
"Benar juga sayang." Sahut Khalisa.
Khalisa dan Desta Akhirnya, sampai rumah. Desta menyuruh siapa aja yang mau bantu barang-barang ke dapur.
"Assalamu'alaikum. Salam Desta dan Khalisa.
"Wa'alaikumsalam, wah, banyak banget Den, Neng." Tanya Bi Aning.
"Bibi, bantu beres-beres yah!" minta Khalisa.
"Siap Neng." Sahut Bi Aning.
"Permisi Pak, Bu, saya Dani, yang mau pasang Bak dan kran." Sahut Dani.
"Oh, oke, Pak Dani, silakan aja kerjakan yah, Kira-kira berapa hari selesai?" tanya Desta.
"Tiga harian Pak, soalnya kan harus di sementara, cat, biar rapi, belum pasang paralon untuk kran." Sahut Pak Dani.
"Oke, oke, kerjakan aja Pak, kalau ada bahan-bahan yang kurang, bilang sama saya yah, Bapak ngerjain sendiri?" tanya Desta.
"Sendiri Pak, teman saya ajakin gak mau." Sahut Pak Dani.
"Oke." Sahut Desta.
"Saya gak bisa nginap ya Pak, sekitar jam enam jam lima saya pulang." Sahut Pak Dani.
"Siap-siap, Bapak udah ngopi belum? ngopi dulu sama makan yah!" sahut Desta.
"Sudah Pak, ini sudah dibuatkan sama Bu Aning, kalau makan sudah di rumah sama istri." Sahut Pak Dani.
"Oh, gitu, oke deh, semoga betah ya Pak!" sahut Desta.
Khalisa dan Bi Aning sibuk membereskan dan memasukan makanan dan minuman ke kulkas. Desta menegurnya untuk Khalisa beristirahat dulu.
"Sayang, istirahat dulu! biar Bi Aning aja!" minta Desta.
"Gak apa-apa sayang, cuma nano-nano di kulkas aja kok." Sahut Khalisa.
"Neng Khalisa sama Den Desta mau Bibi ambilin makan?" tanya Bi Aning.
"Gak usah Bi, kita udah makan kok, mungkin suami aku mau makan lagi." Sahut Khalisa.
"Enggak sayang, aku juga kenyang." Sahut Desta.
"Kalau gitu, Bibi aja!" sahut Khalisa.
__ADS_1
"Bibi udah Neng." Sahut Bi Aning.
"Bibi mau yakult? kalau mau ambil yah!" sahut Khalisa.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Bunda Maryam. Mamahnya Jono datang ke rumah Bunda Maryam, ingin mengambil Dewa dan Raja.
"Mirna! keluar kamu!" bentak Mamahnya Jono.
"Eh, eh, berani-beraninya di rumah orang teriak-teriak, anda gak punya etika dan sopan-santun yah!" sahut Bunda Maryam.
"Ada apa Bun?" tanya Ayah Umar.
"Heh, Umar! mana Raja dan Dewa! saya mau bawa pulang!" minta Mamahnya Jono.
"Enak saja kamu mau ambil Raja dan Dewa, saya mau laporkan polisi kamu! agar kamu masuk penjara!" sahut Ayah Umar.
"Bu, ada apa? kenapa teriak-teriak di sini?" tanya Mirna.
"Raja! Dewa! ikut Nenek pulang!" bentak Mamahnya Jono.
"GAK MAU!" bentak Raja dan Dewa.
"Ayo! Raja! Dewa!" tarik Mamahnya Jono.
"Jangan Bu! jangan dibawa! Hiks-hiks-hiks." Minta mirna sambil menangis.
"Lepas Mirna! semua ini gara-gara kamu! ah...." Mamahnya Jono digigit Raja dan Dewa.
"Keluar dari rumah saya setan!" bentak Ayah Umar.
"Atau saya bakal panggil Warga, supaya anda digebukin!" sahut Bunda Maryam.
"Awas kalian semua! Raja! Dewa awas kamu sama Nenek!" Mamahnya Jono langsung keluar dengan raut wajah kesal.
"Hiks-hiks-hiks...." Raja dan Dewa menangis.
"Ya Allah, sini Nak!" peluk Mirna ke Anak-anaknya.
"Mirna! kamu jangan kasih keluar Raja dan Dewa! makin menjadi tuh orang!" sahut Bunda Maryam.
"Iya Mba." Sahut Mirna.
"Ayah, Ayah gak apa-apa?" tanya Bunda Maryam.
__ADS_1
"Tolong ambilkan air Bun!" Ayah Umar terasa sesak karena menahan emosi.
"Hiks-hiks-hiks... Mas, Mas gak apa-apa?" tanya Mirna.
"Gak apa-apa Mirna, kamu jaga Anak kamu, jangan sampai setan itu ke sini lagi!" sahut Ayah Umar.
"Raja sama Dewa, jangan keluar dulu yah! Raja sama Dewa mau ditangkap sama Nenek?" tanya Mirna menghapus air matanya sendiri.
"Mamah jangan nangis, Raja nurut kok!" sahut Raja.
"Dewa juga nurut sama Mamah yah!" minta Mirna.
"Iya Mah." Sahut Dewa.
"Apa kata Mba, sama Mas, bahaya kan? kalau sampai kamu temuin Raja dan Dewa ke Jono." Sahut Bunda Maryam.
"Iya Mba, saya gak mau kehilangan mereka berdua." Sahut Mirna.
"Ayah, gimana dadanya? masih sakit?" tanya Bunda Maryam.
"Alhamdulillah, sudah enakan Bun." Sahut Ayah Umar.
"Alhamdulillah." Sahut Bunda Maryam.
"Mba, Mas, maafin Mirna yah, keluarga Jono selalu aja buat Mba sama Mas susah, hiks-hiks-hiks." Sahut Mirna menangis.
"Gak apa-apa Mirna, sudah jangan dipikirin, sekarang kamu hati-hati, jaga Anak kamu!" sahut Ayah Umar.
"Apa hal ini kita lapor polisi lagi yah? biar Ibunya sekalian masuk penjara bareng Anaknya." Sahut Bunda Maryam.
"Kita gak ada bukti Bun, yang pintar cari bukti hanya Desta, tapi kita gak enak melibatkan dia terus, sudah beberapa biaya dia keluarkan hanya ingin masalah selesai, Ayah berhutang budi sama Desta." Sahut Ayah Umar.
"Iya Mas, Mirna juga gak mau selalu merepotkan Desta dan Khalisa, biar Mirna yang nanggung semua ini!" sahut Mirna.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU
__ADS_1