Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 135


__ADS_3

"Ayah, biarkan mereka bicara dulu! Raja sama Dewa ikut Tante yuk! kita beli es cream!" sahut Bunda Maryam.


☀☀☀☀


Akhirnya, Mirna dan Jono sepakat untuk saling memaafkan dan membatalkan perceraian. Jono minta maaf atas semua kelakuannya pada Mirna. Sebenarnya selingkuhannya itu hanya memanfaatkan dirinya saja dan hamil sama orang lain, bukan Jono.


"Mirna, maafkan saya, sudah menyakiti hati kamu, saya ingin rujuk bersama kamu lagi! ternyata selingkuhan saya hanya memanfaatkan saya saja, demi Anak-anak Mirna, kalau kita cerai, kasihan Anak-anak kita!" sahut Mas Jono.


"Enak saja kamu! setelah disakitin sama selingkuhan kamu, kamu mau minta balik lagi ke saya, emang aku cewek apaan, nanti setelah kamu dapatkan yang baru lagi, kamu tinggalkan aku lagi!" sahut Mba Mirna.


"Enggak Mirna, enggak! aku benar-benar taubat sama kamu, aku mau jadi suami yang baik buat kamu dan Anak-anak, tolong saya Mirna, percaya sama saya! apa perlu saya bersujud Mirna!" sahut Mas Jono.


"Hiks-hiks-hiks, aku bingung Mas! sakit hati aku!" sahut Mba Mirna.


"Mirna tolong demi Anak-anak! hiks-hiks-hiks, saya salah, saya hina!" sahut Mas Jono bersujud.


"Bangun Mas! bangun! oke, aku akan kasih kesempatan kamu sekali lagi, jika kamu ulangin kedua kalinya, aku benar-benar gak bisa maafin kamu Mas!" sahut Mba Mirna.


"Makasih Mirna! makasih! aku janji Mirna!" sahut Mas Jono.


"Gak usah janji! buktikan saja Mas!" minta Mirna tegas.


"Aku akan buktikan Mirna!" sahut Mas Jono.


Setelah lama memutuskan, Bunda Maryam dan Ayah Umar masuk ruangan Mirna, sambil menggandeng Raja dan Dewa.


"Mba, Mas, saya sudah putuskan matang-matang dengan Mas Jono, kalau saya akan rujuk lagi!" sahut Mba Mirna.


"Apa? kamu mau rujuk lagi? sama lelaki berengsek ini! kamu sadar Mirna! sadar! dia sudah sakitin kamu, tidur dengan cewek lain, apa kamu tidak sakit hati, hah?" sahut Ayah Umar.


"Demi Anak-anak Mas, Mirna lakuin semua demi Anak-anak, tolong Mas mengerti posisi saya, saya gak mau kehilangan Anak-anak, dan Anak-anak hidup tanpa sosok Ayahnya! tolong Mas! Mirna mohon! hiks-hiks-hiks." Sahut Mba Mirna memohon pada Ayah Umar.


"Ayah, yang dibilang Mirna itu benar, biarkan mereka bersatu demi Anak-anak mereka, kasihan Raja dan Dewa jika harus hidup tanpa Ayah, tolong Ayah!" sahut Bunda Maryam membujuk Ayah Umar.


"Oke! jika ini keputusan kamu! semua demi Raja dan Dewa bukan karena dia! kalian silakan rujuk, tapi jangan tinggal di rumah Mas. Tinggal di rumah kalian sendiri!" sahut Ayah Umar.


"Makasih Mas, Mba! maafkan semua kesalahan saya!" sahut Mas Jono.


"Ingat! kalau kamu sakitin adik saya lagi, saya gak akan segan-segan sama kamu!" sahut Ayah Umar.


"Baik Mas, saya akan buktikan!" sahut Mas Jono.


☀☀☀☀


Bunda Maryam menghubungi Desta. Kalau mereka tidak jadi bercerai. Bunda Maryam menyuruh Desta membatalkan mencari pengacara. Desta sangat senang mendengarkannya. Desta langsung menghubungi Khalisa juga, Khalisa juga sangat senang mendengarnya.

__ADS_1


Setelah beberapa hari, Khalisa dan Desta menghadiri acara pernikahan Syifa. Syifa dan Dokter Ari sangat bahagia. Syifa sangat senang Khalisa dan Desta bisa menghadiri acara Syifa.


"Selamat ya Syifa dan Ari, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah dan wah'rohmah." Sahut Khalisa.


"Terima kasih Lis, lo dan Kak Desta mau datang, gue senang banget!" sahut Syifa.


"Selamat Bro! akhirnya nikah juga!" sahut Desta ke Dokter Ari.


"Alhamdulillah, Mas, makasih udah mau datang." Sahut Dokter Ari tersenyum.


Gak lama datang Edwin ke pernikahan Syifa. Edwin mengucapkan selamat pada Syifa dan Dokter Ari. Desta langsung menghindar dari Edwin dan membawa Khalisa pulang, dan pamit pada Syifa dan Dokter Ari.


"Kenapa buru-buru sih sayang?" tanya Khalisa.


"Malas aja aku lihat dia!" sahut Desta.


"Ya Allah, sayang jangan gitu ah, gak baik!" sahut Khalisa.


"Malas aja sayang, gak ada basa basi minta maaf sama kita, malah mandangin kamu terus!" sahut Desta.


"Kamu cemburu ya sayang?" tanya Khalisa.


"Cemburu pasti, gak rela kamu dipandangin kaya gitu! kalau ada rasa bersalah, dia minta maaf dong! tapi dia gak ada rasa bersalah sama sekali." Sahut Desta.


"Ya udah, biarin aja sayang!" sahut Khalisa.


"Tadi Syifa dan Dokter Ari serasi banget ya sayang, ganteng dan cantik, semoga Syifa bahagia!" sahut Khalisa.


"Iya, dan jangan bergantung sama kamu terus Syifa, kan dia udah punya suami, masa iya, mau masak atau apa nanya kamu dulu!" sahut Desta.


"Ya enggaklah, kamu jangan suhuzon gitu ah!" sahut Khalisa.


"Bukan suhuzon, tapi aku cuma ingatin doang sayang! nanti, takutnya disangka kamu ikut campur rumah tangga orang!" sahut Desta.


"Iya sayang!" sahut Khalisa.


"Kita mau jalan kemana nih, kita ke seaword yuk! kan waktu itu gagal!" ajak Desta.


"Ayo!" jawab Khalisa dengan tersenyum.


Khalisa dan Desta jalan-jalan ke sea word, karena kemarin gagal karena kecelakaan, hari ini Desta ingin melihat Khalisa bahagia.


"Kamu masih nifas?" tanya Desta.


"Sedikit lagi sayang." Sahut Khalisa.

__ADS_1


"Hmmm, lama juga yah!" sahut Desta.


"Ya, lama sayang. Aku ingin cepat-cepat hamil lagi sayang, aku udah gak sabar!" sahut Khalisa.


"Sabar sayang, insya Allah, kamu akan hamil lagi.


Setelah sampai seaworld, Desta membayar karcis masuknya. Khalisa dan Desta langsung masuk kedalam seaword, Khalisa tersenyum dan bahagia melihat ikan-ikan yang berenang walaupun hanya bisa melihat dari kaca aquarium.



"Gimana? kamu senang sayang?" tanya Desta.


"Senang banget, ikannya lucu-lucu, aku paling suka lihat ikan kaya gini sayang, apa lagi kalau kita menyelam langsung." Sahut Khalisa.


"Jangan sayang, aku gak mau kamu kenapa-kenapa, apa lagi di dalam laut begitu!" sahut Desta.


"Aku berani sayang, asalkan sama kamu, kamu mau kan temanin aku!" minta Khalisa.


"Iya, sayang, nanti yah, kalau aku libur panjang! nanti kita menyelam sama-sama." Sahut Desta.


"Iya sayang, mumpung aku belum hamil lagi, nanti kalau hamil aku gak kan bisa lagi!" sahut Khalisa.


"Iya istriku, kamu mau kemana? Bali? atau kemana?" tanya Desta.


"Yang dekat aja sayang, kaya pulau seribu gitu, pulau pramuka juga bagus, mau ya sayang!" minta Khalisa.


"Iya, iya, kalau itu mah sabtu minggu bisa! kita berangkat sabtu pagi, pulang bisa minggu sore, atau senin." Sahut Desta.


"Ya udah, aku mau!" minta Khalisa.


"Iya, kan minggu ini kamu mau kondangan ke mantan kamu!" sahut Desta tersenyum.


"Oh, iya, hmmm..." sahut Khalisa.


"Kalau seninnya, aku kerja, aku kan udah lama meninggalkan pekerjaan sayang, masa libur terus!" sahut Desta.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2