
"Lis, lo setuju kalau gue sama Dokter Ari?" tanya Syifa.
"Bebas Fa, itu hak lo, tapi ingat! jangan pernah bawa-bawa gue, gue gak mau keulang lagi seperti masalah lo sama Kak Edwin, ujung-ujungnya gue yang disalahkan," sahut Khalisa.
"Iya Lis, maafin gue yah?" tanya Syifa.
Gak lama cewek tadi pagi yang histeris memanggil Khalisa. Dia ingin berterima kasih pada Khalisa, karena sudah ditolong.
"Mba! Mba Khalisa!" panggil cewek itu.
"Mba, kemana aja? saya cariin Mba dari tadi? operasi suami saya lancar, sekarang ia belum sadar, terima kasih ya Mba, sudah banyak nolong saya, saya gak tahu harus bilang apa sama Mba!" sahut wanita itu.
"Alhamdulillah, saya gak minta balasan apa-apa Mba, cukup doa saja, udah cukup," sahut Khalisa tersenyum.
"Saya gak tahu kalau sampai gak ketemu Mba, cari uang kemana sebanyak itu!" sahut wanita itu.
"Sama-sama, makasih sama Allah Mba, karena saya hanya perantara, saya doakan semoga suami Mba cepat sadar yah Mba," sahut Khalisa tersenyum.
"Iya Mba, makasih banyak, sekarang gimana suami Mba, sudah sembuh?" tanya cewek itu.
"Alhamdulillah, sudah sembuh, besok sudah boleh pulang, Mba maaf saya tinggal dulu yah, kasihan suami saya sendiri," sahut Khalisa.
"Oh, iya Mba, silakan-silakan! sekali lagi makasih banyak ya Mba!" sahut cewek itu.
"Sama-sama, saya tinggal ya Mba, Assalamu'alaikum," sahut Khalisa.
"Wa'alaikumsalam." Jawab cewek itu.
"Lis, lo serius? bantuin dia operasi?" tanya Syifa.
"Iya," sahut Khalisa.
"Ya ampun Lis, lo sama Kak Desta itu benar-benar baik yah! hati lo berdua sangat mulia," sahut Syifa.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Khalisa dan Syifa sampai ruangan Desta, Desta sedang tertidur lelap, Khalisa melihat Desta berbaring dan melihat tangannya Desta yang masih diinfus dan memegangnya. Khalisa merasa sendu melihat Desta yang setiap saat harus disuntik.
"Lo kenapa? Kak Desta tidur, maafin gue ya Lis, gara-gara gue, Kak Desta jadi ditusuk sama Yuda, rasain dia tuh sekarang dipenjara," sahut Syifa.
"Ya udah, yang udah gak usah dibahas lagi, dia juga udah tanggung jawab atas perbuatannya," sahut Khalisa.
"Iya Lis, Lis, kira-kira gue chat Dokter Ari apa enggak sih?" tanya Syifa.
"Jangan lo duluan, nanti kesannya lo yang ngebet, kalau menurut gue, biarin cinta mengalir apa adanya Fa, biar cowok yang ngejar kita, jangan kita, biar cowok penasaran," sahut Khalisa.
"Iya sih Lis, gue masih sakit atas perlakuan Yuda, dan Kak Edwin, lo benar juga gue harus bisa kaya lo, gak gampang kenal cowok, gue harus bisa ya Lis!" sahut Syifa.
"Sekarang lo pikirin kuliah lo aja dulu, lulus kuliah terserah lo mau ngapain juga, kebahagian akan datang dengan sendirinya, begitu pun dengan jodoh, jadi kita gak usah terlalu mikirin cowok atau agresif sama cowok, yang ada cowok ilfil," sahut Khalisa.
"Iya Lis, kok gue bodoh yah, gak kepikiran sama sekali, lo yang selalu baik nasihatin gue terus," sahut Syifa.
"Mangkanya, gue sempat heran sama lo, kok lo cepat banget jadian sama Yuda sama Edwin, gue gak mau nanya hal itu sama lo, takut menyinggung perasaan lo, setahu gue, Edwin susah buat jatuh cinta, di Mesir banyak yang suka tapi ia suka nolak, karena keras kepala ngejar-ngejar gue, gue sempat kaget pas lo jadian sama dia, kok bisa dia langsung jatuh cinta sama lo, aneh, ya gue pikir positif aja waktu itu, mungkin Edwin merasakan hal beda sama lo, tapi gue curiga udah jadian sama lo kenapa pengen banget ketemu gue, gue gak enak sama lo Fa," sahut Khalisa.
"Iya, mangkanya itu, gue gak mau ketiga kalinya ada orang yang sakitin lo! gue gak mau lihat lo disakitin terus, tapi gue gak enak kalau harus larang lo, kan bukan hak gue," sahut Khalisa.
"Makasih Lis atas perhatian lo, nasihat lo, gue bangga dan bersyukur bisa mempunyai sahabat kaya lo, mangkanya gue nyesal udah maki-maki lo, membuat langkah kaki gue balik lagi ke sini, gue janji gak akan salah-salahin lo lagi, gue akan ikutin semua nasihat lo Lis, makasih yah!" sahut Syifa.
"Sama-sama Fa, Fa, gue saranin ke lo, kalau bisa jenguk Yuda di penjara, gue kasihan juga, biar gimana pun, dia pernah dekat sama kita, jangan pernah ada dendam sedikit pun walaupun orang itu udah menyakiti, Allah aja maha pengampun, kita pun harus sama," sahut Khalisa.
"Lo emang gak sakit hati? kan gara-gara dia Kak Desta begini, gue takut Lis!" sahut Syifa.
"Kenapa takut? biar dia benar-benar taubat, gue yakin dia pasti akan menyesal dengan semua ini," sahut Khalisa.
"Kalau sama lo jenguk, gue mau," sahut Syifa.
"Iya, nunggu keputusan dari Kak Desta ya Fa," sahut Khalisa.
"Sayang, kamu udah balik?" tanya Kak Desta.
__ADS_1
"Udah Kak, Kakak istirahat aja yah, biar cepat sembuh," sahut Khalisa tersenyum.
"Dia gak macam-macam sama kamu kan?" tanya Desta.
"Enggak Kak, malah kayanya ada yang mau pendekatan sama Dokter Ari, he-he," sahut Khalisa meledek Syifa.
"Siapa? awas kamu kalau nakal," sahut Desta.
"Bukan aku Kak, tapi ini nih, orangnya," sahut Khalisa.
"Bohong Kak, enggak kok," sahut Syifa.
"Dokter ngajakin Syifa nikah, hehe," sahut Khalisa
"Masa sih? modus doang itu, jangan percaya dulu, nanti hatinya kaya Edwin, kalau saran aku mendingan sama Bang Boro! ha-ha-ha," sahut Desta.
"Kok Bang Boro sih Kak, Kak Desta mah gitu, jahat banget," sahut Syifa.
"Jahat gimana? Bang Boro baik, setia, gak banyak modus, betawi asli lagi, aku kenal dia udah lama, kalau udah sayang sama cewek semua dia lakuin buat ceweknya, sampai jual handphone rela," sahut Desta.
"Serius Kak?" tanya Syifa.
"Iya, ceweknya manfaatin dia doang, kasihan lho Fa, sama Bang Boro aja yah! ha-ha-ha," sahut Desta meledek Syifa.
"Iya Fa, sekarang jangan liat tampang, yang penting hatinya baik, buat apa cowok ganteng kalau buat PHP aja, kan Bang Boro keren ya Kak rambutnya kaya giring Nidji, he-he," sahut Khalisa tersenyum.
"Kalian jahat banget," sahut Syifa.
"Kok jahat sih? dengar Fa, Bang Boro itu super setia lho, nanti aku suruh potong deh rambutnya, biar rapi, biar Syifa naksir, ha-ha-ha," sahut Desta.
"Jangan Kak, apa-apaan sih, gak mau ah, Lis lo seandainya Kak Desta wajahnya kaya Bang Boro gimana? lo gak mau kan?" tanya Syifa.
"Lo salah, gue tetap mau, gue gak akan nolak, kalau emang itu jodoh gue, gue bakal belajar ikhlas menerima seseorang, ganteng kalau nyakitin untuk apa, yang penting baik buat imam kita, bisa bimbing kita, gak peduli orang lain bilang punya suami jelek atau apa, karena ikhlas bakal timbul rasa cinta, iya gak Kak?" sahut Khalisa.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰