Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 65


__ADS_3

"Lo harus bisa Fa, sebentar lagi kan lo bakal berumah tangga, lo harus bisa hadapin semua lika-liku rumah tangga," sahut Khalisa.


"Iya Lis, gue jadi takut kaya lo Lis, Mertuanya bawel," sahut Syifa.


"Kan gue bilang, jangan pernah takut, dan jangan pernah berprasangka buruk dulu, siapa tahu Mertua lo sayang sama lo Fa, semangat, he-he," sahut Khalisa.


"Iya Bu guru, Lis, ajarin gue masak dong!" minta Syifa.


"Sama Bibi aja yah, gue lagi mual soalnya, lo mau lagi masak terus muntah-muntah di masakan," sahut Khalisa.


"Oh iya, lupa gue, nanti aja deh, kalau lo gak mual," minta Syifa.


"Mau sampai kapan nunggu gue sampai gak mual? kan lo minggu mau ke Mesir, nanti lo bingung lagi kalau disuruh masak," sahut Khalisa.


"Mudah-mudahan aja, gue gak disuruh masak, he-he," sahut Syifa.


"Dih, lo kan di sana pasti nginap, seenggaknya lo bantu-bantu Ibunya Kak Edwin masak," sahut Khalisa.


"Ah, gimana dong?" tanya Syifa.


"Ya udah, mumpung gue di sini, sana belajar masak sama Bi Aning, mau kok ia ngajarin lo!" sahut Khalisa.


"Antarin," sahut Syifa.


"Manja banget sih," sahut Khalisa.


"Bumil gak boleh tidur terus, harus gerak! ayo cepat!" tarik Syifa.


"Aduh, sakit Syifa, bentar! gue ambil handphone gue dulu, takut Kak Desta telepon," sahut Khalisa.


"Sory, sory, he-he," sahut Syifa.


"Ayo!" ajak Khalisa.


"Merah gak tangan lo?" tanya Syifa.


"Enggak, apaan sih lebay ah!" sahut Khalisa.


"Bukan gitu, ntar kalau tangan lo lecet, gue diomelin sama Kak Desta, ha-ha-ha," sahut Syifa.


"Ngaco!" sahut Khalisa tersenyum.


"Nah, gitu dong senyum, cantik tahu!" sahut Syifa mencubit pipi Khalisa.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Akhirnya, Syifa dan Khalisa sampai di dapur, Syifa terkejut melihat dapurnya Khalisa bagus dan besar, Khalisa menyuruh Syifa tunggu di dapur, karena Bi Aning sedang di taman.



"Lis, ini dapur? gede banget Lis, baru ini gue masuk dapur lo, ada buah lagi, he-he," sahut Syifa.


"Lo mau? ambil aja, lo tunggu sini yah, gue panggil Bi Aning dulu," sahut Khalisa.


"Gue ambil satu yah, emang kemana Bi Aning?" tanya Syifa.


"Ambil aja, bentar yah," sahut Khalisa.


"Jangan lama-lama!" minta Syifa.


"Eh, Neng, ada apa Neng?" tanya Bi Aning.


"Bibi habis dari mana?" tanya Khalisa.


"Habis dari taman Neng, ada apa?" tanya Bi Aning.


"Ajarin teman aku belajar masak ya Bi, soalnya aku lagi mual gak bisa ngajarin," sahut Khalisa.


"Mau diajarin masak apa Neng?" tanya Bi Aning.


"Bebas terserah Bibi aja, yang ada bahan di dapur keluarin aja Bi," sahut Khalisa.


"Siap Neng," sahut Bi Aning.


"Lo mau kemana?" tanya Syifa.


"Ke ruangan tv, kalau di sini gue takut mual Fa, obat gue kan di rumah Bunda," sahut Khalisa.


"Iya Lis," sahut Syifa.


"Bi, tolong ya Bi, ajarin sampai pintar, he-he," sahut Khalisa.


"Siap Neng," sahut Bi Aning.


🍁🍁🍁


Gak lama, Desta menghubungi Khalisa video call sambil mengendarai mobil. Wajah Desta cemas dan khawatir pada Khalisa.



"Assalamu'alaikum, sayang, kamu kemana aja sih? bikin aku khawatir kalang kabut tahu gak," sahut Desta.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, Maaf Kak, tadi handphone aku low, aku ketiduran, kepala aku sakit Kak," sahut Khalisa.


"Ya Allah, wajah kamu pucat gitu, kamu habis nangis ya sayang, gara-gara Umi?" tanya Desta.


"Gak apa-apa kok Kak, udah enakan badan aku, Kakak jangan marah sama Umi yah, semua salah aku, harusnya aku hargai masakan Umi, aku malah kecewain Umi," sahut Khalisa.


"Aku pasti salahin orang yang salah lah, kamu jangan salahin diri kamu sendiri, Umi itu tega sama istri aku, kalau dia nyakitin kamu, sama aja nyakitin aku juga, udah tahu kamu mual, malah dipaksa makan salad, kalau orang salah jangan di bela sayang," sahut Desta.


"Biar gimana pun, dia Ibu kamu Kak, orang tua aku juga, jadi aku ikhlas Kak, hiks-hiks," sahut Khalisa menetes air matanya," sahut Khalisa.


"Sayang, udah yah, jangan nangis lagi, maafin Umi aku yah, please jangan nangis ya sayang, nanti mata kamu tambah bengkak, wajah kamu aja pucat, jumat aku pulang sayang, dua hari lagi yah, insya Allah, udah, udah, sayang," sahut Desta.


"Iya Kak, cuma entah kenapa netes terus Kak, air mata aku," sahut Khalisa.


"Jangan sayang, jangan nangis, aku minta sama kamu, jangan sampai kamu kepikiran terus, aku gak mau Dede kita kenapa-kenapa sayang, kamu di mana? di rumah yah?" tanya Desta.


"Di rumah Kak, aku gak berani pulang ke rumah Bunda, soalnya tadi mata aku bengkak, ini udah Alhamdulillah hilangan Kak," sahut Khalisa.


"Ya Allah, masalah kaya gini aja kamu nutupin dari orang tua kamu, aku bersyukur banget ya Allah, punya istri soleha, aku semakin bersalah lho, rasanya aku pengen banget peluk istri aku, hapus air mata istri aku, maafin aku ya sayang, saat kamu butuh, aku gak ada di samping kamu, aku benar-benar kecewa sama Umi, udah buat istri aku nangis, tadi kalang kabut teleponin kamu gak aktif, sampai telepon Bunda juga aku, sampai gak fokus kerja, rasa tuh pengen nangis sayang, kalau belum tahu kabar kamu sayang," sahut Desta.


"Aku kangen sama Kakak, hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa.


"Iya sayang, sabar ya sayang, dua hari lagi aku pulang, aku juga udah kangen sama kamu, jangan nangis sayang, tunggu aku pulang ya sayang, istri aku harus kuat, mmmuaacch, i love you istriku," sahut Desta.


"Iya Kak, gak sabar nunggu Kakak pulang, dedenya udah kangen sama Papahnya, Mamahnya juga kangen banget, aku cengeng ya Kak," sahut Khalisa.


"Cengeng, tapi aku suka sama manja kamu, buat hati aku bergetar di sini, baru seminggu aja udah kangen, apa lagi dua minggu sayang, aku bisa-bisa kaku di sini," sahut Desta.


"Kok kaku? aneh? Kakak hati-hati nyetir sambil video call, berhenti dulu aja Kak, Kakak mau kemana emang?" tanya Khalisa.


"Iya kaku kaya patung, saking rindunya sama istri, ntar kaya gini mau? melotot, ha-ha-ha," sahut Desta meledek Khalisa.


"Enggak mau, seram Kak ih, he-he," sahut Khalisa.


"Ha-ha-ha, Alhamdulillah, istriku udah mulai senyum, masya Allah cantiknya istriku, masih mual gak sayang?" tanya Desta.


"Yang tadi belum di jawab? Kakak mau kemana? aku masih mual Kak, kepala aku sakit," sahut Khalisa.


"Oh, iya, aku survei wilayah sambil ngambil dokumentasi sayang, jadi foto-foto wilayah gitu, buat laporan, minum obat jualnya dari Dokter sayang," sahut Desta.


"Oh, gitu, enak dong Kak sambil jalan-jalan, ketinggalan di rumah Bunda Kak," sahut Khalisa.


"Kok bisa ketinggalan sih sayang, suruh Joni ambil ah, gak mau tahu kamu harus minum! aku pulang aku kelitikin lho, jangan bandel, cepatan ah suruh Joni ambil!" minta Desta.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2