
"Mungkin dia cinta banget kali sama kamu, sampai kaya gitu," sahut Khalisa agak cemberut.
"Kalau cinta, gak mungkin nyakitin aku nikah sama orang lain, pas cerai mau balikan lagi sama aku, saat aku udah nemuin permaisuriku, kamu cemburu ya sayang, sini cium ah..." sahut Desta meledek Khalisa.
"Enggak! siapa yang cemburu!" sahut Khalisa.
"Oh, jadi gitu gak cemburu?" tanya Desta.
"Buat apa aku cemburu sama orang yang udah nyakitin kamu, aku tuh cemburu sama orang soleha, kalau ada yang suka sama kamu," sahut Khalisa.
"Yang benar? ha-ha-ha," sahut Desta.
"Benarlah, kenapa emang?" tanya Khalisa.
"Sayang, kita boleh cemburu, tapi jangan berlebihan, kamu mah cemburu sampai mau cerai! waktu itu!" sahut Desta.
"Masih dibahas? aku bukannya apa-apa, itu Ines waktu itu udah bikin sakit hati aku, wajarlah aku nangis, dan kesal, menurut kamu aku berlebihan?" tanya Khalisa.
"Kok jadi galak? hah?" tanya Desta mencubit pipi Khalisa.
"Sakit..." sahut Khalisa masih cemberut.
"Kok marah? istriku marah lagi, mmmuacchh..." sahut Desta mencium Khalisa.
"Apaan sih," sahut Khalisa.
"Jangan ditahan ah... senyum-senyum aja sayang jangan ditahan!" sahut Desta tersenyum.
"Gak mau..." sahut Khalisa menahan senyum.
🌷🌷🌷🌷
Setelah bercanda dengan Khalisa, Desta menghampiri Bang Joni untuk menjelaskan semuanya, kalau Khalisa dan Desta gak akan pindah ke Bali. Bang Joni sangat senang mendengarnya. Umi terbangun dari tidurnya, saat Ashar tiba, mereka salat berjamaah bersama. Khalisa melihat Umi sudah benar-benar taubat.
"Kalau kalian besok ke Bandung, Umi ikut ya? Umi mau minta maaf sama Abi, boleh ya Desta!" minta Umi Sarah.
"Tapi Umi lagi sakit, Umi di rumah aja istirahat!" sahut Desta.
"Enggak Desta, Umi mau bertemu Abi, izinkan yah, Khalisa, Desta!" minta Umi Sarah.
"Iya, boleh! tapi Khalisa besok mau USG dulu Umi," sahut Desta.
"USG? Khalisa udah hamil?" tanya Umi Sarah, Khalisa dan Desta heran dan bingung kenapa Umi tidak tahu.
"Astaghfirullah, Umi benar-benar tidak tahu?" tanya Desta.
"Umi gak tahu Desta, apa yang Umi lakukan selama ini, ini Umi baru sadar, Umi baru ngerasain badan Umi enteng, serius!" sahut Umi Sarah.
"Khalisa selama ini hamil Umi, udah satu bulan lebih, Umi sebentar lagi bakal punya cucu," sahut Desta.
"Alhamdulillah, Umi punya cucu, Umi ikut USG yah, Neng, Umi bahagia," sahut Umi Sarah.
Masya Allah, aku jadi bingung, jadi hari-hari Umi kemarin itu, bukan Umi, aku gak percaya semua ini.
__ADS_1
"Umi, Khalisa mau tanya, waktu itu Umi ingat gak ngajarin Khalisa masak steak? terus Umi marah-marah, ingat gak?" tanya Khalisa.
"Masak steak? Umi gak ingat Neng!" sahut Umi Sarah.
"Umi bilang sama Khalisa, kalau kesukaan Kak Desta steak," sahut Khalisa.
"Emang, tapi Umi gak ingat," sahut Umi Sarah.
🌷🌷🌷🌷
Saat Khalisa melamun, heran dengan Umi. Desta menghampiri Khalisa sambil memeluk Khalisa.
"Sayang, kok melamun? kenapa?" tanya Desta.
"Aku heran sama Umi, kok habis di ruqiyah, Umi gak ingat apa-apa ya?" tanya Khalisa.
"Ada sayang, kamu gak usah heran, teman aku ada yang di ruqiyah tapi gagal, akhirnya gila, jadi ruqiyah itu harus benar-benar Ustadz, kaya Ustadz Arif tadi, jadi gak boleh sembarangan, Alhamdulillah, Ustadz Arif bisa, meskipun sedikit membuat Umi lupa, yang penting Umi sadar, jadi baik lagi sama kamu sayang," sahut Desta.
"Aku jadi kasihan sama Umi sayang," sahut Khalisa.
"Udah, jangan banyak dipikirkan yah, tadi aku sempat takut pas Umi di ruqiyah, takut seperti teman aku, tapi Allah baik, Umi akhirnya gak kenapa-kenapa, dan aku senang, jahatnya Umi waktu itu bukan karena sifatnya, tapi karena permainan orang jahat." sahut Desta.
"Apa besok mau sekalian jenguk Yuda sayang?" tanya Khalisa.
"Jangan dulu deh, kita harus cepat-cepat ke Bandung nemuin Abi, nanti kalau masalah sudah beres, baru deh, kita jenguk Yuda." Sahut Desta.
🌷🌷🌷🌷
Keesokan harinya, Khalisa, Desta, Umi, berangkat ke rumah Khalisa mengambil baju. Dari semua orang yang ada di rumah Khalisa sangat senang mendengar kabar Umi Sarah sudah sembuh dan tidak bawel lagi, seperti anggapan yang lain.
"Dok, kok belum terlihat yah?" tanya Desta.
"Belum Pak Desta, baru satu bulan soalnya, nanti kalau sudah empat bulan atau lima bulan baru terlihat kelaminnya apa, yang sabar ya Pak Desta dan Bu Khalisa.
"Tapi gimana perkembangannya Dok?" tanya Khalisa.
"Perkembangannya sehat, jaga terus ya Bu Khalisa, soalnya kalau hamil mudah itu sangat rentan.
"Iya Dok, saya akan jaga baik-baik kok," sahut Khalisa.
"Vitaminnya masih ada? kalau sudah habis saya kasih lagi yah!" sahut Dokter Susi.
"Sudah habis Dok, makasih yah," sahut Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Setelah selesai USG, Khalisa dan Desta keluar. Desta sangat bahagia melihat perkembangan Dedek bayinya sehat. Begitu juga dengan Umi Sarah.
"Gimana Neng, perkembangannya?" tanya Umi Sarah.
"Alhamdulillah, baik Umi, cuma belum terlihat," sahut Khalisa.
__ADS_1
"Kalau sebulan mah belum Neng, gak apa-apa yang penting sehat ya Neng, jaga baik-baik ya Neng," sahut Umi Sarah mengelus perut Khalisa.
Ya Allah, senangnya kaya mimpi, Umi udah benar-benar sadar dan baik banget, seperti awal Kak Desta melamar, bahagianya sampai ke ubun-ubun.
"Sekarang, kita langsung berangkat ke Bandung yah, udah siap kan Istri aku sama Umi aku?" tanya Desta.
"Siap!" sahut Khalisa dan Umi Sarah.
"Nah, gitu dong kompak! masya Allah, bahagia banget aku hari ini," sahut Desta.
🌷🌷🌷🌷
Mereka berangkat ke Bandung bersama-sama. Bang Joni yang menyetir mobil. Disepanjang jalan Desta selalu menggenggam tangan Khalisa dan menciumnya sambil tersenyum. Pemandangan ke arah Bandung sangat indah, membuat Khalisa kagum dengan pemandangannya.
"Aduh, mesra-mesraan mulu nih, Umi jadi kangen sama Abi kalian," sahut Umi Sarah.
"Nanti juga Umi bakal ketemu sama Abi, sabar ya Umi," sahut Khalisa.
"Iya Neng," sahut Umi Sarah.
"Umi, sini coba tangannya, mmmuacchh..." Desta sayang sama Umi sahut Desta mencium tangan Umi Sarah.
"Kok Umi nangis? jangan nangis dong!" Desta menghapus air mata Umi.
Alhamdulillah, aku senang banget lihatnya, semoga selamanya seperti ini, Kak Desta sangat sayang sama Umi.
"Joni, kenapa diam saja dari tadi? tegang banget!" sahut Umi Sarah.
"Gak apa-apa Umi, kaget aja, Umi udah berubah," sahut Bang Joni.
"Memang saya power rangers, bisa berubah, ada-ada aja Jon, oh, iya, istri kamu kerja gak?" tanya Umi Sarah.
"Enggak Umi, di rumah aja," sahut Bang Joni.
"Kerja sama saya mau?" tawaran Umi Sarah.
"Wah, saya harus tanya dulu sama dia Umi, nanti kalau mau saya kabarin deh!" sahut Bang Joni.
"Ya, udah, kabarin saya aja yah!" minta Umi Sarah.
"Iya Umi, siap!" sahut Bang Joni.
"Desta, kenapa Bang Joni gak kamu suruh jadi supir kamu?" tanya Umi Sarah.
"Sudah, tapi Bang Joni gak mau," sahut Desta.
"Kenapa gak mau Jon?" tanya Umi Sarah.
"Saya gak enak sama Slamet, sama Boro Umi," sahut Bang Joni.
"Boro, sama Slamet suruh jadi tukang kebun rumah Umi mau? soalnya besar banget kebunnya, gak ada yang urus!" sahut Umi Sarah.
"Nanti saya bilang dulu sama orangnya deh, Umi!" sahut Bang Boro.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰