Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Pertemuan Kembali


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻MASIH DI RUMAH MAKAN LESEHAN


"Bunda, kok bengong sih?" ucap seorang gadis kecil menyadarkan lamunanku.


Kembali teringat awal pertemuanku dengan gadis menggemaskan ini beberapa waktu lalu. Kami bertemu sekitar 1 bulan yang lalu di Gramedia Central Mall. Gadis kecil dengan mata bulat yang sangat menarik hatiku, wajahnya cantik dan sangat menggemaskan. Pribadinya yang ceria membuatku seakan tersihir melihat setiap geraknya. Ternyata takdir mempertemukan kita lagi disini.


"Bunda ... Mayla seneng sekali beltemu bunda disini," ujar sang gadis kecil sambil terus menatap wajahku.


"Bunda juga senang bertemu Mayra lagi," ujarku.


"Kamu kesini dengan siapa sayang?" tanya Lyra sambil mencium pipi gadis kecil tersebut gemas.


"Dengan Ayah, itu ayah Mayla" ujar gadis itu sambil menunjuk 2 lelaki yang sedang berjalan kearah mereka.


Itukan Mas Fahmi, dan lelaki di sebelahnya, Siapa ya? Sepertinya ko tak asing. Bukankah tadi Mas Fahmi bilang akan menjemput calon suamiku? Jika itu ayah Mayra, maka Mayra akan menjadi putriku kah? batin Lyra bergejolak saat ini. Gadis kecil yang belakangan memanggilnya bunda. Aku akan benar-benar menjadi Bundanya kah?


Kuajak Mayra berkeliling sampai kulihat sebuah taman dengan air mancur yang sangat indah. Kulihat Mayra menyukainya. Kami beberapa kali melakukan selfi disana.


🌻FLASHBACK


Dari arah berlawanan tampak 2 orang lelaki yang tampak bingung kehilangan gadis kecil yang tiba-tiba terlepas dari tangannya.


"Mayra, kau kemana sayang?" ujar salah seorang lelaki yang tidak lain ayah dari sang gadis.


"Lihat! Bukankah itu putrimu?" ucap Fahmi kearah sang ayah yang sejak tadi hatinya dipenuhi resah.


"Betul itu Mayraku, syukur kau melihatnya teman," ujar sang ayah tampak jelas kabahagiaan terpancar dimatanya.


"Wah, putrimu benar-benar hebat bro dia langsung mengenali calon ibunya" ujar Fahmi lagi.


"Kau lihat wanita berhijab coklat, itu adalah istriku dan wanita berhijab biru yang sedang di peluk putrimu, ia adalah calon istrimu Dim," ujar Fahmi sambil menyenggol bahu Dimas sahabatnya.


Setelah sekian lama aku akan menjalani kehidupan baruku dengan wanita itu. Wanita yang belum begitu kukenal. Namun menurut Fahmi sahabatku ia adalah wanita yang baik dan bisa tulus menyayangi putriku. Setelah beberapa kali pertemuan kami gagal. Hari ini adalah pertama kalinya kami bertemu, gemuruh batin Dimas.


Sosok wanita berhijab biru itu tampak telah akrab dengan Mayraku. Dari kejauhan tampak Mayra memeluk kaki wanita itu dan di balas kecupan untuk gadis kecilnya. Tampak pula beberapa kali Mayra bergelayut manja ditangan sang wanita sambil bercengkrama, entah apa yang mereka bicarakan.


Wajahnya masih tak terlihat jelas. Dan saat ini ia sedang membelakangiku. Ia bersama putri kecilku sedang melihat air mancur di sudut rumah makan ini.


Seketika sang gadis kecil menoleh dan dilihatnya sang ayah telah berdiri di belakangnya.


"A-yah ...."


Mayra berteriak dan seketika Ia menghambur memeluk sang ayah.


Aku masih berdiri membelakangi 2 pria yang sudah berada dekat denganku kini.


Bismillah, batinku. Aku bersiap menoleh menghadapi apapun di belakang sana. Sosok yang akan menjadi masa depanku telah ada disana.


Dan akhirnya akupun berbalik.

__ADS_1


"Ohhh ... Bu-kankah i-tu,


Seketika pandanganku menjadi gelap bayangan orang-orang di sekitar semakin lama tak terlihat. Tetesan air telah memaksa keluar dari sudut mataku. Hanya sayup-sayup suara yang masih kudengar.


"Lyra ...."


"Undaaa .... "


"Bunda kenapa ayah?"


Terasa seseorang merengkuh tubuhku.


Dan kembali sayup kudengar seseorang menyebut namaku.


"Ba-ngun Lyra-Ku...."


Dan aku tak mengingatnya lagi ...


●●●●


🌻DIMAS DAN FAHMI


2 orang Pria tampak berdiri mematung menatap kolam Ikan dihadapan mereka. Tampak keseriusan di wajah keduanya saat ini.


"Katakan, sejak awal ini adalah rencanamu kan Fah?" ujar Dimas kepada Fahmi saat ini.


Tampak dilihatnya sang sahabat mengangguk menjawab tanyanya.


Suatu kenyataan yang belum mampu Dimas mengerti, sosok bunda yang selalu di sebut sang putri ternyata tak lain adalah Lyra. Lyra, ternyata sudah sedekat inikah engkau di hidupku, bahkan aku pernah berkirim pesan denganmu.. walau aku tak menyadarinya. Dan sahabatku ternyata diam-diam ia mengetahui semuanya ...


"Darimana kau tau Lyra pernah ada dalam masa lalu-ku Fah?." tanya Dimas mencari jawab atas setiap hal dibenaknya.


"Jadi sejak awal aku kerumahmu, istrimu telah mengenalku maksudmu?" tanya Dimas memastikan.


"Iya. Dan kau tau saat itu Lyra dimana? Ia sedang tertidur di kamar Irsya putraku. Dan disanalah putrimu pertama kali melihat Lyra, istriku melihat Irsya mengajak Mayra saat itu ke kamar, ia terus melihat apa yang kedua bocah itu lakukan di kamar, dari sana putrimu tau Irsya punya Bunda," Jelas Fahmi.


"Kenapa kau tidak memberitahuku saat itu Fah?"


"Istriku baru menceritakannya padaku saat kau telah pulang, sejak malam itu aku dan istriku sudah berencana menyatukan kalian, walau ternyata belum lagi kami bertindak karena kondisi istriku yang sering kurang baik, ternyata hari itu kau yang meminta sendiri untuk dikenalkan pada seorang wanita. Dan tak ada gambaran wanita lain selain Lyra, bundanya Irsya diotakku." Ujar Fahmi menjelaskan kembali.


"Lihat Dim!! sepertinya Lyra mulai sadar, ayo kita kesana," lirih Fahmi.


🌻POV LYRA


Kurasakan tangan kecil terus mengusap keningku, ada tangan kecil pula yang menyapu jemariku. Aroma minyak kayu putih terasa menyengat hidungku kini.


Kumulai membuka perlahan mataku, tampak wajah gadis cantik yang telihat tersenyum di atas kepalaku kini, kupalingkan arah mataku, kutangkap wajah sahabatku Kak Fida dan Irsya disisi kananku.


Kuberusaha duduk dari pembaringanku diatas tikar lesehan saat ini.


"Bunda ...."


"Unda ...."


Kusapu wajah 2 bocah polos yang sedang menatapku..

__ADS_1


"Bunda tidak apa-apa," ujarku melihat kepanikan diwajah 2 bocah menggemaskan yang duduk di kanan dan kiriku saat ini.


"Kau sudah sadar Ly, maafkan aku, kau pasti terkejut dengan segala yang terjadi?" lirih Kak Fida tampak penyesalan diwajahnya.


Mendengar kata yang terlontar dari bibir sahabatku, otakku seketika mengingat semua yang terjadi beberapa saat lalu ...


"Kak, tadi aku melihatnya, aku melihat ...


"Iya ... Dia memang ada disini," Kak Fida langsung mengiyakan kata yang belum kuselesaikan.


"Kau juga melihatnya Kak?" lirihku heran.


"Lihat, dia yang kau maksud sedang menuju kemari saat ini ... " kak Fida menunjuk 2 sosok laki-laki yang sedang berjalan ke arah kami. Dan sangat jelas terlihat dimataku, mas Fahmi bersama dengan Mas Di- mas.


"Kak ...." Kugenggam erat tangan Kak Fida disisiku kini. Butuh penopang rasanya untuk kembali membuka masa laluku, sosok dalam masalaluku yang kini semakin mendekat kearahku.


"Apa yang harus kulakukan Kak? kenapa ia disini?" Jantungku mulai tak beraturan.


Kutundukkan wajahku saat kurasakan bayang 2 pria telah sangat dekat dengan kami.


"Lyra ...." sapa pria tersebut padaku.


"Irsya, Mayra disana ada ikan yang sangat cantik, ayo ikut Om!! akan Om tunjukkan pada kalian," ujar mas Fahmi yang seketika membawa 2 bocah menjauh dariku dan diikuti Kak Fida dibelakang mereka.


Tinggalah aku bersama sosok masa laluku kini, sosok yang aku masih enggan menatapnya.


"Lyra," panggilnya lagi padaku.


Aku masih menunduk, apa yang harus kukukatakan, Mas Dimas dihadapanku, wajah yang telah berusaha kuhilangkan dari ingatanku kini ia berada sangat dekat, Ya Robb sesak mulai kembali menyelimutiku ....


"Kau tidak mau menatap Mas?"


Akhirnya kuangkat kepalaku, kuperhatikan dengan seksama, Mas Dimas masih seperti dulu, wajah tampannya walau terlihat lebih kurus kini dan sekarang ada janggut tipis di wajahnya.. Mas Dimas ... Astagfirulloh, apa yang kau lakukan Lyra, ingat ia bukan muhrimmu, bisik jiwa baikku.


"Kau tidak berubah Ly, masih cantik seperti dulu," ujar mas dimas sambil kemudian mendudukkan tubuhnya sekitar 1 meter dari sisiku. Oh, mas Dimas kata apa yang kau ucapkan. Tidak baik kau memujiku seperti itu, khawatir hatiku tak akan kuat mendengarnya.


"Bukankah kau harusnya ada di Bandung? Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku. ( Lyra seakan lupa beberapa penggalan kejadian sebelum ia pingsan tadi ).


"Aku ingin menemui calon istriku."


Ahh.. (Lyra mulai mengingat aneka kejadian sebelumnya) ... Aku juga kesini untuk menemui calon suami yang dipilihkan Kak Fida untukku, semakin kumengingat semakin aku takut jika dugaanku salah. Tadi Mayra memanggil Mas Dimas ayah, dan tentang duda yang akan di kenalkan padaku dengan seorang gadis kecil. Apakah ini benar-benar tentang Mas Dimas?? benarkah?


"Aku adalah sosok yang akan dikenalkan Fida padamu," ucap Dimas seakan menjawab segala tanyaku.


Aku menatapnya kembali sesaat.


"Apakah aku bermimpi mas?" ucapku spontan, masih bingung dengan kejadian yang bisa pas mempertemukan kami.


"Akupun baru mengetahui bahwa kau sosok yang akan kutemui hari ini, jika kau heran bagimana ini bisa terjadi. Semua adalah rencana sahabatmu Fida yang hendak menyatukan kita." lirih Dimas.


"Jadi ini rencana Kak Fida? Lalu, dimana Mbak Friss Mas??"


●●●●


🌻Happy reading❤❤

__ADS_1



🌻Mas Dimas bertemu Lyra


__ADS_2