
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
Bel pulang telah berbunyi.
Setelah meeting usai dan member di bubarkan.
Seperti biasanya seluruh karyawan bersegera menuju loker masing-masing tak ingin tertinggal bus jemputan.
Untuk para leader hari ini diminta lembur melakukan cleaning dan pengecekan area line sebab esok akan ada tamu dari Jepang yang berkunjung.
Aku memilih menuju toilet dahulu. membersihkan wajahku.
Sambil sesekali ku cek layar ponselku.
Oh.. ada pesan.
👨 "Jangan lupa nanti bareng mas ya Ly?"
👩 "Emang mas gak lembur?"
👨 "Nggak."
👩 "Mas sekarang dimana?"
👨 "Masih di line sebentar lagi keluar. Lyra sendiri dimana?"
👩 "Aku masih d toilet."
👨 "Oke, sampe ketemu nanti ya."
👩 "Mas jangan lupa kabari klo sudah keluar loker yaa!!"
👨 Siappp😘
Kuletakkan kembali ponselku ke saku.
Kuberjalan menuju loker.
Tampak suasana telah lenggang disana.
Didalam lokerpun telah tampak sepi.
Kuganti seragam kerjaku.
__ADS_1
Hingga tiba-tiba seseorang menghampiriku.
"Mbak Fris ... " lirihku.
"Haiii gadis ingusan," ujarnya ketus dengan menarik satu sisi bibirnya tampak jelas ia tidak menyukaiku.
"Ada apa Mbak?" tanyaku polos keheranan.
"Sungguh Mbak gak nyangka tampang polos dan lugumu ternyata Kamu senang dengan sesuatu yang dimiliki orang lain ... " ujarnya lagi ketus
"maksud Mbak??" ucapku tak mengerti.
"Jangan pura-pura kamu anak ingusan, kamu pasti tahu maksud Mbak?"
*Terdengar sayup bus jemputan keluar dari parkiran, ada senyum dari wajah Mbak Fris.
"Rasakan kamu Ly ... kamu akan pulang jalan kaki sore ini" batinnya.
"Sungguh aku gak mengerti mbak?? biarkan aku keluar!!" ujarku.
"Karena pasti Mas Dimas telah menungguku," batinku.
"Kamu sungguh gak tau Ly?? atau pura2 gak tauu??"
"Cukup Mbak ... aku gak mengerti apa yang mbak bicarakan??"
"Dimas!!!"
"Apa maksudnya mengatakan Mas Dimas miliknya?" sejenak ku teringat ucapan Kak Fid tempo hari bahwa Mbak Fris tak pernah putus asa selalu mengejar Mas Dimas.
Dan akupun telah melihat sendiri. Tapi kutau jelas Mas Dimas tak meresponnya. Apa ambisi dan khayalan Mbak Fris begitu besarnya hingga menganggap tak boleh ada yang mendekati Mas Dimas? Menganggap Mas Dimas hanya miliknya.
Aku sungguh merasa kasihan pada Mbak Fris.
Beberapa kali kurasakan getar ponselku.
Memang ringtonenya takku aktifkan saat bekerja.
"Mas Dimas pasti tengah bingung menungguku," batinku.
Kuabaikan mbak Fris.
Kupakai sepatu ketsku.
Kuraih tasku dari dalam loker.
Setelah ku kunci aku segera beranjak meninggalkan Mbak Fris.
__ADS_1
Mbak Fris mengejar dan menghadangku.
"Inikah caramu bicara pada orang yang lebih dewasa??"
"Maaf Mbak aku gak suka masuk dalam khayalan mbak ... " ujarku berlalu tak menghiraukannya.
Sungguh aku tak ingin menanggapi mbak Fris. rasa kasihan menyelimutiku.
"Khayalan apa?? kamu yang berkhayal Lyra.
sekali lagi》JANGAN PERNAH DEKATI DIMAS, IA HANYA MILIKKU!!!"
Suara teriakan diikuti isakan Mbak Fris semakin samar hingga pintu keluar lokerpun terbuka.
"Huhhh ... terasa udara kesejukan disana." merasa terbebas dari hawa panas kemarahan mbak Fris.
"Kenapa mbak Fris sampai seperti itu?" aku harus mencari tau.
Tampak di bawah tangga seseorang dengan ponsel di tangannya tampak kepanikan memenuhi wajahnya.
Ia menatapku sangat dalam dari sudut sana.
Ada senyuman terpancar kini.
Senyuman tenang karna wajah gadisnya telah tertangkap matanya lagi.
"Kamu baik2 saja Ly? kenapa lama keluarnya?" mata sayu itu menelusuriku dari ujung kepala hingga kaki saat aku telah berada dihadapannya.
"Maaf ya Mas, aku membuat Mas lama menunggu."
"Iya gpp Mas hanya khawatir," sambil tangannya mengelus kepalaku dengan lembut.
Kamu tunggu disini ya Mas ambil motor.
*Tampak dari balik pintu loker, seorang wanita terisak melihat kejadian itu. Berharap memastikan sang gadis pengganggu pulang dengan jalan kaki, ia malah tengah bersama Dimas pujaannya."
#flashback
Mbak Fris yang melihat Lyra sedang di toilet.
Merasa geram mengingat gadis itu sering tertangkap bersama pujaannya di kantin.
Tanpa fikir lama ia mengendap mengikuti Lyra.
sampai Lyra masuk kedalam loker.
Dan mbak Fris mendekatinya, "Aku harus membuat perhitungan" lirihnya.
__ADS_1
●●●●
🌻Happy reading❤❤