Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 128


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka main ke rumah Bunda Maryam, sekalian memberi handphone baru untuk Ayah Umar.


"Handphone untuk Ayah, kita belum setting nanti di rumah Bunda aja yah!" sahut Desta.


"Iya gak apa-apa sayang," sahut Khalisa.


Gak lama Syifa telepon Khalisa, tapi gak bisa. Karena nomor Khalisa baru, jadi belum ada yang tahu. Sampai di rumah Bunda, Khalisa dan Desta disambut oleh keluarga Khalisa.


"Assalamu'alaikum," salam Khalisa dan Desta mencium tangan Bunda Maryam, Ayah Umar.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Ayah dan Bunda Maryam.


"Kok sepi Bun, Yah? Mba Mirna kemana?" tanya Khalisa.


"Udah tidur sama Anak-anaknya, habis bertengkar sama suaminya, sekarang gak tahu suaminya pergi kemana." Sahut Bunda Maryam.


"Astaghfirullah, kenapa bisa bertengkar Bun?" tanya Khalisa.


"Gak tahu itu, suaminya ketahuan main cewek lagi! katanya, gak tahu lah Bunda, gak mau ikut campur, dikasih solusi Mirna gak mau." Sahut Bunda Maryam.


"Kok Mas Jono gitu yah! kasihan Mba Mirna sama Anaknya," sahut Khalisa.


"Udah, kamu jangan pikirin, biarin dia urus rumah tangga mereka!" sahut Ayah Umar.


"Oh, iya, Ayah, kan kemarin Khalisa minjam handphone Ayah, tahunya mati, tapi Desta udah beli yang baru untuk Ayah!" sahut Desta.


"Ya Allah, repot-repot banget Desta, gak usah sampai beliin Ayah segala!" sahut Ayah Umar.


"Tahu Desta ngerepotin segala!" sahut Bunda Maryam.


"Gak apa-apa Bun, Yah, anggap aja hadiah buat Ayah! kan karena Ayah, Desta jadi kenal sama Khalisa, ha-ha-ha," sahut Desta.


"Terima Yah," sahut Khalisa.


"Makasih yah, Khalisa, Desta," sahut Ayah Umar.


"Makasih Nak!" sahut Bunda Maryam.


"Ayah, biar Desta bantu settingan yah," sahut Desta tersenyum.


Desta membantu menyetting handphone baru Ayah Umar. Desta mencoba memotret Khalisa yang sedang tersenyum.



"Wah, handphone Ayah juga cameranya bagus sayang, meskipun gak sebagus handphone kita." Sahut Desta tersenyum.


"Kok aku malah di foto! coba lihat!" minta Khalisa.


"Nih, bagus kan?" tanya Desta.


"Iya bagus!" sahut Khalisa.

__ADS_1


"Aku kirim ah, ke handphone aku!" sahut Desta.


Gak lama, Suaminya Mba Mirna pulang. Suaminya Mba Mirna menampakkan dengan raut wajah kesal pada Desta dan Khalisa. Desta dan Khalisa hanya diam memandangi wajah suaminya Mba Mirna.


"Apa kalian lihat-lihat!" sahut suaminya Mba Mirna kesal dan masuk ke dalam.


"Kok suaminya Mba Mirna jadi begitu sayang? perasaan dulu gak seperti itu!" sahut Desta.


"Aku juga gak tahu sayang, kenapa jadi begitu yah! apa punya wanita lain!" sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Gak lama, terdengar suara keributan. Mba Mirna bertengkar dengan suaminya. Sampai Bunda dan Ayah pun marah melihat mereka bertengkar.


"Sayang, ada keributan! ayo!" ajak Khalisa.


"Mas kamu mau kemana Mas? jangan tinggalin aku!" sahut Mba Mirna nangis, Anak-anaknya pun nangis mendengar dan melihat orang tuanya bertengkar. Desta menggendong Dewa, dan Ayah Umar menggandeng Raja.


"Jono! kamu mau pergi kemana? tega kamu sakitin Adik Mas!" sahut Ayah Umar.


"Saya udah gak betah sama Mirna, secepatnya saya akan mengurus surat perceraian!" sahut Suaminya Mba Mirna.


"Jangan Mas! jangan! hiks-hiks-hiks," sahut Mba Mirna menangis.


"Mirna, biarkan saja dia ceraikan kamu! lelaki kamu gak pantas buat kamu!" sahut Bunda Maryam.


"Bun, jangan dong kasihan Mba Mirna, Mas, tolong jangan tinggalin Mba Mirna kasihan!" sahut Khalisa memohon.


"Khalisa!" sahut Desta langsung menurunkan Dewa.


"Sini lo pengecut! jreg... jreg... jreg..." Desta menghajar suaminya Mba Mirna, dan sebaliknya. Ayah Umar memisahkan Desta dan suaminya Mba Mirna.


"Cukup! cukup! bukan begini caranya nyelesain masalah Desta, Jono!" bentak Ayah Umar.


"Lo jangan sok pahlawan! gue muak sama lo!" sahut Suaminya Mba Mirna menunjuk Desta.


"Dasar lo pengecut! berani hanya sama perempuan! gue gak terima lo lukain istri gue!" sahut Desta.


"Berani lo bocah sama gua, hah!" suaminya Mba Mirna nantangin Desta.


"Sudah! sudah! Desta, kamu tenang yah! Jono kamu urus surat perceraian kamu dan Mirna adik saya! karena saya sudah tidak sudi punya adik ipar seperti kamu!" sahut Ayah Umar.


"Oke!" sahut suaminya Mba Mirna.


Gak lama, tetangga melihat kejadian itu, dan jadi bahan ejekan tetangga.


"Ha-ha-ha, katanya keluarga harmonis, tahunya pada bertengkar, malu deh!" sahut para tetangga. Suaminya Mba Mirna pergi, dan Mba Mirna menangis tak henti-hentinya. Dewa dan Raja pun menangis dan diajak oleh Ayah Umar. Bunda menasehati Mba Mirna sambil mengobati luka Khalisa. Desta pun babak belur diobati sekalian dengan Bunda.


"Sayang kamu gak apa-apa kan?" tanya Desta.


"Enggak apa-apa sayang, kamu juga luka!" sahut Khalisa.

__ADS_1


"Sini kalian! biar Bunda obatin! semua gara-gara suami kamu nih, Mir, semua Anak Bunda luka!" sahut Bunda Maryam, Mba Mirna masuk kamar dan menangis.


"Bunda, jangan digituin Mba Mirna, kan jadi sedih!" sahut Khalisa.


"Biarin aja Nak! Bunda kesal habisnya!" sahut Bunda Maryam.


"Maafin Adik ipar Bunda ya Desta!" sahut Bunda Maryam.


"Iya, gak apa-apa Bun, Desta gak suka aja, cowok yang mukul perempuan, apa lagi sampai lukain Khalisa." Sahut Desta.


"Jangan gitu sayang, kamu kan jadi luka!" sahut Khalisa.


"Udah semua yah!" sahut Bunda Maryam.


"Bun, sebaiknya kita pulang aja yah! Bunda tolong bujuk Mba Mirna dong, biar gak sedih lagi!" sahut Khalisa.


"Iya, nanti Bunda bujuk!" sahut Bunda Maryam.


"Handphone Ayah udah selesai disetting ya Bun, kita pamit!" sahut Desta.


🌷🌷🌷🌷


Desta dan Khalisa pamit pulang. Desta benar-benar kecewa sama suaminya Mba Mirna, rasanya ingin hantam dengan batu bata.


"Sayang, kenapa cemberut seperti itu!? jangan gitu sayang," sahut Khalisa merangkul tangan Desta.


"Kesal aja aku sama suaminya Mba Mirna itu, baru ketahuan jeleknya!" sahut Desta.


"Iya sayang, sabar, jangan emosi!" sahut Khalisa.


"Aku gak bisa sabar sayang, sikap dia keterlaluan, gak mikir apa, Anaknya kecil-kecil, gak kasihan Anak! pikirannya cewek dan nafsu!" sahut Desta kesal.


"Iya sayang, tapi jangan cemberut sama aku!" sahut Khalisa.


"Enggak sayang, kamu masih sakit gak?" tanya Desta.


"Cenat-cenut doang sayang," sahut Khalisa.


"Kalau gak mikir dan hargai Ayah kamu, aku hantam dia pakai batu bata! aku gak rela istriku disakitin!" sahut Desta.


"Astaghfirullah, istighfar sayang, aku gak mau yah, kejadian seperti kamu sama Yuda! aku gak mau sampai kehilangan kamu sayang, cukup sekali lihat kamu koma, gak mau lagi!" sahut Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2