Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-185


__ADS_3

"Yeee dasar kacrut!" sahut Bang Joni.


"Tadi emang Den Desta chat Bang Joni yah?" tanya Pak Jamal.


"Iya, soalnya kata Den Desta, Mba Mirna sedang ada masalah, jadi jangan sampai Mba Mirna atau suaminya disuruh masuk." Sahut Bang Joni.


"Oke, siap!" sahut Pak Jamal.


☀☀☀☀


Khalisa menghampiri Bi Aning yang sedang masak. Khalisa ingin membantu Bi Aning memasak, tapi Bi Aning melarang takut Khalisa kenapa-kenapa. Tapi Khalisa memaksa, akhirnya Khalisa hanya memotong cabai.


"Bi Aning masak apa?" tanya Khalisa.


"Ikan bakar kuah mentega Neng, pokoknya enak deh." Sahut Bi Aning.


"Kuah mentega? aku baru dengar Bi." Sahut Khalisa.


"Iya, mangkanya nanti Neng coba yah! Neng kok gak pakai kursi roda?" tanya Bi Aning.


"Gak Bi, ribet ah, aku masih bisa jalan kok, lagian cuma di rumah, Bi, apa yang bisa aku bantu?" tanya Khalisa.


"Gak usah Neng, Neng kan masih sakit, nanti kalau kenapa-kenapa, Bibi disalahkan!" sahut Bi Aning.


"Bibi ini lebay banget sih, aku kan gak diri, aku duduk ini, aku bete Bibi, aku ingin gerak! gak mau manja, kalau gitu, aku potong cabai aja yah!" minta Khalisa.


"Iya deh Neng, tapi kalau capek, bilang Bibi ya Neng!" sahut Bi Aning.


"Ah, gini aja masa capek, enggak lah! udah, Bibi tenang aja yah!" minta Khalisa.


"Bibi mah khawatir aja Neng, he-he-he, Neng, itu kabar Mba Mirna gimana?" tanya Bi Aning.


"Gak tahu Bi, katanya lagi ada masalah, aku juga belum tahu masalahnya apa, Kak Desta sore mau ke rumah Bunda, semoga sih gak ada apa-apa Bi." Sahut Khalisa.


"Aamiin... Bibi gak menyangka yang kemarin ya Neng." Sahut Bi Aning.


"Udah Bi, jangan dibahas lagi yah, aku udah ikhlas semua kok!" sahut Khalisa.


☀☀☀☀

__ADS_1


Di kediaman tempat berjualan istri si Marbut. Istri si Marbut marah-marah lagi kepada Raja. Mangkuk dan gelas pada pecah.


"Raja! aduh... mangkuknya pecah semua! dasar kamu yah, Anak nakal! ini baru tahu Rasa! sakit? sakit?" Istri si Marbut menjewer kuping Raja dan mencubitnya.


"Hiks-hiks-hiks, sakit, sakit! aduh...." teriak Raja sambil menangis.


"Ibu, jangan Ibu, kasihan Raja! Ibu jangan!" minta Rina menarik tangan Ibunya.


"Ada apa ini? Bu, ada apa? kok Ibu jewer Raja?" tanya si Marbut yang datang tiba-tiba.


"Bapak lihat aja! mangkuk dan gelas pecah semua! kita mana punya uang buat beli lagi! semua gara-gara Anak ini!" sahut si istri Marbut menjitak kepala Raja.


"Astaghfirullah, Bu, Raja kan masih kecil, kenapa Ibu suruh bawa mangkuk dan gelas? jelas jatuh, Raja juga gak tahu apa-apa, jangan kasar gitu Bu, dosa! sudah, nanti kita beli lagi mangkuk sama gelasnya, kebetulan Bapak lagi ada rezeki." Sahut si Marbut.


"Bapak serius? Alhamdulillah, kalau gitu Pak!" sahut istri si Marbut.


"Ya udah, Ibu jangan marahin Raja lagi, kasihan dia udah trauma, besok-besok, jangan suruh Raja cuci mangkuk atau bawa mangkuk, Raja kan bisa, Ibu suruh elap-elap meja yang ringan aja, berkat dia, kita berkah, rezeki datang Bu." Sahut si Marbut.


"Iya, Ibu minta maaf!" sahut istri Marbut.


"Sekarang, Ibu minta maaf sama Raja!" minta si Marbut.


"Raja, Rina, sekarang, kalian ikut Bapak yah, Bapak mau ajak kalian makan es cream." Sahut si Marbut.


"Asik..." sahut Rina.


"Ayo berangkat!" sahut si Marbut.


☀☀☀☀


Ayah Umar dan Bunda Maryam sudah melaporkan ke polisi dan sudah melakukan visum Raja dan Dewa. Pihak kepolisian akan memproses tuntutan Mirna. Laporan Anak hilang bernama Raja juga akan diproses oleh kepolisian. Bunda Maryam dan Ayah Umar juga sudah ke pengadilan Agama, untuk melakukan proses perceraian. Proses perceraian juga akan diproses oleh pengadilan Agama. Mirna masih saja menangis memikirkan Raja dan sebentar lagi, status Mirna akan menjadi janda.


"Mirna, kenapa lagi kamu? harusnya kamu bisa lebih tenang, kita sudah melaporkan ke polisi dan proses perceraian kamu akan segera di proses, Mas yakin, Raja pasti ketemu." Sahut Ayah Umar.


"Mirna hanya mikirin Raja Mas, di mana dia? dan sebentar lagi, Mirna akan menjadi Janda." Sahut Mirna.


"Kamu terima yang sudah kehendak Allah berikan, mungkin ini yang terbaik, suami seperti itu, gak pantas dipertahankan, hak asuh kamu juga akan jatuh ke tangan kamu Mirna, gak mungkin dong, si buluk lagi di penjara ngurus Anak, udah kamu tenang aja! Ayah banyak kenalan cowok-cowok seumuran kamu, baik semua, yang mau menerima kamu apa adanya." Sahut Ayah Umar.


"Mas, untuk mencari jodoh, Mirna belum kepikiran, Mirna hanya ingin Anak Mirna Raja ketemu udah!" sahut Mirna.

__ADS_1


"Insya Allah, pasti ketemu, kamu sabar Mirna!" sahut Bunda Maryam.


☀☀☀☀


Sesampainya di rumah Bunda Maryam, ada Jono sedang tiduran di bale rumah Bunda Maryam. Bunda Maryam, Ayah Umar, Mirna, kaget Jono tiba-tiba ada di rumah, dengan tidak sopannya tidur di bale kayu Bunda Maryam.


"Ngapain si Buluk ada di sini! kamu masuk ke kamar, bawa Dewa! biar Mas dan Mba yang hadapin si Buluk!" minta Ayah Umar.


"Iya Mas!" sahut Mirna membawa Dewa masuk rumah dan berdiam di kamar.


"Buluk! bangun lo!" sahut Ayah Umar.


"Eh, Mas, maaf Mas, Mba, ketiduran, Mas kok panggil nama saya gak enak sekali yah!" sahut Jono.


"Kenapa emang? kalau gue panggil Buluk? masalah buat lo? ngapain lo ke sini? lo gak malu yah, muka lo mau di taro mana? gak ada malu!" sahut Ayah Umar.


"Dasar gak tahu malu, berani-beraninya dia injak rumah ini, tiduran lagi! gak ada muka lo yah!" sahut Bunda Maryam.


"Astaghfirullah, Mba, Mas, kok sinis sama saya? saya ingin mencari Mirna dan Anak-anak, apa dia ke sini?" tanya Jono.


"Eh, eh, jangan nyebut-nyebut istighfar, dosa lo! buat apa lo cari Mirna lagi? lo mau siksa lagi? hah? jawab gue!" bentak Ayah Umar.


"Jadi, Mirna udah cerita semua sama Mas dan Mba?" tanya Jono.


"Gak usah panggil gue Mas, atau istri gue Mba lagi, muak gue! gue udah percaya sama lo, gue izinkan waktu itu Mirna rujuk sama lo, tapi lo buang kepercayaan gue!" sahut Ayah Umar.


"Mas! Mba! saya menyesal, saya khilaf! tolong maafin saya! saya akan sujud! tolong kembalikan Mirna dan Anak-anak!" sahut Jono pura-pura sujud.


"Bangun lo! bangun! lihat mata gue! cowok kaya lo, pantasnya busuk di penjara! sekarang angkat kaki dari rumah gue! apa perlu gue teriakin maling, supaya lo mati digebukin! PERGI!" bentak Ayah Umar.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2