
"Kak, kenapa wajah Kakak seperti itu? gak ada senyumnya? bikin aku sedih aja," sahut Khalisa menatap Desta.
"Gak apa-apa sayang, maafin Umi yah, kamu jangan ambil hati ya sayang," sahut Desta.
"Iya Kak, gak apa-apa kok, sekarang kita pulang yah, senyum dong!" minta Khalisa.
"Mmmm..." Desta tersenyum.
Aku tahu, pasti hati kamu sakit sayang, cuma kamu berusaha untuk kuat demi aku, kamu itu bagi aku perempuan tangguh.
"Sudah mau pulang Pak Desta dan Bu Khalisa?" sapa Dokter.
"Iya Dokter Ari, makasih banyak telah membantu merawat suami saya, Dokter juga udah selamatin suami saya, terima kasih ya Dok!" sahut Khalisa.
"Sama-sama Bu Khalisa, semoga luka Pak Desta cepat pulih yah, jangan lupa sering kontrol ke sini yah!" sahut Dokter Ari.
"Terima kasih Dok!" sahut Desta tersenyum.
🍁🍁🍁
Khalisa dan Desta akhirnya berjalan menuju mobilnya. Dan Bang Joni membantu membuka pintu mobilnya. Sedangkan Dokter Ari tersenyum melihat dari atas Khalisa dan Desta pergi.
Khalisa adalah perempuan yang kuat, meskipun dia berkali-kali dimarahi Mertuanya, dia tetap tegar dan setia pada suaminya...
"Saya senang Den Desta akhirnya udah bisa pulang, tadi Kok saya lihat Umi Sarah ketemu gak negur saya yah," sahut Bang Joni.
"Bang Joni, gak usah bahas Umi lagi yah, oh, iya, kalau Umi main bilang aja saya sama Khalisa gak ada di rumah, saya lagi kesal aja, bukan saya durhaka, tapi buat peringatan dia dan pelajaran dia aja," sahut Desta.
"Siap Den!" sahut Bang Joni.
"Apa kita gak keterlaluan Kak?" tanya Khalisa.
"Enggak! semoga dengan caraku ini, Umi bisa sadar, dan gak akan menyakiti kamu lagi," sahut Desta.
"Maafin aku ya Kak, gara-gara aku, hubungan Kakak sama Umi jadi renggang, sebenarnya aku gak mau seperti ini," sahut Khalisa.
"Enggak sayang, semua bukan salah kamu kok, kita gak marah kok sama dia, kita begini hanya untuk menyadarkan dia aja, dari dulu kelakuan Umi begitu, waktu aku pacaran sama Ririn juga sikapnya begitu, jadi, kamu gak usah khawatir ya sayang," sahut Desta.
"Iya Kak, tapi Umi semakin benci nanti sama aku," sahut Khalisa.
"Enggak sayang, jangan khawatir yah," sahut Desta tersenyum sambil membelai kepala Khalisa.
Gak lama ponsel Khalisa berdering, ternyata Bunda menghubunginya, untuk menanyakan kabar Khalisa dan Desta.
"Assalamu'alaikum, Bunda," salam Khalisa.
"Wa'alaikumsalam, kamu udah pulang Nak? kamu pulang ke rumah kamu?" tanya Bunda Maryam.
"Iya Bun, ini lagi di jalan Bun, aku pulang ke rumah aku Bun," sahut Khalisa.
"Syukurlah Nak, gimana kabar Desta? sudah membaik?" tanya Bunda Maryam.
"Alhamdulillah, udah Bun, tapi harus banyak istirahat di rumah, belum bisa kemana-mana dulu," sahut Khalisa.
"Besok Bunda, Ayah, sama Mba Mirna insya Allah main ke rumah kamu yah," sahut Bunda Maryam.
__ADS_1
"Iya Bun, silakan, Khalisa ikut senang," sahut Khalisa.
"Bunda boleh bicara sama Desta!" minta Bunda Maryam.
"Iya Bun, Assalamu'alaikum," sahut Desta.
"Wa'alaikumsalam, Nak Desta gimana kabarnya? sudah sehat?" tanya Bunda Maryam.
"Alhamdulillah, udah mendingan Bun, kata Khalisa besok mau main ke rumah?" tanya Desta.
"Syukur Alhamdulillah, Bunda doakan semoga cepat sehat dan pulih seperti biasa ya Nak, iya Bunda besok main insya Allah, Umi kamu sudah tahu kalau kamu pulang?" tanya Bunda Maryam.
"Sudah kok Bun, maafin Umi atas kejadian kemarin ya Bun," sahut Desta.
"Iya, gak apa-apa Nak Desta, Bunda mohon banget jaga Khalisa yah, Khalisa itu anaknya polos, disuruh apa aja sama yang tuaan mau, dan dia juga lembek anaknya, Bunda takut Khalisa dimarahin sama Umi kamu lagi," sahut Bunda Maryam.
"Iya Bunda, Desta akan jaga Khalisa sampai kapan pun, gak ada satu orang pun yang bisa menyakiti dia, meskipun itu Ibu Desta sendiri, Desta akan selalu lindungi Khalisa Bun," sahut Desta.
"Alhamdulillah, makasih ya Nak, Bunda senang mendengarnya, boleh Bunda bicara sama Khalisa lagi?" tanya Bunda.
"Ini Bunda mau bicara lagi sama kamu!" sahut Desta.
"Iya Bun," sahut Khalisa.
"Neng, kamu jaga kandungan kamu yah, rawat suami kamu dengan baik ya Nak," nasihat Bunda Maryam.
"Siap Bun, makasih nasihatnya yah, ditunggu besok ya Bun," sahut Khalisa.
"Insya Allah, ya udah Bunda tutup teleponnya ya sayang, Assalamu'alaikum." Sahut Bunda Maryam mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa.
"Iya gak apa-apa sayang, masa aku larang," sahut Desta tersenyum.
"Makasih Kak," sahut Khalisa.
"Wah, teman-teman aku juga besok mau pada datang jenguk sayang, jadi ramai deh, he-he," sahut Desta.
"Teman apa Kak? kantor?" tanya Khalisa.
"Iya sayang, gak apa-apa kan yah?" tanya Desta.
"Gak apa-apa Kak, masa aku larang juga," sahut Khalisa.
Khalisa dan Desta akhirnya sampai rumah, banyak yang menyambut kedatangan Desta di rumah. Khalisa dengan dengan sekuat-kuatnya merangkul Desta sampai ruang tamu.
"Wah, Den Desta sudah sembuh? saya ikut senang Den Desta udah pulang," sahut Pak Jamal.
"Iya Pak, Alhamdulillah, sayang kamu gak usah bantu aku, nanti gak kuat!" minta Desta.
"Apa sih Kak, lebay banget gitu aja gak kuat, ayo!" sahut Khalisa tersenyum.
"Mau dibantu Den?" tanya Bang Joni.
"Gak usah Bang, saya aja!" sahut Khalisa.
"Wow, aku punya istri supermen, ha-ha-ha," ledek Desta.
__ADS_1
"Ih.. Kakak mah," sahut Khalisa tersenyum.
"Ha-ha-ha," Desta tertawa.
"Assalamu'alaikum," salam Desta dan Khalisa.
"Wa'alaikumsalam, ya Allah, Den Desta, udah pulang, he-he," sahut Bi Aning.
"Bibi tolong bawain tasnya ke kamar yah, maaf ya Bi," minta Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Bi Aning.
"Sayang, aku mau di ruang tamu dulu aja," sahut Desta.
"Gak langsung ke kamar Kak?" tanya Khalisa.
"Di sini aja sayang, ah, kamu udah kangen sama aku yah, ngajakin ke kamar, hayo ngaku? ha-ha-ha," ledek Desta.
"Enggak Kak, ih.. kan kalau di kamar Kakak bisa tiduran," sahut Khalisa malu-malu.
"Masa sih? masa sih?" tanya Desta sambil menyenggol Khalisa.
"Ih.. enggak Kak, lagi sakit genit banget sih, he-he," sahut Khalisa tersenyum.
"Biarin genit sama istri sendiri ini, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.
"Kan gak boleh gerak Kak, nanti sakit lagi," sahut Khalisa.
"Emang aku gerak mau ngapain sayang?" ha-ha-ha," lagi-lagi Desta meledek Khalisa.
"Ah... Kakak, awas yah!" sahut Khalisa.
"Kok jadi ngancam sih? jangan dong! ntar kamu aja yang gerak yah, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa senang meledek Khalisa.
"Gerak ngapain Kak? main ayunan?" sahut Khalisa.
"Olahraga, olahraga di kamar, ha-ha-ha," sahut Desta terus meledek Khalisa.
"Ih.. Kakak mah," sahut Khalisa memukul Desta dengan bantal.
"Aduh, jangan sayang, nanti aku tambah sakit, tambah gak bisa gerak sama olahraga malam deh, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa lagi sambil manja.
"Tau ah, gak jelas!" sahut Khalisa.
"Gak jelas apanya sih, hah?" Desta mencium Khalisa sambil meledek.
"Dari tadi bercanda mulu," sahut Khalisa.
"Oh, kamu kayanya gak suka basa-basi yah, mau langsung yah, ayo ngaku! udah merah tuh wajah kamu, ha-ha-ha," sahut Desta.
Bersambung..
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, sambil nunggu episode Ta'aruf Cinta, silakan nih mampir ke ceritaku yang sahabat author ku ya yang cerita ceritanya gak kalah menarik, romantis, cekidot 🥰🥰
Duwi Sukema
__ADS_1