Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 133


__ADS_3

"Kasihan Mba Mirna Bun, yang Khalisa pikirin itu Anak-anaknya, Bun." Sahut Khalisa.


Gak lama, Mba Mirna sadarkan diri. Mba Mirna hanya menangis dan ingin ketemu Anaknya. Takut Anaknya disia-siakan Bapaknya. Bunda Maryam dan Ayah Umar meminta Desta untuk mencari pengacara untuk membantu persidangan Mirna dan Jono.


"Kenapa Mirna dibawa ke rumah sakit? harusnya biarkan saja Mirna mati." Sahut Mba Mirna.


"Kamu tidak boleh ngomong seperti itu! Kakak mana, yang rela Adiknya meninggal." Sahut Ayah Umar.


"Iya Mba, Mba gak boleh seperti itu, Mba harus berjuang untuk Raja dan Dewa, agar hak asuh ke tangan Mba, emang Mba rela Anak-anak Mba dididik oleh Mas Jono?" tanya Khalisa sambil menasehati.


"Kamu benar Lis! Desta, Khalisa, tolong bantu Mbak!" minta Mba Mirna.


"Nanti Desta ada pengacara hebat, besok pulang kerja Desta akan temuin!" sahut Desta.


"Makasih Desta, makasih!" sahut Mba Mirna.


"Desta, makasih yah, kita udah merepotkan!" sahut Ayah Umar.


"Enggak kok Yah, kita kan keluarga, harus saling bantu!" sahut Desta.


"Makasih ya Nak!" sahut Bunda Maryam.


"Tapi Desta, biaya bayar pengacara itu sangat mahal, Mba uang dari mana?" tanya Mba Mirna.


"Mba gak usah pikirin biaya yah! semua aku yang bayar!" sahut Desta.


"Makasih banyak Desta, makasih!" sahut Mba Mirna.


Setelah menjenguk Mba Mirna, Desta dan Khalisa pamit pulang. Desta menawarkan Khalisa makan dan mampir di tempat makan.


"Sayang, kamu lapar gak?" tanya Desta.


"Gak terlalu!" sahut Khalisa.


"Kita makan dulu yah! aku masih lapar!" minta Desta.


"Kasihan suami aku lapar, tadi aku suruh makan banyak kamu gak mau!" sahut Khalisa.

__ADS_1


"Aku takut kemalaman aja jenguk Mba Mirna sayang, kamu aja kan minta buru-buru!" sahut Desta.


"Sayang, kapan ya masalah kita benar-benar selesai? masalah kita udah selesai datang lagi!" sahut Khalisa.


"Sabar sayang, dalam kehidupan itu, gak ada yang lurus, apa lagi dalam rumah tangga, pasti ada masalah, masalah itu, tergantung kita yang jalanin sayang, kalau kita sabar, kuat, dan ikhlas menerima, pasti akan baik-baik aja, mangkanya aku itu, kalau ada masalah, aku gak mau sampai mendiamkan istri gitu aja, pokoknya aku mau cepat selesai hari itu juga! kita cari kesalahan kita apa, entah dari aku atau kamu, kalau dalam rumah tangga sama-sama egois, ya akan hancur, harus ada yang ngalah salah satunya.


"Iya sayang, aku akuin aku egois banget, tapi kamu selalu sabar menenangkan aku, kamu bisa nyejukin hati aku yang panas." Sahut Khalisa.


"Iya sayang, karena aku gak mau sampai rumah tangga kita hancur gara-gara hal sepele atau kesalah pahaman, mangkanya kita harus selalu saling percaya di mana pun kita berada, mangkanya aku sering minta kamu kabarin kalau kamu di mana aja, kalau aku tahu kamu di mana, kalau sesuatu terjadi, aku bisa hampirin kamu! gitu sayang!" sahut Desta.


"Iya sayang, aku juga minta maaf atas kesalahan aku selalu cemburuan, egois, atau emosi ya sayang!" sahut Khalisa.


"Iya, sayang gak apa-apa, kuncinya satu dalam rumah tangga itu, kepercayaan, kalau kepercayaan kita hilang, itu bakal sulit dimaafkan." Sahut Desta.


"Aku percaya sama kamu, mulai sekarang aku gak kan ulangin, sifat-sifat jelek aku!" sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, sebenarnya masalah Mba Mirna itu buat pelajaran sama kita yang berumah tangga sayang, kenapa suaminya bisa selingkuh?" tanya Desta.


"Kenapa sayang?" tanya Khalisa.


"Di hati mereka itu gak ada rasa cinta, saling terbuka, dan egois masing-masing, yang tadi aku bilang, salah satu dari mereka gak ada yang mau ngalah sayang, Mba Mirna mungkin cuek sama suaminya, suami itu kalau pulang kerja pasti capek, istri harus mengerti yang dimau suami itu kaya apa? gimana dipekerjaan, lancar atau ada masalah, istri itu, harus selalu ada buat suami, jadi jangan sampai suami berpaling, ya, mungkin seperti itu!" sahut Desta.


"Apa salahnya sih, siapin dulu buat suami, toh gak lama, masa iya repot sama Anak, Anaknya kan bisa main dulu! gimana sih?" tanya Desta.


"Aku gak tahu sayang, yang aku lihat seperti itu!" sahut Khalisa.


"Jangan seperti itu ya sayang, walaupun kita udah punya Anak, kamu gak boleh abaikan suami!" sahut Desta.


"Enggak akan sayang, aku akan urus kamu sebaik-baiknya, dan Anak kita!" sahut Khalisa tersenyum dan bersandar di bahu Desta.


"Alhamdulillah, aku gak salah pilih istri, meskipun orang bilang Ta'aruf kita salah, yang penting kita bersatu selamanya sampai akhir hayat, jalanin hidup yang penuh liku ini dalam suka dan duka bersama, ya sayang," sahut Desta.


"Iya sayang, aku gak peduli orang mau bicarakan kita kaya gimana, yang penting keluarga kita utuh, sakinah, mawadah, wah'rohmah." Sahut Khalisa.


"Aamiin, sayang." Sahut Desta tersenyum.


"Udah sampai, kita makan dulu yah!" sahut Desta.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


Khalisa dan Desta mampir di tempat makan. Desta dan Khalisa memesan makanan, Khalisa melihat Desta tersenyum dan lahap makan. Setelah selesai makan, Syifa chat Khalisa, memberi tahu, kalau Reza akan menikah dan mengundang Khalisa. Khalisa langsung memberi tahu Desta yang sedang asyik main game sehabis makan.



"Sayang, Syifa chat aku, ngasih tahu, kalau mantan aku Reza akan menikah sabtu ini, ini aku diundang." Sahut Khalisa.


"Hah? mantan kamu yang gila itu? akhirnya, dia nilah juga, ya udah, terserah kamu, kamu mau datang gak?" tanya Desta.


"Soalnya dia undang pakai undangan, boleh kalau aku datang?" tanya Khalisa.


"Boleh, tapi sama aku!" sahut Desta.


"Iya, sama kamu sayang." Sahut Khalisa.


"Gak nyangka yah, dia bakal nikah juga, walaupun rada-rada, ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.


"Husttt, jangan gitu sayang, jodoh kan udah diatur, mau jelek, rada-rada atau apa itu, itu pasti udah ada jodohnya masing-masing, aku aja gak nyangka bisa jodoh sama kamu!" sahut Khalisa.


"Iya, meskipun Reza rada-rada, kamu cinta banget deh, kayanya dulu!" sahut Desta.


"Siapa yang cinta?" tanya Khalisa.


"Kamu lah, buktinya sampai nangis-nangis, ha-ha-ha, kalau gak cinta ngapain nangis!" sahut Desta meledek Khalisa.


"Gimana gak nangis sih sayang, dia selingkuh depan mata aku, padahal aku berharap ingin ketemu, yang aku nanti-nanti sejak aku pacaran LDR sama dia." Sahut Khalisa.


"Iya, iya, ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.


"Ketawa terus, terus ketawa! aku kelitikin lho!" sahut Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke cerita sahabat Author ku gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰

__ADS_1


Tya Gunawan



__ADS_2