Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Kebohongan


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻Pukul 16:40


Motor mas Dimas segera mengambil kearah kanan saat dilihatnya ada sebuah bangunan Masjid besar disana.


2 Sejoli berniat menjalankan ibadah Asharnya pengakuan Cinta terhadap RobbNya Sang Maha tinggi.


Sisa-sisa tetesan wudhu masih terlihat di rambut bagian atas mas Dimas saat kami sama2 saling bertatap menuju arah pintu keluar masjid besar itu.


Kami segera beranjak kembali ditemani motor besar berwarna biru yang selalu setia membawa berkeliling menembus padatnya jalan di hari menjelang malam sore itu, dimana matahari tengah sangat malu dan perlahan menghilang bersembunyi diganti bulan di sebrangnya yang tak sabar memancarkan keindahan cahyanya.


Bakulan sate menjadi pilihan kami selanjutnya. Sinyal perut minta diisi sudah tak bisa dielakkan.


Dari kejauhan seorang pelayan membawa 2 piring nasi dan sepiring sate yang rasanya agak banyak terlihat untuk kami yang hanya berdua.


"Yuk makan!!!" ujar Mas Dimas.


"Banyak banget sih mas porsinya gak salah ya??."


"Nggak ... Ayo makan biar kamu tambah gemuk Ly," jawabnya dengan senyuman yang selalu membuat meleleh hati ini.


Kamipun bersama melahap satu persatu tusuk sate yang terasa sangat nikmat berpadu dengan bumbu kacang dan kecap dengan rasa yang sangat pas memanjakan lidah2 kami hingga akhirnya porsi yang tadinya terasa banyak telah nampak kosong dihadapan kami.

__ADS_1


"Kenyang ya???" mas Dimas memulai obrolan saat acara makan telah selesai.


"Banget mas ... Duh bisa melar deh badan Lyra klo makan sebanyak ini terus sama mas." Jawabku sambil mengerucutkan bibirku manja.


"Ihhh ... lucu banget sih kamu. Oya, tadi siang emang kenapa gak bisa makan bareng mas??"


"Ohh ituu, gapapa mas Mbak Dewi lagi ngajak aku makan bareng dia," jawabku


"Dewi leadermu?? tumben sih, mang kamu buat salah?" mas Dimas tampak penasaran.


"Bu-kan Ma-s ... I-tu ... Mbak De-wi ...." jawabku terbata. Bingung cerita gak ya soal nemenin temennya itu, dan setelah berfikir beberapa saat. Gausah cerita lah, orang nemenin sebentar doang nanti malah panjang dan mas Dimas prasangka macem2 lagi. Lagi males jelasin.


"Kenapa Dewi? Ko gak dilanjut ngomongnya?" tanya mas Dimas yang membuyarkan lamunanku tampak heran.


"Bukan apa2 ko mas pengen makan bareng aja dia."


Hahhh ... kenapa bisa pas begini. Baru saja aku bingung cari alasan apa supaya gak jalan sama mas Dimas sabtu ini. Ohhh alhamdulillah, batinku.


"iya gpp mas ... " jawabku.


🌻FlashBack


Jauh di sudut line ruangan mas Dimas saat jam produksi berakhir Friss mendatangi Dimas.


"Pokoknya aku gak mau tau sabtu ini kamu harus temenin aku Mas!!!!" mbak Fris tampak marah menatap Dimas yang lagi2 mengabaikan ajakannya.


"Ini sahabat aku mas yang nikah, masa aku dateng sendiri. Kamukan calon suami aku, tega kamu mas biarin aku sendiri. Aku udah nurutin kamu untuk gak ganggu hubungan kamu sama gadis itu, sakit aku mass! setiap hari lihat kamu terus melirik gadis itu di line. Waktu istirahat juga kamu habiskan bareng dia... kasih aku tempat sedikit mas!!!" air mata mulai menetes di sela mata mbak Friss. Menumpahkan setiap yang di pendamnya.

__ADS_1


"Mau kan mas?? aku minta 1 hari itu saja mas!! aku ingin merasakan bahagia juga dengan pendampingku. Itu kamu mas, pleaseee!!!" mohonnya lagi.


"Atau aku harus minta tolong ibu dulu biar kamu dengerin aku mas, Iya? Itu mau kamu kan? Tampak Mbak Friss tak kehilangan akal. Yang menjadi inginnya saat itu harus ia dapatkan. Mbak Fris seketika mengambil ponsel di sakunya dan menekan tombol dilayar itu.


Mas Dimas yang sedari tadi diam terus sibuk dalam aktifitasnya menghampiri Friss.


"Apa sih kamu kekanakan banget, lagi2 kamu bawa2 ibu. Kamu kan tau kondisi ibuku." Tangannya menarik berusaha mengambil ponsel dari cengkraman mbak Friss.


"Biar mas memang aku kekanakan, karna ibu yang bisa bikin kamu menurutiku" tangannya menekan tombol lagi masih mencari kontak ibu disana. Sambil berusaha mempertahankan ponsel tetap dalam genggamannya.


"Frisss ... stop!!!! Oke ... Aku akan ikut kamu," jawab mas Dimas pasrah tak ingin ibunya lagi2 mendengar ocehan Friss yang akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibunya.


"Thanks ... makasih sayang. Sabtu jam10 aku akan kerumahmu," dengan senyum yang mengembang merasa puas mendapat yang di inginkan Friss berlalu meninggalkan ruangan Dimas yang masih dalam keterpakuannya.


●Semua selalu untuk ibu... Lirihnya yang selalu merasa menjadi tumbal anak laki2 satu2nya di keluarganya.


●●●●


🌻Masih dibakulan sate tampak 2 insan sedang termenung dengan fikirannya masing2.


"Maafkan aku harus berbohong Lyra. Belum saatnya kamu tau ...." Lirih mas Dimas dalam hati.


"Maafkan aku mas gak menceritakan sejujurnya ke kamu ...." Lirihku pula dalam hati.


●●●●


#Salam Cinta❤dari Thor like dan komen karya Thor yaa😉

__ADS_1


#happy reading😍


__ADS_2