Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Ketakutan Lyra


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


Mungkinkah??


Segera kuangkat wajahku keatas..


Dan Ohhh ... terbelalak mataku seketika ...


Segera kuberdiri dan kucengkram lengan mas Dimas yang berdiri disisiku, aku tak ingin melihat wajah itu ... dan butuh penopang saat ini ...


Mas Dimas yang merasakan cengkramanku seketika menoleh, iapun menangkap wajah panikku.


"Ada apa?" tanyanya heran.


"Mass," panggilku lirih.


"Iya, ada apa?"


"Mass Diaa ...." ujarku belum lagi kuselesaikan ucapanku mas Dimas memotongnya.


"Dia kakakku Lyra, kakak sepupuku tepatnya. Kenapa kau terlihat pucat? Kau sakit Ly?" sela mas Dimas.

__ADS_1


Aku mengeleng dan menutupi keterkejutanku.


"Lalu kau kenapa? Hmm, aku tahu kau mulai senang menggoda mas-kah? Apa ini? Sejak tadi kau menggenggam lengan mas. Kita belum halal Sayang," Mas Dimas menganggap panikku suatu gurauan.


Seketika kulepaskan cengkramanku pada lengannya yang spontan kulakukan tadi.


"Maaff, semua tidak seperti yang kau fikir Mas," ucapku. Seketika kuterlupa akan sosok dihadapanku. Hingga suatu suara ...


"Hmmm," deham Rendi.


"Ohh, oh ya ... kenalkan Mas ini calon istriku, Lyra," mas Dimas tampak memperkenalkanku pada sosok yang membuatku tak nyaman.


"Lyra, ini Kakak sepupuku, Rendi," ucap mas Dimas yang membuat aku semakin bergidik, Rendi sau-dara mas Dimas?? batinku bergejolak mendengarnya. Tidak ... ini tidak mungkin, batinku kembali.


"Kau bisa saja Mas, aku tidak sepintar itu, bahkan kau yang paling berpengalaman terhadap wanita Mas," ujar mas Dimas, tampak senyum menggoda kakak sepupunya tersebut.


Rendi tiba-tiba menjulurkan tangannya kini untuk bersalaman denganku.


Aku mengacuhkan tangannya, segera kulipat kedua telapak tanganku dan meletakannya kedadaku, tanda salam dariku.


"Maaf mas, begini cara Lyra bersalaman dengan non muhrimnya," jelas mas Dimas.


Tidak berubah, gadis yang sombong dan jual mahal, semakin kau seperti ini, aku semakin menyukaimu Lyra ... aku tak peduli kau calon istri Dimas, selama kalian belum menikah aku masih berkesempatan mendapatkanmu, batin Rendi, tampak senyum menyeringai diwajahnya.


"Oh. Okee," ujar Rendi kemudian.

__ADS_1


"Baik, ayo kita keruang makan sekarang yang lain pasti sudah menunggu," ucap mas Dimas.


●●●●


Aku duduk di kursi sebelah Mas Dimas kini, Mayra duduk disisiku. Dan Rendi, entah mengapa ini bisa terjadi. Ia duduk tepat di hadapanku saat ini. Tatapannya tak bergeser dari wajahku seakan terus mengintimidasiku.


"Mari dinikmati, silahkan disantap yang ada, makan yang banyak semua," tante Arini tampak memberi aba-aba.


Semua yang ada di ruangan itu tampak fokus makan saat ini, tapi tidak denganku, ada sepasang mata yang seakan siap menerkamku. Aku sangat tidak nyaman, kulirik mas Dimas ia hanya menatapku dan memberi senyum hingga kemudian larut dalam makannya kembali.


●●●●


Setelah makan semua orang beranjak keruang keluarga kembali, tapi aku sangat ingin ke toilet saat ini.


Aku tenang laki-laki bernama Rendi sudah tak terlihat lagi, setelah bertanya pada Shifa dan ia memberi arahan dimana toilet berada, akupun segera berlalu ke toilet.


Aku segera menuju ke ruang keluarga setelah hajatku terpenuhi. Hingga sebuah tangan tiba-tiba membekap mulutku. Sebuah tangan kekar terus menarikku kesudut ruangan jauh dari yang lain.


Aku berusaha mengerang dan melepaskan diri, tapi tangan ini terlalu kuat untukku. Hingga di sudut ia melepas tangannya yang menutup mulutku. Ia mengukungku dalam lingkaran tangannya.


"Haii Lyra, oh bukan, adik Lyra ... aku senang berjumpa kembali denganmu,"


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2