Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Kehadiran Ibu


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


Tampak ibu memperhatikan Firgie yang berbicara memanggil nama padaku. Ibu kemudian mengalihkan tatapannya beberapa saat setelahnya.


Semoga tidak terjadi hal buruk pada suamiku ya Robb, lirih batinku.




"Kami sudah datang mendampingi Lyra, kau ... siapa namamu?" ujar ibu tampak dengan nada pelan tapi tegas menghampiri Firgie yang tampak duduk setelah memberikan sarapan yang di belinya.



"Firgie tante," jawab Firgie mantap.



"Senang berkenalan denganmu Firgie, kau juga beraktifitas bukan? kau boleh pulang, sudah ada kami yang mendampingi menantu kami. Betul begitu bukan Lyra?" ibu seketika bertanya padaku seolah memastikan sesuatu yang ada dalam otaknya.



Akupun mengangguk.



"Baiklah, permisi tante," ujar Firgie kepada Ayah dan Ibu seraya melirikku yang masih mematung memikirkan suamiku.



Seketika Firgiepun berlalu.



Beberapa saat kemudian ...






"Keluarga Bapak Dimas," panggil sang perawat.



"Kami Sus," jawab ayah.



"Silahkan masuk ke dalam, Dokter ingin berbicara," ujar sang perawat kembali.



"Kau tetaplah disini Sayang, ibu dan ayah yang akan masuk," lirih ibu padaku.



"Tapi Lyra juga ingin bertemu mas Dimas Buu," ucapku.



"Iya Sayang, kita akan bergantian masuk nanti," ujar ibu lagi menenangkanku.



Akupun mengangguk akhirnya.




__ADS_1



Ayah dan Ibu memasuki ruangan ICCU saat ini. Ibu memandangi wajah sang putra yang tengah tertidur dikejauhan. Dan dokter kini berada dihadapan keduanya dengan sorot mata serius.



"Bapak dan Ibu keluarga Bapak Dimas?" Sang dokter tampak memastikan yang dilihatnya. Sebab sejak semalam hanya aku yang dilihat terus mendampingi mas Dimas.



"Kami orang tua pasien bernama Dimas Dok," ujar Ayah.



"Oke, sejak dini hari Bapak Dimas kerap mengalami serangan jantung, Dan menurut hasil CT Scan terdapat kebocoran pada katup jantung Bapak Dimas, Seperti kita tau jantung kita memiliki 4 katup. Setiap katup tersebut memiliki kelopak yang seharusnya bisa membuka dan menutup selama jantung berdetak. Ketika hal tersebut tidak terjadi, aliran darah melalui jantung dan tubuh akan terganggu. Dan itulah yang dialami putra Bapak dan ibu, oleh karenanya operasi guna memperbaiki katup yang bermasalah harus segera dilaksanakan ....



.... Ini baru permasalahan yang pertama, selain masalah katub jantung terdapat pula penyempitan pada pembuluh darah Bapak Dimas, yang membuat aliran darah terganggu. Oleh karenanya Bapak Dimas harus pula menjalani operasi pemasangan ring untuk melancarkan pembuluh darah yang menyempit," sang dokter menjelaskan dengan sangat lugas.



Dan disana, 2 orang paruh baya tampak begitu shock atas penyakit yang dialami sang putra.



"Apakah dapat dipastikan setelah operasi dilakukan putra saja bisa normal kem-bali Dok," ibu bertanya dengan sangat hati-hati disana.



"Untuk keberhasilan, kembali kita serahkan pada yang diatas. Juga bagaimana sinyal yang diterima tubuh Bapak Dimas. Oleh karenanya, bapak Dimas butuh support besar untuk terus bertahan dengan kondisinya."



"Pernahkah ada kasus komplikasi jantung yang Dokter tangani dan bagaimana kondisi pasien tersebut?" ibu kembali bertanya lirih berusaha memastikan kemungkinan yang terjadi setelah pembedahan yang dilakukan putranya.



"Kembali lagi Bapak Ibu, semua tergantung pada penerimaan tubuh pasien itu sendiri, resiko kegagalan tentu ada tapi akan sangat beresiko jika tidak dilakukan penanganan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi," ujar sang Dokter.




"Itulah, kita hanya melihat tampilan fisik Bapak Dimas, untuk sistem kerja organ ternyata tidak terlihat baik seperti rona yang ditunjukannya. Terlihat Bapak memiliki semangat besar dan tidak ingin meresahkan keluarganya. Tapi lagi-lagi perlu kerjasama keluarga untuk tetap menjaganya tenang, tidak banyak memikirkan hal yang membuatnya stress. Karenanya sejak kemarin saya anjurkan keluarga untuk tidak banyak bicara pada pasien."



Tampak kedua paruh baya dengan mata berkaca memahami yang terjadi pada putra mereka. Dan mereka harus siap mengambil tindakan guna memperpanjang kesempatan hidup putranya.



"Silahkan Bapak Ibu fikirkan, dan saya harap keputusan yang cepat dapat terjadi untuk keberlangsungan hidup pasien kedepannya. Karena kita tidak bisa mendeteksi kapan serangan akan terjadi lagi dan bagaimana kemampuan tubuh Bapak Dimas untuk bertahan. Sebentar lagi ia akan sadar, bisa disuapi dan diberikan obat. Satu persatu saja untuk masuk, tetapi lagi-lagi hindari pembahasan yang membuat otaknya berfikir keras. Sampai sini ada yang ingin ditanyakankah?" Dokter memperhatikan kedua paruh baya didepannya, dan sepertinya keduanya telah paham. Dokterpun segera berlalu melanjutkan aktifitasnya.



Ibu menghampiri ranjang putranya saat ini, sedang sang ayah berlalu keluar. Ia menatap sang putra masih terlelap. Seketika air mata ibu berlinang, membayangkan putra yang dicintainya akan berakhir seperti ini. Dan tidak ingin semua berakhir seperti ini.



Kelopak mata sang putra perlahan terbuka, ibu segera membasuh air matanya dan siap dengan senyum terbaik menyambut kesadaran sang putra.



"Ibuuu ...," sapa Dimas menyadari keberadaan wanita penjaganya yang sejak kecil tak pernah letih menghujani cinta padanya.



"Hai sayang, bagaimana tidurmu? kau mimpi indahkah?" ujar sang ibu ceria seraya mengecup kening sang putra.



"Bu, maaf Dimas membuat ibu harus kesini, ibu pasti letih," lirih Dimas kembali seraya terus menatap wanita yang melahirkan dan membesarkannya tersebut.



"Kata siapa Ibu letih, Ibu sangat bahagia ingin bertemu denganmu Nak," ujar ibu terus menutupi kesedihan yang ia rasakan.


__ADS_1


"Buuu ... tadi pagi dada Dimas sangat sakit," lirih sang putra terlihat air mata yang berlinang disana.



"Heii, apa ini? Kau menyambut ibu dengan tangisanmu kah?" ucap ibu seraya menahan sesaknya dan berusaha setenang mungkin di depan sang putra.



"Ibuu ... bagaimana jika Dimas tidak bertahan?" lirih sang putra kembali.



"Siapa kau ini? Kau bukan Dimas putraku? Putraku orang yang bertanggung jawab dan tak bisa melihat orang yang dicintainya bersedih, kau masih Dimas putra ibu bukan?" geram ibu.



Terlihat Dimas mengangguk seraya terus mengatur nafasnya sendiri.



Tampak jelas ibu berusaha membangkitkan semangat sang putra, sesekali ia berpura mengecek monitor untuk mengalihkan wajahnya dari sang putra dan membasuh air mata yang terus memaksa keluar disudut matanya.



"Buu ... apa Lyra masih ada disini?" tanya Dimas memastikan keberadaan wanita pengisi hatinya sekaligus ibu putra-putrinya.



"Istrimu selalu mendampingimu Sayang, jangan berfikir macam-macam oke..!!!" ucap Ibu kembali menenangkan sang putra.



"Buu ... pri-a itu, a-pa ia masih di-sini juga?" terbata Dimas bertanya pada ibunya kembali.



"Sayang, kenapa kau jadi banyak bicara seperti ini? jika kau terus bicara, perawat akan menarik ibu keluar dari sini karna mengganggu pasiennya," ibu berdalih dan berusaha membuat putranya diam tapi sang putra tetap bersihkeras dengan tanyanya. Ia meraih jemari sang ibu dan menggenggamnya.



"Bu, lelaki itu masih disini kah?" tanya Dimas kembali.



"Lelaki siapa yang kau maksud Sayang, ada ayahmu diluar, kau rindu pada ayahmu kah?"



"Bukan Buu ... tapi lelaki, ke-kasih Shifaa, ia masih ada?" Dimas memperjelas tanyanya.



"Ohh Sayang, kau sedang sakit mengapa memikirkan adikmu?" ibu masih belum memahami yang terjadi.



"Jawab Bu, ia masih adakah?"



"Ia sudah ibu suruh pulang. Sudah jangan bicara lagi. Sekarang ibu akan menyuapimu. A ... buka mulutmu Sayang..!!"



"Tunggu Bu. Buu ... lelaki itu dulu kekasih Ly-ra ...." Dan seketika Ibu memundurkan tubuhnya mencari sandaran seraya mencermati setiap kata yang diucapkan putranya.



*Sang ibu akhirnya menyadari sesuatu, ia kembali flashback peristiwa beberapa saat lalu yang ia tangkap diluar. Pantas aku tak asing dengan wajahnya. Benar, aku ingat sekarang lelaki itu dulu yang datang mendampingi Lyra dipernikahan Dimas. Mungkinkah Dimas semalam terus memikirkan ini hingga kondisi jantungnya menurun? Bagaimana masalalu Lyra harus hadir disaat seperti ini*?



🌷🌷🌷



🌻Happy reading❤❤


__ADS_1


🌻Bab selanjutnya segera😉


__ADS_2