Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-174


__ADS_3

"Mas, Mirna mau pulang saja, Mirna gak mau di sini lama-lama, Mirna takut bikin suasana semakin kacau." Sahut Mirna.


"Sebaiknya kamu tunggu, Khalisa sama Desta dulu! biar enak lho!" sahut Ayah Umar.


"Enggak Mas, saya mau pulang aja, mereka juga masih marah sama Mirna, disangka mereka saya keenakan di sini! Raja, Dewa ayo pulang!" sahut Mirna.


"Au, Ewa au ninih, au ulang!" sahut Dewa cadel.


"Raja ayo pulang, Dewa kita pulang, ini bukan rumah kita! nanti pulang, kita beli es cream!" sahut Mba Mirna membujuk Anak-anaknya.


"Kamu hati-hati yah, diantar Joni aja yah!" minta Ayah Umar.


"Jangan Mas! nanti naik taxi online aja! gak akan saya mau naik mobilnya Khalisa, Bi Aning, saya pamit pulang yah, oh, iya, itu yang bekas ompol, sepreinya saya bawa pulang aja yah, biar sayang cuci." Sahut Mba Mirna.


"Jangan Neng, biar nanti dilaundry aja!" sahut Bi Aning.


"Gak usah lah! gak usah ngerepotin! udah saya bawa dalam plastik! Mas duluan, taxi online sudah sampai, Assalamu'alaikum." Sahut Mirna.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Bi Aning.


Dasar keras kepala. Aneh banget sih Mirna itu.


"Sini Mas bawakan sampai depan!" sahut Ayah Umar.


"Makasih Mas!" sahut Mba Mirna.


Mirna pulang membawa seprei dan besek makanan punya Khalisa. Dari makanan dan Es cream semua dimasukan ke tasnya Mirna, hingga es cream habis semua dan makanan di lemari habis di bawa Mirna. Saat Bi Aning membuka lemari tidak ada sama sekali makanan.


"Permisi, Pak, Mba Mirna ngambil semua makanan di sini! saya harus bilang apa sama Neng Khalisa dan Desta." Sahut Bi Aning.


"Apa? yang benar kamu?" tanya Ayah Umar.


"Iya, Pak!" sahut Bi Aning.

__ADS_1


"Haduh, Mirna, Mirna, saya heran sama sikap dia sekarang, aneh, kira saya penuh di tasnya baju-baju dia!" sahut Ayah Umar.


"Kalau pulang, saya harus bilang apa Pak?" tanya Bi Aning.


"Kamu bilang aja, apa adanya! pasti Desta dan Khalisa mengerti kok!" sahut Ayah Umar.


☀☀☀☀


Khalisa, Desta, Umi Sarah, Abi Mahmud, dan Bunda Maryam bersiap-siap akan pulang. Abi Mahmud sudah membeli roda untuk Khalisa, Khalisa berterima kasih pada Abi Mahmud.


"Assalamu'alaikum, Desta, Khalisa, Umi sama Bunda kemana?" tanya Abi Mahmud.


"Wa'alaikumsalam. Sahut Khalisa dan Desta.


"Ke kantin kali Bi, tadi bilang mau ngopi!" sahut Desta.


"Ini apa Abi? sayang, kenapa aku suruh pakai kursi roda?" tanya Khalisa.


"Iya, Khalisa, masa iya, Desta mau gotong atau gendong kamu, ini bukan buat orang lumpuh aja, ini membantu kamu, agar kamu tidak terlalu capek!" sahut Abi Mahmud.


"Alhamdulillah, makasih Abi, Abi sama seperti Kak Desta, perhatian banget sama Khalisa." Sahut Khalisa.


"Sama-sama, Iya dong, kan buat menantu dan cucu tersayang." Sahut Abi Mahmud.


"Assalamu'alaikum." Salam Umi dan Bunda Maryam.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Desta, Khalisa dan Abi Mahmud.


"Abi, sudah beli kursi rodanya? kok jelek banget Abi? gak sekalian yang bagus!" sahut Umi Sarah.


"Sengaja Abi beliin yang jelek, karena gak mungkin selamanya Khalisa duduk dikursi ini, jadi Abi beliin yang jelek, karena bersifat sementara." Sahut Abi Mahmud.


"Aduh, suami Umi ini, so sweet banget deh, paling bisa aja deh!" sahut Umi Sarah.

__ADS_1


"Makasih, besan, udah beliin Khalisa." Sahut Bunda Maryam.


"Sama-sama Besan, mantu juga Anak saya sendiri, saya anggap Khalisa itu udah seperti Anak saya sendiri, iya kan Mi?" tanya Abi Mahmud.


"Alhamdulillah, sama Besan, Desta juga udah saya anggap Anak sendiri." Sahut Bunda Maryam.


☀☀☀☀


Akhirnya, Khalisa dan yang lainnya pulang. Desta mendorong kursi roda yang dipakai Khalisa. Khalisa bersyukur banget karena bayinya selamat dan Khalisa bersyukur mempunyai Mertua yang sangat baik dan perhatian.


Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, udah berikan keluarga yang sangat baik untuk Khalisa, suami yang sayang dan perhatian sama Khalisa.


Akhirnya mereka sampai di mobil, saat semua sudah di dalam mobil, mereka berangkat untuk pulang. Mereka pun sampai di rumahnya. Ayah Umar dan yang lainnya menyambut Khalisa pulang.


"Kamu sudah pulang Nak, katanya bayi kamu baik-baik aja yah! Alhamdulillah, Ayah udah takut banget, kenapa kamu di kursi roda Nak?" tanya Ayah Umar.


"Alhamdulillah, Khalisa gak apa-apa Ayah, sengaja di kursi roda, agar Khalisa tidak terlalu capek." Sahut Desta.


"Iya, Yah, Khalisa gak apa-apa kok!" sahut Khalisa.


"Mirna kemana Ayah?" tanya Bunda Maryam.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta Dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2