Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-196


__ADS_3

Kediaman rumah Khalisa. Khalisa dan Desta sedang sarapan pagi. Setelah selesai sarapan pagi, Khalisa dan Desta bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit.


"Sayang kamu sudah telepon rekan kamu kan? kalau hari ini kamu gak ngantor?" tanya Khalisa.


"Udah sayang, beres pokoknya, yang penting masalah kita cepat selesai." Sahut Desta.


"Aamiin..." sahut Khalisa dan Desta bersamaan.


"Barengan." Sahut Khalisa.


"Artinya, kita sehati." Sahut Desta.


"Harus dong." Sahut Khalisa.


Setelah keduanya berganti pakaian, mereka turun dan siap-siap berangkat. Mereka pamit ke Bi Aning dan yang lainnya.


"Bi Aning, kita pamit dulu yah!" sahut Desta.


"Iya Den, Neng, hati-hati yah, semoga lukanya Neng Khalisa cepat sembuh." Sahut Bi Aning.


"Aamiin..." Sahut Khalisa dan Desta.


"Pak Jamal, Bang Joni dan Abang-abang lainnya, tolong jaga rumah yah!" minta Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Jamal dan yang lainnya.


"Pak Jamal, tolong buka gembok gerbangnya!" perintah Desta.


"Siap!" sahut Pak Jamal.


"Gak mau saya antar aja Den?" tanya Bang Joni.


"Gak usah Bang, bantu jaga rumah aja yah!" sahut Desta.


"Oke, deh!" sahut Bang Joni.


"Sayang, handphone aku ketinggalan di kamar, aku ambil dulu yah, kamu di mobil aja dulu!" minta Desta.


"Kenapa gak minta tolong Bi Aning aja!" sahut Desta.


"Gak usah sayang, selagi aku bisa, aku akan usaha ambil sendiri, meskipun kita ada pembantu, aku gak mau terlalu banyak menyusahkan orang lain, kan tugas dia hanya masak, cucu baju, piring beres-beres, jangan jadikan pembantu kita itu budak, tapi keluarga sendiri." Sahut Khalisa.

__ADS_1


"Keren deh, istriku..." sahut Desta tersenyum sambil memegang kepala Khalisa.


Sambil menunggu Khalisa, Desta sudah ada di dalam mobil, Desta selfie-selfie di mobil sambil tersenyum dan berkaca. Khalisa langsung masuk mobil dan tersenyum melihat kelakuan suaminya itu.



"Sayang, narsis banget selfie-selfie gitu, udah rapi kok rambutnya, suami aku udah tampan!" sahut Khalisa tersenyum sambil merapikan rambut Desta.


"Makasih ya istriku, rambut suami kamu di rapihin, i love you istriku." Sahut Desta tersenyum dan mencium tangan dan kening Khalisa.


"I love you too suamiku." Sahut Khalisa tersenyum.


"Kita berangkat yah." Sahut Desta.


"Iya sayang." Sahut Khalisa.


"Mudah-mudahan, di jalan kita bisa menemukan Raja." Sahut Desta.


"Aamiin... kamu udah nyuruh orang buat mencari kan Yang? sama kamu udah tempelin foto-foto Raja di jalan?" tanya Khalisa.


"Sudah sayang, sekitar lima orang, pesuruh aku udah mulai hari ini mencari Raja, foto Raja juga udah ditempel, bismillah, pasti ketemu!" sahut Desta.


"Aamiin..." sahut Desta dan Khalisa.


Bunda Maryam dan Ayah Umar sudah sampai rumahnya. Mirna langsung menuntun dan membantu Ayah Umar berjalan. Tetangga ada saja yang usil dengan Mirna.


"Assalamu'alaikum." Salam Bunda Maryam dan Ayah Umar.


"Wa'alaikumsalam, Eh, Mas, Mba, sudah pulang, mari Mirna bantu!" sahut Mirna.


"Ha-ha-ha, Mir, kamu udah jadi Janda yah? mangkanya cari cowok yang benar, kasihan kan Anak-anak kamu, punya suami bejat! ha-ha-ha, ngakunya sih, bahagia, tapi nyatanya kaya gitu, Ibu-ibu." Sahut Ibu-ibu comel.


"Eh, kalau Khalisa katanya suaminya tajir, ah, paling, juga gak lama kaya Tantenya si Mirna, ha-ha-ha." Sahut Ibu-ibu lainnya.


"Ibu-ibu, jangan bawa-bawa Anak saya yah, ini urusan keluarga kami, urusin aja rumah tangga Ibu-ibu, sudah benar apa belum? gak usah ngurusin keluarga orang!" sahut Bunda Maryam.


"Bunda, udah, Bunda! masuk aja! gak usah ladenin mereka!" sahut Ayah Umar.


"Kesal aja, rumah tangga mereka aja belum benar, udah ngurusin rumah tangga orang!" sahut Bunda Maryam.


"Istighfar Bun, istighfar!" minta Ayah Umar.

__ADS_1


"Hiks-hiks-hiks..." Mirna menangis.


"Mamah... Mamah..." sahut Dewa menarik-narik Mirna.


"Mirna, kamu kenapa nangis?" tanya Ayah Umar.


"Mirna udah buat malu keluarga ini Mas! semua orang bilang, Mirna janda, dan mencap Mirna jelek! hiks-hiks-hiks.


"Dewa, sini sama Tante! Dewa gak boleh nangis yah, Dewa cowok, harus kuat!" sahut Bunda Maryam menghapus air mata Dewa.


"Sudah Mirna, tetangga di sini kan emang dari dulu begitu, kamu harus sabar, biarin kamu janda, kamu buktikan kalau kamu janda masih punya harga diri!" sahut Ayah Umar.


"Iya Mirna, kamu harus sabar, mulutnya tetangga sini emang ember semua, kamu tahu kan, yang masalah Khalisa nikah Ta'aruf salah katanya, emang sih, salah, cuma Destanya mau kaya gitu, gimana? itu kan urusan keluarga kita, tapi Khalisa tetap tegar, kuat menahan Ibu-ibu gosip seperti itu, kamu harus contoh Khalisa!" sahut Bunda Maryam.


"Khalisa masih mending Mba, punya suami yang memberi semangat, sedangkan Mirna, udah gak punya siapa-siapa lagi, hiks-hiks-hiks..." sahut Mirna.


"Mirna, kamu bilang gak punya siapa-siapa? terus kita anggap apa sama kamu hah?" tanya Bunda Maryam.


"Kamu masih Punya Mas, Mba, Khalisa, Desta, yang ikhlas membantu kamu!" sahut Ayah Umar.


"Mirna lebih baik pergi dari rumah ini, biar gak menyusahkan Mba dan Mas!" sahut Mirna.


"Mirna! keras kepala kamu yah, sana pergi! tapi jangan harap kamu bawa Dewa! Mba akan sangat marah kalau kamu pergi!" sahut Bunda Maryam.


"Maafin Mirna Mba, Mas! hiks-hiks-hiks." Sahut Mirna menangis.


"Mba, di sini udah anggap kamu Adik Mba sendiri, jadi tolong, jangan pernah bilang pergi dari rumah ini yah!" sahut Bunda Maryam.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_1




__ADS_2