
"Khalisa! kamu gak nurut apa kata Umi yah! kamu lagi hamil!" sahut Umi Sarah.
"Umi, insya Allah, Khalisa gak apa-apa, Khalisa juga bosan tiduran aja, Khalisa ingin tahu keadaan Ayah Umi." Sahut Khalisa memohon.
"Terserah kamu! kalau sampai terjadi apa-apa dengan bayi kamu, Umi gak akan pernah maafin kamu!" sahut Umi Sarah.
"Umi, jangan gitu dong!" sahut Desta.
"Umi ikut kan ke rumah sakit?" tanya Bunda Maryam.
"Ikut!" jawab Umi agak ketus jawabnya.
Semua berangkat ke rumah sakit, kali ini Bang Joni yang menyetir mobil, karena Desta tetap mendampingi Khalisa di belakang. Akhirnya, mereka sampai rumah sakit. Bunda melihat kondisi Ayah Umar koma dan kritis.
"Hiks-hiks-hiks... Ayah, kenapa bisa seperti ini Ayah?" tanya Bunda Maryam menangis.
"Ya Allah, Ayah, sebenarnya Ayah sakit apa Bun? kenapa Ayah seperti ini?" tanya Khalisa.
"Sabar Besan, tanah! doakan yang terbaik, saya telepon Abi Mahmud deh, biar jenguk ke sini." Sahut Umi Sarah keluar ruangan.
"Mba, cerita sebenarnya gimana? kenapa Ayah bisa masuk rumah sakit?" tanya Desta.
"Sebenarnya, Ayah syok mendengar kabar Dewa diculik, penculikan itu menggunakan badut, Raja yang melihat, saat saya keluar, Dewa sudah tidak ada, hiks-hiks-hiks..." Mirna menangis.
"Ini pasti kerjaan Mamahnya Jono, ini, gak bisa dibiarkan!" sahut Desta keluar ruangan.
"Sayang, mau kemana?" tanya Khalisa.
"Lisa, biar Mba yang susul!" sahut Mirna
Desta menghubungi semua ke lima Bodyguard untuk datang ke rumah sakit. Desta meminta alamat rumahnya Mamahnya Jono pada Mba Mirna. Karena feeling Desta pasti Mamahnya Jono.
"Desta, mau kemana?" tanya Mba Mirna.
"Kebetulan, Mba, saya minta Alamat Mamahnya Jono itu, saya yakin, pasti Mamahnya Jono!" minta Desta.
"Desta, jangan bahaya!" sahut Mirna.
"Cepat Mba, saya gak ada waktu lagi! saya gak sendiri, tapi bersama para Bodyguard." Sahut Desta.
"Desta, Mirna, lagi apa?" tanya Umi Sarah.
"Umi, saya harus pergi, ada hal yang lebih penting, gak bisa Desta ceritakan! Assalamu'alaikum." Salam Desta.
"Desta! Mirna, Desta kemana?" tanya Umi Sarah.
__ADS_1
Aduh, aku jawab apa ini? aku takut banget Umi Sarah marah.
"Mirna! jawab!" minta Umi Sarah.
"Sebenarnya, gini Mi, Ayah Umar sakit jantung gara-gara masalah saya, Dewa diculik, jadi syok, Desta mau bantu saya buat selidikin penculikan itu, Desta menyangka mantan Mertua saya!" sahut Mirna.
"Aduh... masalah apa sih, ini? kenapa Desta yang turun tangan? jangan nyusahin Anak saya gitu dong! tahu gak, itu bahaya buat Desta, kalau terjadi apa-apa, kamu tanggung jawab, kenapa banyak masalah sih, kamu Mirna!" sahut Umi Sarah.
"Hiks-hiks-hiks... maafin saya Umi, saya sudah larang Desta buat bantu saya, tapi Desta tetap ngeyel Umi." Sahut Mirna.
"Desta tuh, polos, Desta baik sama orang, keluarga Khalisa kok jadi nyusahin begini sih! sudah! saya gak mau dengar alasannya!" sahut Umi Sarah.
"Khalisa, kamu gak tahu suami kamu kemana? kenapa kamu gak larang? hah?" tanya Umi Sarah.
"Khalisa gak tahu Umi, Kak Desta gak pamit, emang Kak Desta kemana Mba? ya Allah." Sahut Khalisa berlinang air mata.
"Aduh, gimana sih, Desta ke tempat penculikan itu! nolongin Anaknya Mirna! kok keluarga Khalisa nyusahin gini sih! Khalisa, Umi gak mau tahu, kalau terjadi apa-apa dengan Desta, kamu tanggung jawab!" sahut Umi kesal.
"Astaghfirullah, Umi, kami sedang bersedih, hiks-hiks-hiks... Umi jangan bicara begitu sama Khalisa, kasihan!" sahut Bunda Maryam.
"Maafin keluarga Khalisa Umi, kalau keluarga Khalisa menyusahkan Umi, hiks-hiks-hiks..." sahut Khalisa menangis.
"Banyak banget drama ya kalian semua! bisanya mewek doang! ya udah, Umi mau ke kantin, nunggu Abi Mahmud datang." Sahut Umi Sarah langsung keluar ruangan.
"Sudah Mba, Mba gak usah pikirin, aku kesal sama Kak Desta, pergi gak bilang-bilang!" sahut Khalisa.
"Maafin Mba yah!" sahut Mirna memeluk Khalisa.
"Mba juga harus sabar dan kuat, semoga, Dewa baik-baik aja yah!" sahut Khalisa.
"Aamiin..." sahut Bunda Maryam, Khalisa dan Mirna.
"Bun, aku mau tanya, sebenarnya, Ayah sakit apa? jawab Bu!" minta Khalisa.
"Hiks-hiks-hiks..." Bunda Maryam menangis.
"Kok Bunda malah nangis? kenapa Bunda? sakit apa?" tanya Khalisa.
"Ayah kamu, sakit jantung Khalisa, hiks-hiks-hiks..." sahut Bunda Maryam.
"hiks-hiks-hiks, sejak kapan Bun? kenapa Ayah gak pernah cerita?" tanya Khalisa.
"Sejak kemarin Ayah masuk rumah sakit, Ayah kamu Melarang Bunda bilang ke kamu, takut kamu stres!" sahut Bunda Maryam.
"Astaghfirullah, Ayah, hiks-hiks-hiks... kenapa Ayah gak bilang dan cerita sama kita-kita, kalau Ayah sakit parah, aku benar-benar syok, cobaan apa, yang Allah berikan pada keluarga kita ini!" sahut Khalisa.
__ADS_1
"Hiks-hiks-hiks... sabar sayang, sabar! istighfar, jangan bicara seperti itu!" minta Bunda Maryam.
"Astaghfirullah, Ayah, Khalisa mohon, Ayah kuat! Khalisa gak mau Ayah kenapa-kenapa, Khalisa belum bisa bahagiakan Ayah! hiks-hiks-hiks..." sahut Khalisa.
"Mirna! kenapa kamu gak bisa rahasiakan ini pada Mas mu ini?" tanya Bunda Maryam.
"Raja teriak-teriak Mba, jadi Mas Umar dengar dan tahu semua, maafin Mirna Mba, maafin, Mirna bingung, kenapa masalah ini bertubi-tubi, Mirna sudah banyak menyusahkan Mba, Khalisa dan lainnya, hiks-hiks-hiks..." sahut Mirna.
"Sudah Bunda, yang terjadi sudah! sekarang, kita berdoa untuk kesembuhan Ayah dan Dewa bisa cepat kembali." Sahut Khalisa.
"Iya Khalisa, sekali lagi maaf!" sahut Mirna.
"Ayah, bangun Ayah, kita semua, ada di sini, kenapa Ayah nyembunyiin penyakit Ayah sama kita semua, hiks-hiks-hiks... Khalisa mohon bangun!" sahut Khalisa memegang tangan Ayahnya.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Mamahnya Jono, Dewa memberontak dan menggigit tangan Mamahnya Jono. Dewa menangis ingin pulang.
"Maaf Bos! cuma satu, yang satunya, susah ditangkap!" sahut Anak buahnya Mamahnya Jono.
"Dasar! gak becus kalian!" sahut Mamahnya Jono.
"Hallo, Dewa, ini Nenek, selamat datang di rumah Nenek!" sahut Mamahnya Jono.
"Nenek jelek! Dewa mau pulang! Dewa mau pulang! Dewa gak mau di sini! hiks-hiks-hiks..." teriak Dewa.
"Dewa! Dewa! diam! siapa yang ajarin kamu ngatain saya jelek, hah?" tanya Mamahnya Jono membentak Dewa.
"Ikh......" Dewa langsung menggigit tangan Mamahnya Jono sambil berlari, tapi gak ketemu jalan keluar, sampai Anak buahnya Mamahnya Jono mengurung Dewa di kamar.
"Kurung dia! ikat tangannya! jangan coba-coba melawan Nenek yah Dewa! sekarang rasakan kamu, di kamar ini!" sahut Mamahnya Jono.
"Hiks-hiks-hiks... Mamah.... Kakak.... bukain! Dewa mau pulang!" teriak Dewa.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU
__ADS_1