Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-188


__ADS_3

"Raja, Rina, kita pulang yuk! Ibu udah nunggu pasti!" ajak si Marbut.


"Raja ayo pulang!" ajak Rina yang melihat Raja tak mau berjalan.


"Raja kenapa Nak? ayo pulang!" ajak si Marbut.


"Mmmm..." Raja hanya diam tidak mau berjalan.


"Raja, sekarang udah mau malam Nak, Raja emang mau di sini aja? nanti kalau ada hantu gimana? wajahnya seram, terus hantu itu culik Raja? Raja mau?" tanya si Marbut menakut-nakuti Raja.


"Gak mau!" sahut Raja sambil menggelengkan kepala.


"Kalau gitu, kita pulang ya sayang! ayo Kakak Rina kita pulang!" sahut si Marbut.


"Ayo Pak!" sahut Rina tersenyum.


☀☀☀☀


Desta sampai di rumah. Pak Jamal langsung membuka gerbang dan menggembok kembali gerbang rumah Desta.


"Pak Jamal, Bang Joni, sini!" panggil Desta.


"Iya Den!" sahut Pak Jamal dan Bang Joni bersamaan.


"Tadi Jono suaminya Mba Mirna ke sini yah? jangan sama sekali orang itu, kalian suruh masuk! orang itu bermasalah! jadi buronan polisi!" sahut Desta.


"Astaghfirullah, tadi dia ke sini lirik-lirik rumah Den!" sahut Pak Jamal.


"Usir aja! jangan pernah kasih masuk! oh, iya Bang Joni teman Bang Joni ada yang bodyguard lagi gak? selain Bang Selamat dan Bang Boro? saya butuh lima bodyguard, untuk jaga setiap sudut rumah ini!" minta Desta.


"Ada Den, mau Abang telepon?" tanya Bang Joni.


"Boleh! suruh datang hari ini! dan bekerja mulai malam ini, bisa?" tanya Desta.


"Bisa Den! siap!" sahut Bang Joni.


"Makasih ya Bang, saya masuk dulu! kalau emang udah ada, suruh datang aja!" minta Desta.


"Siap Den!" sahut Bang Joni.


"Oke! oh, iya, tolong Jaga-jaga yah, sebelum bodyguard datang, takutnya Jono itu diam-diam masuk, saya gak mau sampai kalian ceroboh! soalnya niat dia mau maling rumah ini!" sahut Desta.


"Oke, siap Den!" sahut Pak Jamal dan Bang Joni.


Tiba-tiba ada Dokter Ari dan Emaknya Syifa. Desta menyuruh Pak Jamal membuka gerbang dan menggemboknya kembali.


"Assalamu'alaikum." Salam Dokter Ari dan Emaknya Syifa.


"Wa'alaikumsalam, eh, Dokter Ari dan Emak, ayo masuk! masuk! saya baru aja pulang, Pak Jamal tolong di buka! nanti jangan lupa gembok lagi yah!" sahut Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Jamal.


"Pake di gembok segala, emang banyak maling ye?" tanya Emaknya Syifa.


"Banyak Mak!" sahut Desta.

__ADS_1


"Mas, maaf, malam-malam gini saya ganggu!" sahut Dokter Ari.


"Gak apa-apa, santai aja!" sahut Desta.


Desta, Dokter Ari, dan Emaknya Syifa langsung masuk ke dalam. Desta menyuruh Emaknya Syifa dan Dokter Ari untuk duduk di ruang tamu. Sedangkan Desta memanggil Khalisa.


"Bi Aning! tolong siapkan minum buat Dokter Ari dan Emaknya Syifa Yah! saya mau panggil Khalisa." Sahut Desta.


"Siap Den!" sahut Bi Aning.


"Ari, Enak, saya panggil Khalisa dulu yah!" sahut Desta.


"Iya, silakan!" sahut Dokter Ari.


"Ibu, sama Dokter Ari mau minum apa?" tanya Bi Aning.


"Minum yang segan-segan, kaye jeruk-jeruk gitu ada?" tanya Emaknya Syifa.


"Ada, Dokter Ari apa?" tanya Bi Aning.


"samain aja Bi." Sahut Dokter Ari.


"Di tunggu yah!" sahut Bi Aning.


"Deh, ilah, tamu aje udah kaya restoran Ri, enak bener ye! mau minum ape, he-he-he, rumah apa restoran ini!" sahut Emaknya Syifa.


"Iya Emak, kalau orang kaya emang kaya gitu!" sahut Dokter Ari.


"Gak kaye rumah kite ye, kalau ada tamu, sediain aje teh manis, jadi." Sahut Emaknya Syifa.


☀☀☀☀


"Sayang, bangun sayang, aku pulang." Sahut Desta.


"Mmm... kamu udah pulang? ya Allah, maaf sayang, habis salat isya, aku ngantuk banget!" sahut Khalisa.


"Gak apa-apa sayang, di ruang tamu, ada Dokter Ari dan Emaknya Syifa, temuin dulu yuk!" sahut Desta.


"Hah? serius? ya udah aku cuci muka dulu! kamu mau ganti baju sekalian gak?" tanya Khalisa.


"Gak usah sayang, nanti aja, kalau mereka sudah pulang, gak enak takut mereka kelamaan!" sahut Desta.


"Iya sayang, aku ke kamar mandi dulu sebentar!" sahut Khalisa.


"Iya, kok gak pakai roda? kamu kuat?" tanya Desta.


"Gak mau ah, aku kuat sayang, aku gak mau manja dengan roda!" sahut Khalisa.


"Aku antar ke kamar mandi!" minta Desta.


"Sayang, gak usah ah, jangan lebay deh!" minta Khalisa tersenyum.


"Aku kan khawatir!" sahut Desta.


"Sejak siang aku gak pakai roda, wudhu, bulak balik ke kamar mandi, gak apa-apa kok! udah ah!" sahut Khalisa berjalan pelan-pelan.

__ADS_1


"Hati-hati sayang." Sahut Desta mengikuti dari belakang Khalisa.


"Kok kamu ikutin aku sayang?" tanya Khalisa.


"Gak apa-apa, aku juga mau cuci muka, ha-ha-ha." Sahut Desta.


Dokter Ari dan Emak masih menunggu sambil minum-minuman yang disediakan Bi Aning.


"Silakan Bu, Dok!" sahut Bi Aning.


"Makasih ya Bi!" sahut Dokter Ari.


"Makasih Bi." Sahut Emaknya Syifa.


"Sama-sama, saya tinggal yah, permisi!" sahut Bi Aning.


"Iye, nunggu lama gak ape-ape deh, betah Emak dimari Ri, he-he-he." Sahut Emaknya Syifa.


Ya Allah, punya Mertua gini banget yah, bikin malu, tapi lucu, biar bagaimana juga, dia tetap orang tuaku.


"Ri, seger bener ye, mmm... di rumah kagak ada minuman ginian, beli nape, beliin Emak!" sahut Emaknya Syifa.


"Iya, nanti kalau ada rezeki Ari beliin." Sahut Dokter Ari.


"Assalamu'alaikum." Salam Khalisa dan Desta, Khalisa mencium tangan Emaknya Syifa.


"Eh, Neng, udeh gede aje ye, hasilnya, duduk Neng, pelan-pelan!" sahut Emaknya Syifa.


"Ada apa Mak? ini, maaf kalau kelamaan ya Mak!" sahut Khalisa.


"Iya Neng, gak ape-ape, Emak ke sini mau minta maaf sama Neng Khalisa sama Desta, yang kelakuan Emak sapan hari!" sahut Emaknya Syifa.


"Iya, Mba, Mas, saya sama Emak, mau minta maaf soal kemarin, udah buat malu!" sahut Dokter Ari.


"Kita udah lupakan masalah itu kok, Emak, Dokter Ari, jadi gak usah dipikirin banget." Sahut Khalisa.


"Iye, kite gak enak lah, udeh marah-marah gak jelas maren, gara-gara tikus got noh!" sahut Emaknya Syifa.


"Yuda udah taubat Mak, dia sekarang udah jadi orang baik kok." Sahut Desta.


"Ati-ati Desta, nanti bise bise taubat sambel, Emak sih, gak percaye!" sahut Emaknya Syifa.


"Kita harus bersikap positif thinking Mak, gak boleh suhuzon gitu yah, Allah aja, maha Pemaaf, pengampun, Yuda juga kan udah menebus kesalahannya waktu dipenjara." Sahut Desta.


"Iya, Emak gak boleh gitu yah, bener apa kata Mas Desta, sebesar apapun, kesalahan orang, kita harus maafin." Sahut Dokter Ari.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2