua kamu gimana? sering main? baik gak sama kamu?" tanya Bunda Maryam.


"Hmm, baik kok Bun, semua baik sama Khalisa," sahut Khalisa menutupi.


"Syukurlah, Bunda senang mendengarnya," sahut Bunda Maryam.


"Bun, Khalisa akhir-akhir ini, sering muntah-muntah, Khalisa beli alat tes kehamilan, tapi gak mengerti pakainya," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Serius kamu Nak? Bunda gak ngerti pakai gituan Nak, Mirna yang pernah pakai dan tahu, cuma orangnya gak ada, sebaiknya kita langsung cek aja ke Dokter ya sayang," saran Bunda Maryam.


"Bunda mau antar Khalisa gak?" tanya Khalisa.


"Mau dong sayang, mau sekarang?" tanya Bunda.


"Boleh Umi, Khalisa mau tahu hasilnya, naik mobil Khalisa aja, diantar Bang Joni ya Bun, tapi ia capek gak Bun?" tanya Khalisa.


"Enggak, tunggu satu jam lagi yah, Bunda siap-siap dulu, teman kamu mana gak turun-turun?" tanya Bunda Maryam.


"Iya, ya Bun, aku susul deh ke atas," sahut Khalisa.


"Bunda taro belanjaan kamu ke belakang ya Nak, sambil mau siap-siap," sahut Bunda Maryam.


"Iya Bun," sahut Khalisa.


Syifa mana lagi gak turun-turun, ditelepon malah sibuk, gue susul aja deh.


🍁🍁🍁


Saat Khalisa susul ke atas, Syifa lagi teleponan dengan Edwin. Khalisa tersenyum sambil memperhatikan Syifa. Khalisa membawa minumannya ke atas.


"Kok udahan? kirain gue kenapa, eh lagi teleponan sama yayang Edwin, he-he," Khalisa meledek Syifa.


"iih... apaan sih Lis, maaf ya lis, kok dibawa ke sini Lis minumnya? ya Allah maafin gue yah," sahut Syifa.


"Gak apa-apa, minum dulu tuh!" sahut Khalisa.


"Makasih ya Lis, keluarga lo baik semua, sama kaya lo Lis," sahut Syifa.


"Iya sama-sama, nanti gue sama Bunda mau ke Dokter, lo di sini aja yah, kasihan lo capek," sahut Khalisa.


"Ya udah, gak apa-apa Lis, gue mau diajak jalan sama Kak Edwin ke pantai Ancol, he-he," sahut Syifa.


"Wah, asyik dong, selamat bersenang-senang yah Fa, jemput di mana?" tanya Khalisa.


"Di warung Bu Emi aja Lis," sahut Syifa.


"Jangan di situ deh, nanti jadi omongan, depan rumah gue aja, gak apa-apa," sahut Khalisa.


"Serius gak apa-apa?" tanya Syifa.


"Iya, tapi kalau buat ketemu gue gak bisa yah, kalau tanpa Kak Desta, gue gak bakal mau temuin ia!" sahut Khalisa.


"Siap Lis, nanti gue bakal jelasin semua sama ia," sahut Syifa.


"Tapi ingat, jangan pernah ajak ia ke rumah gue yang di Puri Indah yah," minta Khalisa.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2