Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-215


__ADS_3

"Ya Allah, kasihan mereka berdua, kamu yang sabar ya, tabah, dan banyak berdoa." Sahut Ayah Umar.


"Mas, Aku mau bilang, Dewa selalu memanggil Papahnya, apa aku harus temuin Jono dan Dewa?" tanya Mirna.


"Enggak! enggak! Mas gak setuju! suami kamu udah jahat, apa lagi Ibunya Jono, kamu bisa celaka Mirna! lebih baik Dewa kangen sama Papahnya dibanding kalian harus celaka lagi!" sahut Ayah Umar.


"Tapi Mas, Dewa bisa sakit kalau kangen terus sama Papahnya, oke memang ada mantan suami, istri, tapi mantan Anak itu, gak ada Mas, biar bagaimana pun, sebesar apapun kesalahan Mas Jono, Dewa dan Raja tetap Anaknya, Mas Jono masih berhak menemui Raja dan Dewa." Sahut Mirna.


"Mas tahu itu, tapi Mas gak setuju! kamu ingat! Mamahnya Jono, lagi dendam sama kita, kamu mau habis dicelakai mereka, contohnya Desta! kamu jangan konyol Mirna!" sahut Ayah Umar.


"Kenapa Yah? kok ramai sekali? Mirna kenapa?" tanya Bunda Maryam.


"Ini, si Mirna, mau temuin Dewa dengan si kodok itu, kan konyol banget!" sahut Ayah Umar.


"Mirna, buat apa lagi kamu temuin Dewa ke Jono? dia udah jahat Mirna! sekarang kamu pikirin surat perceraian kamu aja!" minta Bunda Maryam.


"Dewa manggil-manggil Mas Jono Mba, Mirna takut Dewa sakit! hiks-hiks-hiks..." sahut Mirna.


"Ya kamu kan bisa alasan, kita gak mau ya Mirna, semua keluarga ini kena masalah, tolong, kamu nurut sama kami!" sahut Bunda Maryam.


"Iya Mirna, sebaiknya, kamu pikirkan perceraian kamu, tunggu kabar surat kamu itu! masalah Dewa gak usah kamu manjain untuk ketemu Papahnya!" sahut Ayah Umar.


"Bikin Dewa lupa sama si Jono itu! kalau bisa biar benci sama Papahnya, kamu ajak jalan kemana kek, makan es cream, atau apa!" sahut Bunda Maryam.


"Iya Mba, Mas." Sahut Mirna.


"Sudah, kamu jangan banyak dipikirkan! kalau surat cerai kamu keluar, biar Ayah ke kantor polisi, minta tanda tangan si kodok itu!" sahut Ayah Umar.


"Iya Mirna, kamu istirahat, jangan banyak pikiran dan terlalu capek, soal makan, tempat tinggal, jajan Dewa dan Raja, kamu gak usah pikirkan, Mba ikhlas kok, bantu kamu!" sahut Bunda Maryam.


"Makasih Mba, Mas, secepatnya, Mirna akan mencari pekerjaan, buat bantu-bantu Mba sama Mas!" sahut Mirna.


"Sudah Mirna, kamu jangan pikirkan itu yah!" sahut Bunda Maryam.


"Sudah Bun, kita tinggal yuk!" minta Ayah Umar.


"Tinggal dulu ya Mirna, ingat jangan pernah temuin Jono sama Dewa!" minta Bunda Maryam.


"Iya Mba, Mas." Sahut Mirna.


Gimana ini sayang, Mamah bingung dengan situasi ini, kita di sini numpang, jadi Dewa sabar yah Nak.


☀☀☀☀


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali lima Bodyguard meminta kunci ruangan fitnes dengan Bi Aning yang sedang mencuci piring. Bang Sandi memanggil Bi Aning.


"Pagi, Bi Aning!" panggil Bang Sandi.


"Eh, iya, ada apa Bang? minta bukain ruangan fitnes yah?" tanya Bi Aning.


"Iya Bi, maaf lewat sini, soalnya, depan dikunci!" sahut Bang Sandi.

__ADS_1


"Oke, ditunggu ya Bang!" sahut Bi Aning mengambil kunci ruangan fitnes.


Setelah menunggu, Bi Aning sampai di dapur lagi, dan mengajak Bodyguard ke ruangan fitnes.


"Dingin amat ya Bang!" sahut Pandi.


"Ah, nora lo! ini namanya ac!" sahut Bang Sandi.


"Nora emang dia mah, Bang!" sahut Bejo.


"Settt, Bi di mana ruangannya, muter-muter bae!" sahut Joko.


"Sabar ngapa Jok!" sahut Misar.


"Tahu bawel!" sahut Sandi.


"Nah, ini ruangan fitnesnya, silakan!" sahut Bi Aning.


"Oke Bi." Sahut Pandi.


"Nanti kalau udah, kuncinya kasih saya yah! saya di dapur!" sahut Bi Aning.


"Bi, tolong fotoin kita dong! boleh gak? maaf kalau kita ngerepotin!" sahut Sandi.


"Iya, iya, sini!" sahut Bi Aning.


Lima Bodyguard minta tolong Bi Aning untuk memotretnya, dengan gaya mereka masing-masing.



"Bagus!" sahut Bi Aning.


"Makasih ya Bi, maaf, kalau kita ngerepotin pagi-pagi!" sahut Sandi.


"Iya, gak apa-apa, Bibi tinggal dulu yah!" sahut Bi Aning.


"Iya Bi Makasih!" sahut Sandi dan yang lainnya.


"Sama-sama." Sahut Bi Aning.


☀☀☀☀


Saat ke dapur, Bi Aning melihat Khalisa sedang mencuci piring. Bi Aning langsung menghampiri Khalisa, dan merasa tidak enak.


"Pagi Bi." Sahut Khalisa tersenyum.


"Pagi Neng, ya Allah, Neng kenapa nyuci piring, udah Neng, sini Bibi aja!" minta Bi Aning.


"Gak apa-apa kok Bi, sekalian aku olahraga!" sahut Khalisa.


"Ya ampun Neng, Bibi jadi gak enak!" sahut Bi Aning.

__ADS_1


"Udah, gak apa-apa Bi, Bi kita buat nasi kuning yuk! Bibi bisa kan?" tanya Khalisa.


"Siap Neng, bisa dong!" sahut Bi Aning.


"Oke, bahan-bahan kalau gak ada Bibi beli aja yah, ini uangnya!" sahut Khalisa.


"Siap Neng, Bibi ke depan ya Neng, buat beli bahan yang gak ada." Sahut Bi Aning.


"Siap Bi." Sahut Khalisa.


Desta masih di ruangan kerjanya, menyelesaikan pekerjaan yang tertunda di rumah. Khalisa membawa susu hangat dan roti ke ruangan Desta. Khalisa melihat Desta sedang sibuk mengerjakan sesuatu.



Assalamu'alaikum, sibuk banget suami aku, ini aku bawain susu hangat sama roti, sambil nunggu sarapan pagi sayang." Sahut Khalisa tersenyum sambil meletakan susu hangat dan roti.


"Wa'alaikumsalam, ya ampun, istriku, repot-repot segala, iya sayang, Yohan chat aku, gak ngerti masalah project ini, aku kan udah tiga hari gak ngantor, maafin aku ya sayang." Sahut Desta.


"Gak apa-apa sayang, justru aku yang minta maaf sama kamu, gara-gara nyelesain masalah keluarga aku, pekerjaan kamu jadi tertunda." Sahut Khalisa.


"Gak apa-apa sayang, kan aku masih bisa handle, kamu udah minum susu belum? biar si kembar selalu sehat." Sahut Desta.


"Sudah sayang, kamu minum dulu nih, sama isi perut kamu, biar kerjanya enak dan semangat!" sahut Khalisa.


"Makasih banyak ya istriku, sini cium dulu! mmmmuuucchhh, cium si kembar mmmmuuucchhh...." sahut Desta mencium kening Khalisa dan perut Khalisa.


"Semangat Papah kerjanya yah, Dedek kembar sayang sama Papah, he-he-he." Sahut Khalisa.


"Iya dedek, Papah juga sayang sama Dedek, mmmuuuaacchh..." sahut Desta.


"Sayang, aku bantuin Bi Aning masak dulu yah, kamu kalau udah selesai nyusul ke bawah, hari ini, aku mau bikin nasi kuning." Sahut Khalisa.


"Nasi kuning? kaya tumpeng yah? ya udah, tapi kamu jangan capek-capek yah!" minta Desta memeluk perut Khalisa dan menciumnya.


"Iya sayang, nanti kita jadi gak ke rumah Syifa sama belanja ke supermarket?" tanya Khalisa.


"Mmmm... jadi sayang." Sahut Desta tersenyum.


"Mmmm... makasih ya sayang." Sahut Khalisa mencium kening Desta dan merapikan rambutnya.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU

__ADS_1


__ADS_2