
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like,komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
"Kamu sudah benar-benar sehat fid," tanya mbak Dewi memastikan kondisi anak buahnya telah siap untuk bekerja kembali.
"Iya mbakk," jawab kak Fida dengan penuh semangat.
Mbak Dewi yang tenang mendengar jawaban anak buahnya tersebut segera berlalu kembali mengecek seluruh pekerjaan membernya. memastikan smua bekerja dengan benar dan semangat tanpa ada tekanan. Aku yang melihat mbak dewi sudah tak terlihat memulai obrolanku dengan kak Fid.
"Kak Fid benar sudah baik-baik saja?" tanyaku memastikan.
"iya Lyra sayang, gw udah bener-bener sehat," jawabnya.
"Alhamdulillah ... maaf ya ka, aku gak sempet tengok karna memang gak tau rumah kaka," ujarku polos.
"Iya gpp Lyy ...."
Lalu kamipun dengan penuh semangat mengerjakan tiap produk yang kami terima.
Hingga waktu berlalu tak terasa. Kulihat jam di tanganku. Pukul 11:50 itu berarti tinggal 10 menit lagi bel istirahat akan berbunyi, saat yang paling kami tunggu-tunggu.
Seorang delivery yang kemarin lagi-lagi menghampiriku, membisikkan sesuatu padaku.
"Jangan lupa makan di tempat biasa ya mbak," ujarnya lirih agar tak ada yang mendengar.
Iapun segera berlalu saat dilihatnya aku telah menganggukkan kepala tanda memahami pesan tersebut.
Kak Fida yang terheran dengan prilaku delivery tersebut bertanya padaku.
"Lo kenal dia Ly? ngomong apa dia sama lo?" ujar Ka Fid yang penasaran melihat delivery tadi membisikkan sesuatu padaku.
"Bukan apa-apa ko Kak ... tanya jam aja dia," ujarku spontan.
Kak Fida yang mendengar jawabku segera membalikkan tubuhnya melihat jam besar yang terpasang dibelakang line kami.
"Ada yang aneh ...." batinnya.
●●●●
"Aku lagi gak sholat Kak, kalau Kak Fid mau sholat dulu gpp. Aku akan makan sendiri" ujarku sambil melangkahkan kaki menuju tangga ke kantin. Di benakku sungguh berharap Kak Fid akan membiarkanku makan sendiri.
"Aku ikut makan dulu Ly, aku harus minum obat soalnya" jawabnya tak sesuai harapku.
Kuputar otakku.
Bagaimana ini?
__ADS_1
Mas Dimas pasti telah menungguku di kantin.
Tapi Kak Fida. Aku juga biasa makan bersamanya.
Kami telah membawa nampan yang berisi makan siang kami saat ini. Kak Fid yang melihat meja kosong langsung menghentikan langkahnya.
"Kita makan disini saja ya Ly?" ujarnya.
"Disana saja Kak," aku terus berlalu meninggalkannya.
Kulirik kebelakang Ka Fid ada mengikutiku.
Kulihat seorang lelaki duduk sendiri di tempat kami. Iya, itu adalah mas Dimas yang menungguku.
Aku berjalan melewatinya dan berhenti tepat 1 meter didepannya.
Kutaruh nampanku tepat menghadapnya. Ia menatapku dengan tatapan bingung.
"Jauh banget sih lo cari tempat Ly?? mana sepi lagi disini," ujar Ka Fid keheranan.
"Ly, kita pindah aja deh. Lo liat no di depan kita ada Pak Dimas. Males ah gw ada atasan," ujarnya berbisik padaku sambil melirik kearah Mas Dimas.
Aku yang mendengar hanya tersenyum kecil sepertinya ingin sekali memberitahunya Memang aku ingin makan dekat dengan dia kak, batinku.
Tiba2 ponselku berbunyi.
Pesan dari Mas dimas.
Segera kubalas.
👩: "Maaf, bingung aku mas ada temanku,"
👨: "Kenapa gak cari alasan?"
👩: "Aku gak pintar cari alasan😟.
👨: "Yauda cepat makan, kamu lapar kan??
👩: "Hee ... iya mas."
👩: "Mas juga makan, kenapa piring mas masih penuh??
👨: "Iya mas makan. yahhh, okelah paling nggak mas tetap bisa lihat wajah kamu Ly.
👩: 👍👍😙 (Ku balas dengan emotion)
👨: "Waahh gambar apa tuh??Kayaknya ada yang pengen di ....
👩: "Ihhh nggak mas ... gambar aja ko😉
__ADS_1
👨: "Met makan Lyra😙"
👩: "Iya mas Dimass😊"
Kak Fid merasa ada yang aneh melihat 2 orang di hadapannya. Berkali-kali Kak Fid memanggil Lyra tapi ia bgitu serius mengetik-ngetik layar ponselnya.
Dan dari jauh di seberang sana, seorang laki-laki dengan aktifitas yang sama, sibuk mengetik layar ponselnya ... sesekali pandangan mereka bertemu sambil melontarkan senyum penuh misteri disana.
"Apa mungkin Lyra dan Mas dimas?"
Kak Fid kemudian melahap makanannya dengan cepat saat melihat jam di tangannya 12:30.
"Ternyata waktuku terbuang memperhatikan 2 sejoli ini, aku belum sholat zuhur juga," batin kak Fida.
"Aku duluan ya Ly ... mau sholat."
"Iya Kak."
Tak menunggu lama Kak Fida pergi, mas Dimas menghampiriku dengan makanan yang baru dia makan setengah itu.
"Haiii ...."
"Ihhh ... Mas Dimas ngagetin Lyra aja."
"Untung temanmu cepat pergi," ujarnya sambil melanjutkan makannya dan sesekali menatap wajah Lyra.
"Jangan lihat aku seperti itu mas! gak mau kan lihat sendokku berjatuhan."
"Iyaa, mas kedengeran nih detak jantung kamu," ujarnya menggoda.
"Ahh, Mas" lirihku malu.
Kak Fida yang masih penasaran memalingkan wajahnya sebelum akhirnya keluar dari kantin.
Iya tampak terkaget Pak Dimas telah berpindah tempat.
"Awas anak itu! Ia merahasiakan hal besar ternyata," batin Kak Fida pada Lyra teman yang juga telah di anggap adik olehnya.
"Nanti kamu pulang bareng mas ya Ly!!" ujar mas Dimas padaku.
"Hmm ... baik Pak Dimas," jawabku menggoda karna Mas Dimas sangat tidak suka panggilan Pak dariku.
"Nakal kamu yaa gadis kecil," ujarnya mencubit hidungku.
"Ahhh ... sakit mas."
"Sudah selesai kan makannya?? Mas duluan gpp ya, Mas belum sholat. Kamu nanti jangan sampai telat ke line!!" ujarnya lagi sebelum berlalu.
Mas Dimas menangkap seseorang memperhatikan mereka "Frista"
__ADS_1
●●●●