
"Kenapa Neng kok sedih romannya?" tanya Joni sambil menyetir mobil.
"Enggak apa-apa Bang, cuma sedih aja di tinggal Kak Desta, aku ini type orangnya emang cengeng Bang," sahut Khalisa.
"Iya Neng, Abang mengerti kok, namanya juga pengantin baru yah? apa lagi Den Desta bilang kalian langsung Nikah, gak pacaran lagi, wajar kalau seorang istri sedih, tapi jangan berlebihan sedihnya, mendingan Neng berdoa yang terbaik buat Den Desta, maaf ye kalau saya salah ngomong nih," sahut Joni.
"Gak apa-apa Bang nasehatnya, Abang sendiri udah berkeluarga?" tanya Khalisa.
"Alhamdulillah udah Neng, anak aja udah lima, masih pada kecil, yang pertama SMA," sahut Joni.
"Hmmm, Alhamdulillah dong Bang, banyak anak banyak rezeki," sahut Khalisa.
"Iya sih, tapi bingung biayainnye Neng, kadang kasih yang satu, yang satu iri," sahut Joni.
"Abang kenapa gak jadi supir tetap aja?" tanya Khalisa.
"Enggak Neng, saya udah suka sama pekerjaan saya ini, duitnya juga lumayan, tapi saya gak ngelakuin kejahatan kok Neng, kalau yang baik-baik aja, saya mau, kalau ngelakuin kejahatan saya tolak," sahut Joni.
"Bagus dong Bang kalau gitu, semoga rezeki Abang selalu lancar yah Bang," sahut Khalisa.
"Aamiin, makasih Neng, oh, iya, kapan mau punya momongan nih? belum ada tanda-tanda gitu Neng?" tanya Joni.
"Belum Bang, tapi akhir-akhir ini gak tahu kenapa saya pusing, dan bawaannya manja dan cengeng banget sama suami Bang," sahut Khalisa.
"Mungkin Neng hamil kali, mual gak?" tanya Joni.
"Enggak Bang," sahut Khalisa.
"Sebaiknya, diperiksa ke Dokter, siapa tahu Neng benaran hamil," saran Joni.
"Iya nanti deh Bang, emang istri abang gimana dulu? apa setelah nikah, langsung hamil?" tanya Khalisa.
"Enggak sebulan juga udah hamil Neng, ia mah subur banget," sahut Joni.
"Hmm, gitu ya Bang, doain ya Bang, semoga aku hamil," minta Khalisa.
"Siap Neng, pasti saya doakan, kenapa? Umi Sarah udah nanyain yah? itu majikan paling bawel Neng, saya udah kenal lama sama beliau," sahut Joni.
"Iya dulu saya bodyguard beliau, cuma buat mata-mata Den Desta aja," sahut Joni.
__ADS_1
"Mata-mata gimana?" tanya Khalisa penasaran.
"Tapi Neng jangan cerita lagi sama Umi, atau Den Desta," minta Joni.
"Dulu waktu Den Desta kuliah, kan pacaran sama cewek, gak tahu saya namanya lupa, itu sama Umi dilarang, saya suruh mata-matain Desta sama cewek itu enggak, ngapain aja, kaya gitu, kalau nyuruh itu mulutnya pedas Neng, tapi saya mah sabar aja," sahut Joni.
"Tapi Kak Desta gak ngapa-ngapain Bang?" tanya Khalisa.
"Enggak, Den Desta mah anak baik, pegangan tangan aja gak pernah ia, pernah saya lihat ceweknya itu agresif, tapi Den Desta menghindar, gak macam-macam sih ia, cuma kasihan hanya di porotin uangnya doang, ceweknya itu selingkuh sama cowok lain Neng, sampai ceweknya itu menikah sama cowok itu, tapi Den Desta hanya sabar, menerima, pasrah," sahut Joni.
"Ya Allah, kasihan Kak Desta ya Bang," sahut Khalisa.
"Iya kasihan Neng, habis putus dan ditinggal nikah melamun, gak makan, sampai sakit, akhirnya ia pindah kuliah di Mesir," sahut Joni.
"Hmm, terus gak ada cewek lagi Bang?" tanya Khalisa.
"Gak ada Neng, frustasi kali, jadi gak mau pacaran lagi ia kata Umi, kalau emang ada yang mau ya langsung Ta'aruf, gitu Neng ceritanya, ha-ha," sahut Bang Joni.
"Makasih ya Bang, udah banyak cerita," sahut Khalisa.
"Sama-sama Neng, Neng beruntung bisa dapatkan Den Desta, ia kalau udah sayang, sayang banget, apa lagi udah jadi istrinya, dia baiknya kebangetan baik, gak galak, sabar orangnya Neng, kalau bisa jangan pernah nyakitin ia Neng, kasihan orangnya baik," sahut Joni.
"Semua pada bilang kaya gitu, Bi Aning juga gitu Bang bilang sama saya, saya gak akan pernah nyakitin ia kok Bang, tapi saya suka cemburu," sahut Khalisa.
"Gitu ya Bang, tapi saya sering ketakutan kehilangan ia," sahut Khalisa.
"Tenang aja Neng, semua itu gak akan terjadi, doakan aja yah, cuma Neng harus sabar-sabar hadapin Umi Sarah, dia beda dari yang lain, baik sih baik, cuma mulutnya agak pedas, banyak pembantu yang gak betah kerja sama Umi, soalnya serba diatur, nyuci kalau gak bersih ngomel, masak harus begini begitu, istri saya pernah di tawarin kerja di situ, tapi gak saya kasih, takutnya sakit hati," sahut Joni.
"Begitu ya Bang, saya baru tahu, he-he," sahut Khalisa.
"Beda sama Abi Mahmud, sama Den Desta, orangnya sabar, Den Desta nurunin ke Abinya, mangkanya beda sifatnya sama Umi," sahut Joni.
"Iya Bang, Kak Desta itu suami tersabar buat saya, dia gak pernah marah sama saya, dia sayang banget sama saya Bang," sahut Khalisa.
"Iya Neng, langgeng sampai akhir hayat ye," sahut Joni.
"Aamiin, makasih ya Bang, nanti ke rumah dulu ya Bang, saya mau ngambil baju, nanti Abang mau kan ngantar saya ke rumah orang tua saya?" tanya Khalisa.
"Siap, masa gak mau, nanti kalau gak mau, Den Desta marah sama saya, kemana pun Neng pergi, Abang siap Antar, maaf ya Neng, kalau tampang Abang seram, dan ngomong agak kebetawian, saya bakal ubah dikit-dikit ye," sahut Joni.
__ADS_1
"Gak apa-apa kok Bang," sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Gak lama, Syifa datang ke rumah Khalisa. Syifa melihat ada orang yang seram banget dua orang dan menghampiri Syifa.
"Pak Jamal, Khalisa kemana?" tanya Syifa.
"Dia ke Bandara Neng, ngantar suaminya, mau masuk dulu!" tanya Pak Jamal.
"Pak Jamal, siapa cewek ini?" tanya Boro.
"Ini temannya Khalisa Ro," sahut Pak Jamal.
"Pak, salam aja deh buat Khalisa, tadi saya ke sini, soalnya mau ngampus dulu," sahut Syifa.
"Siap Neng, nanti Bapak sampaikan!" sahut Pak Jamal.
"Gak mau masuk dulu Neng, ngobrol sama saya?" sahut Boro suka sama Syifa.
"Enggak ah Bang, mau ngampus," sahut Syifa.
"Boro-boro, gak bisa lihat cewek cakep lo, jangan mau Neng, udah punya Bini ia!" sahut Slamet.
"Sue lo Met, masih single gini gue, lo mah enak udah kawin, gue masih single nih," sahut Boro.
"Neng jangan di dengarin, saya masih single kok," sahut Boro.
"Gimana cewek mau, kalau nampang kalian aja nakutin, Neng Syifa takut lah," sahut Pak Jamal.
"Tapi hati saya baik kok Pak, iya gak Neng," sahut Boro mengedipkan mata ke Syifa.
"Hmmm," Syifa tersenyum.
"Neng, kalau mau tunggu ojek online di dalam aja, jangan diluar," saran Pak Jamal.
"Gak apa-apa Pak, dikit lagi kok," sahut Syifa.
"Mau ngampus Neng, Abang boleh minta nomornya gak? kalau boleh, gak boleh juga gak apa-apa," minta Boro.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰