
Gie.. Apa begitu penting untukmu melakukan kissing? kenapa terlintas di otakmu ingin melakukannya. Haruskah aku mengikuti keinginanmu?
ππ
"Jangan marah ya Ly!!" lirih Firgie.
Ia hawatir Karna keinginannnya tadi justru akan menjauhkan jarak dirinya dan Lyra.
Aku masih menatap Firgie, dan tiba-tiba timbul keinginan menanyakan sesuatu yang memang mengganjal semenjak kepulanganku dari rumahnya tadi.
"Gie jujur, apa kau pernah melakukan kissing sebelumnya dengan seorang wanita?" tanyaku.
*Pertanyaan yang sesungguhnya membuat dadaku sesak dan tak takut mendengar jawaban yang akan ku terima. Tapi aku sungguh ingin mengetahuinya.
Kulihat Firgie mengangguk. Duhh lelaki ini kenapa ia tidak bisa berbohong, jawaban yang sungguh menyesakkanku.
"Dengan Kiran?" tanyaku spontan.
Firgie yang tadinya menunduk tiba-tiba kaget dan langsung menatapku.
Ia mengangguk kembali. Dan kembali sesak rasanya, haruskah ku lanjut pertanyaanku. Bagaimana ini? Gie kenapa kau melakukan hal seperti itu. aku seakan muak melihatmu saat ini, batinku kembali.
"Maaf, kau pasti tidak senang mengetahui jawabanku Ly. Tapi tolong jangan marah dan beranggapan buruk tentangku!!" lirihnya.
"Kiran yang memintanya Ly, awalnya aku sering menolak. Tapi kelamaan aku mengikutinya, ia yang mengajariku melakukannya," tambahnya.
"Dan kemudian kau sering melakukannya?."
Kupaksa diriku menanyakan hal yang sesungguhnya takut kuketahui jawabannya.
"Iya," lirihnya singkat.
Ohh.. muak rasanya membayangkan dan melihatmu Gie ... Tidak, sudah Lyra! Jangan bertanya yang lain lagi, batinku.
Aku memundurkan tubuhku, memberi jarak dengan Firgie saat ini. Tak ingin pula menatap wajahnya.
"Lyra, maafkan aku, tolong jangan seperti ini!! Aku hanya menjawab pertanyaanmu, maaf jika perilakuku dahulu menyakitimu," lirih Firgie.
Firgie berusaha meraih tanganku, tapi aku menepisnya.
"Aku tidak melakukan hal yang lebih dari itu Ly, percayalah! Tolong maafkan aku Sayang," mohonnya.
"Gie ... maaf aku bukan wanita seperti itu, jika kau ingin mencari wanita yang mau melakukan hal-hal seperti itu, kau salah bersamaku," lirihku setelah beberapa saat kuterdiam menahan sesakku.
"Jika kau ingin, kau bisa mencari wanita yang lain Gie ...," lirihku kembali.
Sesak sekali dengan ucapanku sendiri, membiarkan Firgie mencari yang lain. Oh, tidak. Bahkan aku tak ingin kehilangan cintaku lagi. Tapi aku harus memastikan sikapmu.
"Sayangg ... Jangan pernah mengatakan hal seperti itu. Maaf ... Maaf sekali lagi Lyra. Kau benar seharusnya aku tidak melakukan hal seperti itu dulu dan berani mengajakmu pula saat ini. Maafkan aku Ly. Tolong jangan pernah terfikir untuk berpisah," lirihnya dengan kesungguhan disana. Tampak pula mata yang berkaca kulihat disana.
Aku mulai menatapnya.
Memperhatikan sosok lelaki di sampingku.
__ADS_1
Berfikir apa yang harus ku lakukan dan ku katakan padanya.
Mata yang sebelumnya selalu terlihat penuh kasih menatapku.
Kini aku melihatnya penuh rasa kasihan melihatnya memohon kepadaku..
Apa aku bisa melupakan pengakuannya hari ini?
Tapi Firgie sudah sangat baik.
Dan tak pernah meminta lebih sebelumnya.
"Baik, aku memaafkanmu Gie," lirihku.
"Lyra ... terima kasing, Sayang," ujarnya.
Tangannya ingin meraihku. Tapi aku masih belum ingin bersentuhan dengannya.
"Maaf," ujarnya lagi ketika melihatku masih memberi jarak kepaadanya.
"Sudah malam kau pulanglah!!" ujarku.
Firgiepun berdiri. Ia menungguku mengecup tangannya, tapi aku sedang tidak ingin melakukannya saat ini.
Iapun berlalu dengan langkah gontai. Sesekali ia berbalik melihatku namun aku masih berdiri dengan diamku, tak ingin berpura tersenyum saat ini.
Kututup daun pintu kamarku saat ku dengar motor Firgie telah menjauh.
Hari yang sangat rumit untukku.
ππ
PT.XX
"Ris, lo lagi sakit? ko leher lo pada merah-merah gitu sih??" ujarku sebelum meeting pagi dimulai.
Kak Fida di sebelahku langsung menarik tanganku menjauh setelah mendengar tanyaku pada Riska.
"Lyra ... lo nanya apa sih?"
"Kenapa sih Kak?" tanyaku bingung.
"Masa lo gak tau sih leher Riska kenapa, pake lo tanya lagi," ujar kak Fid.
"Emang kenapa itu ka?" tanyaku polos.
"Itu jelas banget kali, masa lo gak tau?"
Aku menggeleng masih tampak bingung.
"Itu tanda dari cowoknya," jawab kak Fid.
"Tanda apaan Ka?" sungguh aku tak mengerti.
__ADS_1
"Kiss Mark, udah jangan di tanya lagi, pura-pura aja gak lihat. Nanti anaknya malu!!" ujar Kak Fid lagi.
"Kiss Mark itu apa Ka?" ujarku lagi.
"Huss, jangan kenceng-kenceng. Pelanin ngomongnya. Itu tanda yang dibuat sama cowoknya."
Aku terdiam masih tampak bingung.
Kak Fida kemudian membuka HP nya dan mencari jawaban yang akan lebih di mengerti Lyra dari Mbah Google.
"Nih lo baca sendiri!" Kak Fida menyerahkan ponselnya padaku.
"Ishhh," Aku bergidik setelah mengetahui yang dimaksud.
Mira yang sejak tadi mendengar obrolanku dengan Kak Fid seketika mendekat.
"Naif banget sih lo Ly kayak gituan aja gak tau! Lo punya cowo kan?"
Aku mengangguk.
"Cowo lo gak pernah apa ngelakuin kayak gitu?"
"Nggak tuh," jawabku.
"Ihh Lyra, lo pacaran ngapain aja? jangan-jangan lo juga belum pernah di cium lagi," ujar Mira lagi kearahku.
Kak Fida yang mendengar semuanya ikut menyahut.
"Udah ... udah, pada ngapain sih. Pagi-pagi ngomongin beginian." kak Fid mengajakku menjauh dari line.
"Ngapain lo diem aja Ly? Udah gak usah lo dengerin omongan Mira," ujarnya.
"Kak, emang orang pacaran mesti kissing gitu ya?" tanyaku.
"Emang kebanyakan itu bukan hal tabu dilakuin, tapi ya tergantung pribadi masing-masing mau ngelakuin apa nggak."
"Masalahnya ... semalem Firgie juga minta ngelakuin begitu Kak," ujarku jujur pada kak Fida sahabatku.
"Oya, terus??" kak Fida tampak penasaran.
"Aku gak mau kak," ujarku.
"Terus Firgienya gimana?" tanya Kak Fid lagi.
"Awalnya sih tampangnya kecewa. Tapi waktu aku suruh cari yang lain kalo mau begituan, akhirnya dia minta maaf," jawabku.
"Ya Tuhan Ly, itu namanya Firgie takut kehilangan lo," ujar kak Fid.
Terdengar bel masuk berbunyi.
Aku dan kak Fida segera membaur pada yang lain dan berbaris di belakang line siap mengikuti meeting pagi.
Apa aku begitu naif ya Robb .... Apa keputusanku salah. Dan terlalu berlebihan pada Firgie?? Apa gpp hanya melakukan kussing? Toh yang lain juga melakukannya, bahkan temanku itu sampai ada tanda di leher, batinku mulai bimbang.
__ADS_1
πππ
#Happy Readingπ