Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-225


__ADS_3

"Sayang makasih yah, mau pijatin kaki aku, nanti gantian yah!" minta Khalisa.


"Gak usah sayang, aku gak mau kamu capek, biar aku aja." Sahut Desta.


Ya Allah, aku bersyukur banget punya suami dari awal nikah sampai sekarang sayang dan perhatian banget.


"Gimana enak?" tanya Desta tersenyum.


"Alhamdulillah, enak sayang." Sahut Khalisa tersenyum.


"Kamu dingin gak? kalau dingin, kita masuk aja!" minta Desta.


"Enggak sayang." Sahut Khalisa tersenyum.


"Kalau kamu ngantuk, ingin ke dalam, bilang yah!" minta Desta.


"Iya sayang, besok kamu kerja lagi yah!" sahut Khalisa.


"Iya sayang, udah tiga hari aku gak ngantor, kan sorenya aku pulang." Sahut Desta.


"Iya sayang, kamu hati-hati yah!" sahut Khalisa.


"Iya istriku, kamu juga, di rumah jangan sampai kecapean." Sahut Khalisa.


"Oh, iya, kamu yakin gak sih, kalau Emaknya Syifa bisa jadi baby sister buat Anak-anak kita?" tanya Desta.


"Kenapa? kamu gak yakin ya sayang?" tanya Khalisa.


"Enggak sayang, soalnya dari pembicaraan aja kaya gitu, aku gak mau Anak kita nanti jadi ikut logat Emaknya Syifa." Sahut Desta.


"Kan dia cuma bantu-bantu aja Yang, ada aku juga yang ngurus." Sahut Khalisa.


"Cari yang lain aja deh, Yang!" minta Desta.


"Ya udah, aku nurut kamu aja, nanti kita bilang aja, kalau Mamah kamu sudah nyariin baby sister yang Mamah kamu mau, biar enak yah!" sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, maaf ya sayang, bukan aku gak mau nerima dia, cuma aku gak mau Anak kita di kasih yang enggak-enggak, kamu pasti nurut kata dia, karena dia orang tua, kalau mau bantah dia, kita gak enak takut dia tersinggung, mangkanya, lebih baik yang lain aja." Sahut Desta.


"Iya juga sih, kalau aku bilang jangan atau aku perintah, takutnya tersinggung, aku gak kepikiran sampai situ Yang." Sahut Khalisa.


"Mangkanya, aku bisa lihat karakter Emaknya Syifa seperti apa, orangnya gampang tersinggung sayang." Sahut Desta.


"Iya sayang, mendingan gak usah deh." Sahut Khalisa.


"Sayang, kita ke dalam yuk! aku sedikit ngantuk." Minta Desta.


"Iya sayang ayo!" ajak Khalisa.


"Mau digendong gak? ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.


"Gak usah! aku bisa jalan sendiri sayang." Sahut Khalisa.

__ADS_1


☀☀☀☀


Kediaman rumah Syifa. Syifa dan Dokter Ari masih diam-diaman. Dokter Ari langsung menghampiri Syifa dan meminta maaf. Wajah Syifa terlihat sedih dan muram.



"Dek, maafin aku yah, kalau aku udah kasar sama kamu." Sahut Dokter Ari.


"Mas gak usah minta maaf, Adek yang selalu tersinggung Mas." Sahut Syifa.


"Dengarin Mas yah, Adek tahu kan, sifat Emak emosian, menang sendiri, ceplas-ceplos, nanti kalau di kerja di rumah Khalisa, yang ada ngerepotin mereka, Emak kan tersinggungan Dek, gak boleh dikata sedikit, kalau seumpama Emak di rumah Khalisa seenaknya gimana, kita juga yang malu, Adek tolong ngertiin." Minta Dokter Ari.


"Iya, Adek tahu Mas. tapi gimana caranya buat bilang ke Emak?" tanya Syifa.


"Nanti gampang, biar Mas yang ngurusin! soal itu, Adek gak usah khawatir yah! lagian, kasihan Emak, udah tua, harus kerja, masa iya tega sama dia, mendingan, Emak ngurusin Adhel, bantu-bantu kamu Dek!" sahut Dokter Ari.


"Kalau Emak sampai tersinggung gimana?" tanya Syifa.


"Enggak, kamu tenang aja ya Dek! gak usah dipikirin, sekarang Adek tidur, udah malam!" sahut Dokter Ari.


"Maafin aku juga ya Mas." Sahut Syifa.


"Iya Dek, Mas juga." Sahut Dokter Ari.


"Oh, iya, kapan kita Akikah Adhel? udah tiga bulan, belum di Akikah." Sahut Syifa.


"Nanti ya sayang, kemarin kan aku habis bayar hutang ke Mas Desta, insya Allah secepatnya." Sahut Dokter Ari.


"Sabar Dek, doakan saja, supaya aku lancar rezekinya yah!" sahut Dokter Ari.


"Aamiin..." sahut Syifa dan Dokter Ari.


☀☀☀☀


Gak terasa hari sudah pagi, seperti biasa Khalisa dan Desta salat subuh berjamaah. Setelah selesai salat, perut Khalisa terasa sakit untuk berdiri dan sujud. Desta menyarankan kalau sakit, Khalisa salat sambil duduk, tapi Khalisa ngeyel tidak mau.


"Aaaa..." teriak Khalisa.


"Astaghfirullah, kenapa sayang?" tanya Desta langsung mengangkat Khalisa ke kasur.


"Kram sayang, nyeri banget." Sahut Khalisa memegangi perutnya.


"Kita ke Dokter yah! kan aku bilang tadi, kalau gak kuat buat salat, salat sambil duduk aja sayang, kita ke Dokter yah!" minta Desta mengelus perut Khalisa.


"Gak usah sayang, kamu kan kerja, nanti juga ilang." Sahut Khalisa.


"Enggak bisa, kan gak harus ke rumah sakit, aku panggil Dokter Ari aja, buat datang dan periksa kamu!" minta Desta.


"Pagi-pagi gini sayang, apa gak ganggu?" tanya Khalisa.


"Ssstttt... aku telepon!" sahut Desta mengambil ponsel dan menelepon Dokter Ari.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum." Salam Desta.


"Wa'alaikumsalam, ada apa Mas? tumben, pagi-pagi telepon saya?" tanya Dokter Ari.


"Dokter Ari sekarang di mana? shift pagi atau malam? bisa minta tolong periksa istri saya, perutnya sakit sehabis salat, saya gak mau terjadi apa-apa." Minta Desta.


"Saya sekarang shift malam, oke, bisa banget, nanti saya ke sana yah! mohon ditunggu ya Mas!" minta Dokter Ari.


"Makasih Dokter Ari." Sahut Desta.


"Sama-sama, Assalamu'alaikum." Sahut Dokter Ari.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Desta.


"Hiks-hiks-hiks.... pinggul, leher, sakit sayang, kaki aku juga bengkak, hiks-hiks-hiks..." Sahut Khalisa.


"Astaghfirullah, iya sayang, kaki kamu bengkak, mana-mana yang sakit? aku pijat yah! sabar ya sayang." Sahut Desta.


"Gak tahu, kayanya kepala Dedek kaya mau keluar sayang, tapi kan baru delapan bulan, aku mau buang air kecil sayang!" Khalisa pucat dan lemas.


"Aku antar ya sayang!" Desta menuntun Khalisa ke toilet."


"Kalau kamu sakit begini, aku gak akan bisa ke kantor sayang." Sahut Desta.


"Kamu ke kantor aja, aku gak apa-apa, aku pasti kuat!" sahut Khalisa.


"Enggak, tunggu Dokter Ari datang dulu!" sahut Desta.


Desta telah mengantar Khalisa kembali ke kasur lagi, Desta memanggil Bi Aning untuk membuka pintu dan menunggu sampai Dokter Ari kembali.


"Sandaran ya sayang, sabar!" sahut Desta.


"Gak bisa nafas aku sayang, sesak banget." Sahut Khalisa.


"Permisi! ada apa ini Den? Neng Khalisa kenapa Den?" tanya Bi Aning.


"Sakit Bi, lihat kakinya bengkak, leher, pinggul sakit, nafas juga gak bisa, aku gak mau dia kenapa-kenapa Bi, habis salat langsung sakit begini!" sahut Desta meneteskan air mata.


"Ya Allah, Bibi ambilin air putih ya Den, sebentar!" sahut Bi Aning.


"Sayang jangan sedih gitu, doain aku yah, semoga aku baik-baik aja!" minta Khalisa menghapus air mata Desta yang menetes.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR


- CINTA COWOK DINGIN

__ADS_1


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2