Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-180


__ADS_3

"Bi, kita ada bakso buat Bibi, Bibi sekalian ambil mangkok buat Pak Jamal sama Bang Joni, sekalian ambil baksonya." Sahut Khalisa.


"Wah, Neng, Aden, ngerepotin aja! makasih banyak ya Neng, Den!" sahut Bi Aning.


"Sama-sama." Sahut Khalisa dan Desta.


Khalisa dan Desta langsung ke meja makan. Desta menyiapkan piring untuk Khalisa dan Desta makan jagung bakar. Khalisa hanya tersenyum melihat kesibukan Desta yang sangat perhatian pada istrinya.


"Sayang, ayo bangun pelan-pelan! aku ambil piring yah!" minta Desta.


"Sayang, kok pakai piring? gak usah!" minta Khalisa.


"Gak apa-apa sayang, biar gak berantakan, kamu diam! duduk manis! oke!" sahut Desta tersenyum.


"Oke!" sahut Khalisa sambil tersenyum.


"Sudah Neng." Sahut Bi Aning.


"Ya udah, Bibi makan sini aja, bareng kita! atau mau cobain jagung bakarnya!" tawar Khalisa.


"Baksonya aja belum di makan Neng, nanti malah kekenyangan lagi." Sahut Bi Aning.


"Maksudnya, buat nanti-nanti Bi, Kalau Bibi iseng gak ada makanan kan ada jagung bakar, semua makanan di sini habis, di kuras Mba Mirna, he-he-he." Sahut Khalisa tertawa.


"Boleh deh, Neng! iya, Mba Mirna lagi eror apa gimana ya Neng, semua makanan di kuras, kaya orang kelaperan Neng." Sahut Bi Aning.


"Hai, lagi ngomongin apa sih? ini jus tomat buat kamu, ini buat aku, di minum dulu sayang sehat, resep buatan aku! Bibi bikin sendiri yah!" sahut Desta.


"Makasih sayang, mmm... enak sayang, ini campur madu yah?" tanya Khalisa.


"Iya sama-sama sayang, iya, pakai madu, enak kan? ha-ha-ha." Sahut.


"Kok Bibi gak kamu buatin sih? omelin aja Bi!" sahut Khalisa.


"Bibi bisa buat sendiri Neng, gak apa-apa." Sahut Bi Aning.

__ADS_1


"Nah, tuh, maaf ya Bi." Sahut Desta.


"Oh, iya, Bibi mau rasa apa? ada keju, pedas, barbeque, mau apa?" tanya Khalisa.


"Ini aja Neng." Sahut Bi Aning.


"Oke, keju yah! aku pisah yah, buat Bi Aning." Sahut Khalisa.


"Makasih Neng, Den!" sahut Bi Aning.


"Sama-sama Bi." Sahut Khalisa.


"Eh, sayang, Pak Jamal sama Bang Joni kasih aja lagi!" sahut Desta.


"Oke, Bibi, ini kasih Pak Jamal sama Bang Joni yah!" minta Khalisa.


"Iya, Neng, Den, nanti saya kasih! makasih banyak Neng." Sahut Bi Aning.


"Sayang, jangungnya enak banget, kenapa gak dari kemarin sih, kamu ajak aku sayang?" tanya Khalisa.


"Mau sayang, besok pulang kerja, aku beliin lagi yah!" tawar Desta.


"Boleh sayang, buat aku ngemil, makanan habis semua, sama Mba Mirna." Sahut Khalisa.


"Kapan-kapan, kalau kamu sudah sembuh, kita ke supermarket yah!" minta Desta.


"Iya sayang." Sahut Khalisa.


"Neng, Den, apa jangan-jangan Mba Mirna hamil lagi kali yah? Bibi ngira seperti itu!" sahut Bi Aning.


"Masa sih, Bi? sampai segitunya, ah, gak mungkin!" sahut Khalisa.


"Iya, gak mungkin, masa ngidam makanan kita habis dikuras? sampai seprei bekas ompol dibawa, geleng kepala aku!" sahut Desta.


"Perkiraan Bibi aja Den, Neng, namanya ngidam, pasti yang aneh-aneh." Sahut Bi Aning.

__ADS_1


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Mirna. Mirna melamun segenap, dia bingung kenapa, tadi Mirna kuras makanan di rumah Khalisa. Mirna menyesal dan menangis. Kedua Anaknya melihat Mirna menangis dan Raja berusaha menelpon Bunda Maryam.


Apa yang aku lakuin? ada apa sama aku? kenapa aku tega sama Khalisa dan menguras semua makanan yang ada di rumah Khalisa, hiks-hiks-hiks.....


"Mitum, Ante Mamah nangis! hiks-hiks-hiks." Raja dengan pintarnya menelpon Bunda Maryam dengan menggunakan handphone Mirna yang dibangku. Meskipun bandel tapi Raja tahu, cara menelepon.


"Wa'alaikumsalam, Raja kenapa nangis? Mamah kenapa? Raja! Raja! hallo!" tanya Bunda Maryam dan langsung mati handphone nya.


"Raja! ngapain kamu pegang handphone Mamah?" tanya Bang Jono.


"Pah, Mamah nangis, Pah!" sahut Raja menarik-narik tangan Papahnya.


"Mirna! kenapa kamu nangis? Anak kamu telepon Kakak ipar kamu! kamu jangan macam-macam sama saya!" sahut Bang Jono yang ternyata masih kasar oleh Mba Mirna dan Mba Mirna tertekan karena tersiksa oleh suaminya.


"Mas, kenapa kamu seperti ini? aku hampir gila! aku menguras semua makanan di rumah Khalisa itu karena kamu! aku udah jahat sama Khalisa, udah berusaha dorong dia! aku gak tahan hidup seperti ini Mas! ceraikan aku saja!" sahut Mba Mirna.


"Kenapa lo ambil hanya makanan? kenapa lo gak ambil emas atau kuras duitnya! hah? kenapa?" bentak Bang Jono.


"Aku gak setega itu Mas! Khalisa keponakanku, aku gak pernah tega sama dia!" sahut Mirna.


Ternyata, Mba Mirna seperti itu, karena suruhan suaminya, Mba Mirna pura-pura Dewa ngompol karena suruhan suaminya Mba Mirna, agar Mba Mirna bisa berdebat dan mendorong Khalisa, jika semua di rumah sakit, dan Khalisa terluka, Mirna bisa mengambil semua barang-barang Khalisa. Tapi nyatanya Mirna gak sanggup, Mirna tidak tega melihat Khalisa terluka, Mirna malah mengantar Khalisa ke rumah sakit. Mirna hanya mengambil semua makanan saja, tidak berani menguras semua uang Khalisa. Di situ Jono sangat marah dan memukuli Mirna. Anak-anak Mirna hanya menangis mendengar Mirna dipukuli.


"Dasar lo, istri gak berguna! ada kesempatan buat ngambil uang Khalisa, malah lo sia-siakan semua! rasakan semua Mirna! gue gak butuh makanan, gue butuh duit! duit! duit! Mirna!" bentak Jono.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2