
Maafkan Ari Mak, Syifa, sebenarnya leukimia Adhel sulit disembuhkan, hanya menunggu keajaiban Allah saja, Ya, Allah, sayang sembuh dong sayang, jangan buat Papah khawatir, Papah akan berusaha sekuat tenaga Papah buat kamu, Papah akan panggil senior Papah ke Indonesia, untuk mengobati kamu, semoga kamu sembuh Anak Papah sayang.
"Emak, sama Syifa jangan Khawatir yah, Ari yakin Adhel sembuh, Ari akan panggil Dokter Chandra Wiliardi ke Indonesia, untuk mengobati Adhel, kebetulan dia dari Singapura ingin ke Indonesia." Sahut Dokter Ari.
"Benar ya sayang, aku benar-benar tidak tega melihatnya, Nak Mamah yakin kamu sembuh, Mamah yakin Nak, jangan pernah tinggalin kita semua ya sayang." Sahut Syifa mencium kening Anaknya.
"Iya, Neng, Nenek yakin, Neng Adhel pasti sembuh, banyak-banyak doa Neng, Dek Ari!" sahut Emaknya Syifa.
"Iya, Mak." Sahut Syifa dan Dokter Ari.
☀☀☀☀
Khalisa sedang memikirkan Syifa, kasihan nasib Syifa, Anaknya sakit leukimia, biasanya penyakit itu sangat berbahaya, Khalisa sampai meneteskan air mata, karena sedih.
Ya Allah, lo yang sabar ya Fa, mungkin ini cobaan buat lo, gue selalu doain lo biar Anaknya sembuh, Ya Allah, jangan biarkan Syifa kehilangan Anaknya, karena aku pernah merasakannya, sakit banget kehilangan Anak itu.
"Neng, kok melamun? kenapa Neng?" tanya Bi Aning.
"Aku sedih Bi, mikirin Syifa, Anaknya sakit, terkena penyakit leukimia, sedih banget aku!" sahut Khalisa.
"Astaghfirullah, kasihan sekali Neng, leukimia untuk usia bayi, jarang ada yang sembuh Neng, semoga aja, ada keajaiban datang ya Neng, buat Anaknya Neng Syifa, kasihan ya Allah." Sahut Bi Aning.
"Aamiin, ya Allah." Sahut Khalisa.
Nak, kamu sehat-sehat ya Nak, Mamah gak mau sampai dua kali kehilangan kamu, Mamah sayang kalian Nak.
Khalisa langsung siap-siap untuk mandi dan salat asar, setelah selesai salat asar, Khalisa bersiap-siap untuk dandan. Khalisa menghubungi Desta, ternyata Desta masih di jalan karena macet.
"Sabar ya sayang, ini macet banget!" sahut Desta.
"Iya, kamu hati-hati pokoknya, aku udah dandan sih, nunggu kamu aja, kamu udah hubungi Bunda belum?" tanya Khalisa.
"Udah kok, sayang, Umi juga udah." Sahut Desta.
"Syukur deh, ya udah, kamu hati-hati yah, Assalamu'alaikum." Sahut Khalisa.
"Wa'alaikumsalam sayang." Jawab Desta.
Desta mengendarai mobil, sambil melamun dengan keadaan Syifa, Desta mendoakan agar Anak Syifa cepat sembuh, dan kaget banget terkena penyakit leukimia.
Ya Allah, angkat penyakit Anaknya Syifa, kasihan sekali, dia masih kecil, beri keajaiban padanya. Ya Allah, lindungi keluargaku ku juga dan jauhkan Anak-anakku dari penyakit berbahaya.
Setelah satu jam lebih, Desta sampai di rumah. Desta menyuruh Pak Jamal mengunci pintu gerbang kembali. Desta melihat Bang Joni sedang merapikan catur dan menyapa Desta.
__ADS_1
"Pak, kok dibereskan sih, main aja lagi!" minta Desta.
"Enggak Den, nanti aja, Pak Jamal udah capek kayanya, maaf Den, saya ngopi ini!" sahut Bang Joni.
"Gak apa-apa Bang, santai aja, kalau mau main-main aja lagi, atau kopinya tambah!" sahut Desta.
"Gampang Den." Sahut Bang Boro.
"Bang Boro, kalau bete gak ada kerjaan, Bang Boro bisa pakai mobil saya, ajak istri jalan-jalan, gak apa-apa! biar mobilnya gak karatan mesinnya, kan kemarin habis diservis semua!" sahut Desta.
"Benaran Den?" tanya Bang Joni.
"Benaran, masa saya bohong! Pak Jamal juga bisa, tukeran sama Bang Joni, kalau mau jalan-jalan sama Bi Aning!" sahut Desta.
"Saya gak bisa nyetir Den, yang ada nabrak lagi!" sahut Pak Jamal.
"Belajar Pak!" sahut Bang Joni.
"Belajar gimana? sama siapa? ini saya kan lagi jaga, kalau belajar sama kamu, gak ada yang jaga!" sahut Pak Jamal.
"Nanti kalau saya ada waktu, belajar sama saya Pak!" sahut Desta.
"Wah, saya jadi gak enak!" sahut Pak Jamal.
"Enakin aja!" sahut Desta.
"Lagi ngobrol sama Pak Jamal sama Bang Joni sayang." Sahut Desta.
"Oh, gitu? ngobrol apa?" tanya Khalisa.
"Ngobrol kalau Pak Jamal mau belajar nyetir mobil sayang, nanti, kalau aku ada waktu, aku mau ajarin Pak Jamal, biar Bang Joni jaga! biar Pak Jamal bisa jalan-jalan sama Bi Aning." Sahut Desta.
"Oh, gitu, he-he-he, iya Pak, belajar sama Kak Desta aja yah! biar Bi Aning sama Bapak gak boring kerja terus!" sahut Khalisa.
"Iya Neng, makasih ya Neng, Den Desta, saya semakin betah kerja di sini, udah kaya keluarga sendiri!" sahut Pak Jamal.
"Iya Den saya juga, makasih banyak yah!" sahut Bang Joni.
"Sama-sama, saya masuk dulu ya Pak, Bang!" minta Desta.
"Mari!" sahut Khalisa.
☀☀☀☀
Khalisa menggandeng tangan Desta, Khalisa membawakan tas Desta. Desta pun merangkul Khalisa dan mencium kening Khalisa.
__ADS_1
"Sini sayang, aku bawain tas kamu!" minta Khalisa.
"Berat sayang." Sahut Desta.
"Enggak, berat apanya, kamu mandi dulu, makan ya sayang, terus salat asar, baru kita berangkat ke rumah sakit." Sahut Khalisa.
"Aku udah salat tadi sayang, di jalan ada Masjid, aku mampir sebentar, takut kelamaan kamu nunggu kalau aku mandi sama makan!" sahut Desta.
"Enggak! pokoknya kamu harus mandi dan makan dulu! aku udah siapin makanan kesukaan kamu, sayur asam, he-he-he." Sahut Khalisa.
"Wah, makasih ya sayang, mmmuachh..." Sahut Desta.
"Dedeknya gak dicium?" tanya Khalisa.
"Oh, iya, Assalamu'alaikum, Dedek kembar Papah, apa kabar, baik-baik ya Nak di dalam perut Mamah, jangan nakal! sayang Dedeknya nendang Papahnya, dia bilang Papah bau, belum mandi, ha-ha-ha." Sahut Desta.
"Iya sayang, kalau nendang gitu, aku juga berasa, itu artinya, Papahnya harus nurut sama Mamahnya, Papah harus mandi dan makan, gak boleh enggak! he-he-he." Sahut Khalisa.
"Iya, istriku sayang, mmmuachh..." sahut Desta mencium kening Khalisa dan perut Khalisa.
"He-he-he." Sahut Khalisa tertawa.
"Sekarang aku gak bau lagi kan?" tanya Desta.
"Enggak sayang, tapi kalau kamu pakai minyak wangi kamu, bau!" sahut Khalisa.
"Iya, aku nurut dan pasrah sama istriku!" sahut Desta.
Desta mandi dan Khalisa menyiapkan baju untuk Desta, setelah menyiapkan baju untuk Desta, Khalisa pamit sama Desta untuk ke bawah, untuk menyiapkan makan sore.
"Sayang, aku tunggu di meja makan yah!" sahut Khalisa.
"Iya, sayang, nanti aku nyusul!" sahut Desta.
Desta pun selesai mandi, dan melihat baju di kasur, yang sudah disiapkan Khalisa. Desta sangat bangga punya istri Khalisa, tahu selera suami, Desta tersenyum.
Ya Allah, kamu memang benar-benar istri idamanku, kamu tahu aja kesukaan bajuku, aku makin sayang sama kamu sayang.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu