Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Joging


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻DINI HARI KOTA BANDUNG


Malam seakan sihir ...


Walau letih membawa diri saat terpejam,


Dengan tongkatnya ia mengubah letih itu menjadi bongkahan semangat guna menggapai hal baru dalam bingkai lukisan penuh warna ...


Lagi-lagi alarm diri menjadi pengarahku akan janji berjumpa dengan Robbku Sang Maha Perkasa. Kuangkat tubuhku dari pembaringanku, kutatap wajah tanpa beban suamiku. Ya, tidur memang menenangkannya. Setelah hal berat dilalui, hingga malamnya terus berkutik dengan penat mencari solusi penghidupan dunia, yang tak hanya menjadi penyelesaian hidup untuknya, tapi orang-orang yang menjadi tanggungannya dalam bisnisnya yaitu seluruh pegawainya.


Tak tega rasanya diri membangunkan sosok terkasihku yang terlelap bagaikan bayi yang tertidur kini. Dengan berbagai pertimbangan akan hak tubuhnya yang masih butuh istirahat sebagai pelebur letihnya. Akupun membiarkannya tak berjumpa dengan Robb kami di sepertiga malam ini.


Setalah kuambil wudhu, kutunaikan 2 rakaatku dengan kekhusyuan yang kumampu. Kuangkat kedua tanganku untuk berbincang dengan Robbku, kurayu Robbku dengan kusebut nama-nama Indahnya berulang-ulang kali, Kubisikkan pula nama terkasihNya, nama Nabi Muliaku ... kulantunkan segala kelemahanku kini, berbagai permasalahan yang sedang dilalui suamiku terus kuluapkan pada Robbku. Untaian do'a untuk kemudahannya kusampaikan pula padaNYA. Kubisikkan pula positif thinking kami bahwa yang terjadi pasti sesuai kemampuan kami, dan Kau pasti memiliki rencana yang indah setelahnya. Kututup curhat malamku dengan kata spesial yang tak pernah kulupa "Amiinn" ...


Kubaca kini Surat Cinta Robbku Sang Terkasih sambil kutunggu adzan Subuh berkumandang ... Kupilih Surat Al-Waqiah saat ini, salah satu Surat kesukaanku. Kulantunkan dengan perlahan dan tartil hingga setiap kata cinta Robbku terekam sangat dalam di sanubariku..


Beberapa menit sebelum Adzan berkumandang tampak manik mata sayu suamiku terbuka. Ia menatapku kini ...


"Mengapa Lyra tidak bangunkan Mas untuk sholat malam bersama?" lirihnya dengan mata yang masih tampak berat dibukanya.


"Karna mas sangat terlihat letih, maaf Mas," lirihku.


"Yasudah, besok-besok bangunkan Mas ya," ujarnya tampak mengangkat tubuhnya kini dari pembaringan.


Akupun mengangguk.


"Tolong siapkan koko Mas, Sayang!," ujarnya lagi tampak memasuki kamar mandi kini.


Kuletakkan koko mas Dimas diatas ranjang kini. Dan adzan subuh mulai terdengar menggema dari Masjid di sekitar perumahan kami tinggal.


Dan Mas Dimas segera menuju panggilan Robb kami setelah sebelumnya ia merapihkan penampilannya di dinding berbingkai yang memantulkan bayangnya.


●●●●


🌻Pukul 05:30


Mayraku telah tampil cantik dengan balutan sweater dan celana jogernya. Ia berdiri mematung menatapku yang masih merapikan hijab dimeja riasku.

__ADS_1


"Bunda ... ayo, nanti kebulu siang," ujar Mayraku tampak ia memegang sepasang sepatu kets berwarna pink dengan variasi lampu di bawahnya.


Kami memang berencana joging pagi ini. Mayra terus bercerita bahwa ia dulu sering melakukannya bersama sang ayah setiap pagi, dimana banyak orang pula melakukannya di sekitar perumahan kami. Mayra bercerita pula, bahwa di bundaran nanti ada wahana permainan anak, berbagai pedagang makanan juga berkumpul di bundaran. Dan Ayah akan menyuapi Mayra sambil bermain di wahana permainan tersebut.


Karna melihat Mayra tampak antusias menceritakan pengalamannya, akupun mengiyakan untuk joging pagi ini dengannya.


"Selesai ...," ujarku saat hijab telah terpasang cantik di wajahku.


"Ayo Bunda ... Ayo ...," Mayra terus menarik lenganku untuk keluar kamar, dan aku menahannya ...


"Ada apa Bunda?"


"Mayra pakai sepatu dulu di bawah ya Nak, bunda akan izin dengan ayah."


Dan Mayrapun mengangguk.


●●


"Mas ... Mas Dimas ....," terus kubisikkan panggilanku pada suamiku yang tengah tertidur dihadapanku kini. Ia memang kembali tidur setelah ibadah subuhnya tadi.


Kusapu bahunya kini, dan ia belum tampak bangun dari lelapnya.


Kubangunkan mas Dimas kini dengan cara yang biasa ia gunakan saat menggangguku.


"Ada apa Sayang ...."


"Aku mau izin mas,"


"Ini masih pagi bukan? izin kemana?"


"Aku akan joging bersama Mayra, boleh kan Mas?"


Mas Dimas seketika mengangkat tubuhnya dan segera duduk bersandar pada bahu ranjang. Ia memperhatikan penampilanku dari atas kebawah ...


"Tak bisakah joging besok saja Sayang?"


"Kau tidak tau putrimu sejak tadi sudah mengejarku untuk bergegas, Mayra sangat bersemangat untuk joging ini Mas," lirihku.


"Dengan siapa kalian joging?"


"Berdua saja."


"Hanya berdua?? ajaklah Bik Lasmi! Kau belum hafal daerah ini Sayang."

__ADS_1


"Bik Lasmi izin subuh tadi untuk kerumah anaknya Mas, cucunya sedang sakit katanya."


"Kau tunggulah!! Mas akan segera bersiap," ujar mas Dimas sambil mengurut kepala dengan jemarinya.


"Kau pasti masih letih, kau tak perlu ikut Mas," ucapku kembali.


"Mas akan ikut." Mas Dimas tampak berdiri dari pembaringannya dan menuju kamar mandi.


Tak lama, ia tampak sudah siap dengan celana sedengkul dan kaos hitam, sepatu kets tak lupa dikenakannya.


●●


Udara dingin terus menyapu setiap titik pori-poriku. Dingin sekali, batinku. Namun tidak dengan kedua sosok di depanku, hawa dingin tampak tak berpengaruh pada keduanya, mereka terus berjalan dengan penuh semangat menyusuri perumahan kami saat ini.


"Ayo kejar Ayah Sayang ...," mas Dimas terlihat berlari diikuti Mayra dibelakangnya.


"Panggil bunda Nak," ujar mas dimas kepada sang putri.


"Bunda ... ayoo!!"


"Kalian saja, Bunda akan mengikuti," lirihku menahan hawa dingin yang baru kuketahui akan sedingin ini.


Mas Dimas tiba-tiba mendekat kearahku, "Gerakkan tubuhmu Sayang, akan mengurangi rasa dingin ditubuhmu," ujar mas Dimas kini.


"Ayo kejar Mas ..."


Dan akupun berlari mengikuti arahan mas Dimas, dan benar saja hawa dingin tak menyeruak seperti sebelumnya.


Kamipun terus berlari-lari saat ini, hingga matahari tampak mulai keluar dari peraduannya. Dan Mas Dimas tiba-tiba menarik lenganku untuk berhenti di sebuah penjual Bandrek disisi jalan yang Kami lewati.


Bandrek adalah salah satu minuman yang terkenal untuk menghangatkan tubuh di daerah Bandung. Minuman ini terbuat dari air, gula kelapa, jahe, serutan kelapa muda, dan rempah-rempah lain.


Dan kami bertiga duduk menghangatkan tubuh dengan minuman di tangan kami masing-masing. Aku dan mas Dimas memilih menyeruput Bandrek, sedang Mayra memilih teh manis hangat.


Tak berselang lama, tampak seorang pemuda tampan berwajah campuran menghampiri bakulan yang kami jajakan saat ini. Pemuda yang tampak tak asing untuk mas Dimas, kuperhatikan mereka mengobrol dengan sangat akrab.


Pemuda itu juga menyapa Mayra putriku dengan sangat lembut, jika kuperhatikan usianya tampak masih belasan tak jauh dari Ersha dan Shifa adikku.


Siapa dia? batinku.


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤

__ADS_1


🌻Jangan lupa like dan komen untuk penyemangat Thor yaa😊😊


__ADS_2