Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Kecemburuan Firgie


__ADS_3

●Terima kasih kepada para readers yang masih setia menanti kelanjutan kisah cinta Lyra❤❤


Lanjuutt yaa👋☺..


🌷🌷🌷


Ba'da Zuhur kini saat sebuah Brio tiba-tiba masuk ke pelataran rumahku, aku yang sedang berbincang dengan kedua ibu sontak kaget.


"Siapa yang datang Ly?" tanya ibuku padaku.


"Entah Bu."


Tak lama seorang laki-laki tegap dan cukup tampan tampak memasuki kediaman kami. Aldo, entah angin apa yang membawanya hingga siang bolong tiba-tiba ada di rumahku.


"Assalamu'alaikum ...."


"Wa'alaikum salam, ada apa Al? tumben siang-siang ke rumah?" ujarku.


Setelah Mas Dimas kembali memang Aldo sudah tidak tinggal disini tapi ia sudah seperti anggota keluarga kami.


"Shifaa sudah siap Mbak? Aku ingin menjemput Shifaa," sopan ucapan keluar dari bibir Aldo saat ini.


"Ohh, kau menjemput Shifaa? Sebentar mbak lihat Shifaa ke kamarnya dulu ...," ujarku.


Mengapa yang menjemput Shifaa Aldo? biasanya Firgie, batinku.


"Shif, Shifaa ...."


"Iya masuk saja Mbakk, nggak Shifaa kunci kok," ujar Shifaa yang masih merapihkan hijabnya di depan meja rias.


"Ada Aldo jemput."


"Iya suruh tunggu sebentar ya Mbak.!!" ucap Shifaa.


"Shif, Kamu lagi marahan sama Firgie?"


"Nggak mbak."


"Kok tumben sih yang jemput Aldo," tanyaku penuh tanya.


"Gpp Mbak."


"Mbak, tunggu..!!!" teriak Shifaa tiba-tiba kearahku kini yang baru saja hendak meninggalkan kamarnya.


"Ada apa Shif?" jawabku.


"Mbak, apa yang dulu bikin mbak suka sama Mas Firgie?" dan Shifaa bertanya tentang masa laluku dengan Firgie. Ada apa sih dengan anak ini?


"Mbak udah lupa, udah lama," ujarku seraya membetulkan lipatan hijab Shifaa yang sedikit miring.


"AhhMbak, Oya Mbak ... berapa lama mbak benar-benar bisa melupakan mas Firgie kala itu?" tanya Shifaa kembali seraya terus menatapku.


"Berapa lama yaa?? Yang jelas saat Firgie tidak datang hari itu, dimata Mbak Firgie tidak serius memperjuangkan Mbak, dan Mbak harus bangkit dari sesuatu yang hanya mengotori hati Mbak," ucapku.


"Dan setelah mbak tau kalau mas Firgie tidak datang karena kecelakaan??" Shifaa bertanya kembali.


"Saat mbak tau, Mbak sudah memiliki masmu, tidak ada waktu untuk memikirkan masa lalu. Apapun alasannya, semua sudah jelas bahwa Firgie bukan jodoh Mbak, jodoh mbak adalah Mas Dimas, masmu."


"Mas Dimas sudah cerita alasan dia memberi penglihatan pada mas Firgie mbak?" Shifaa kembali bertanya tapi aku tak dapat menjawab yang sesungguhnya, akan menyakiti Shifaa kalau ia tau masnya pernah berfikir untuk menyatukanku dan Firgie kembali.


"Mungkin mas Dimas tau dimasa depan Firgie akan menjadi kekasihmu," dan aku segera berlalu kini, "sudah jangan ngajak ngobrol terus keburu Aldo capek nunggu kamu," teriakku.


"Ahh Mbak ditanya serius malah jawabnya bercanda, ya sudahlah ...," lirih Shifaa setelahnya.


Tak berselang lama Shifaapun turun, entah apa yang Shifaa bicarakan dengan Aldo hingga akhirnya mereka berangkat saat ini.





Dan diluar sebuah Yaris hitam tampak baru saja menepikan dirinya diluar gerbang hingga seketika gerbang terbuka dan sebuah Brio tampak keluar dengan bayang Aldo yang membawa sang kekasih yang hendak di jemputnya.

__ADS_1


Iapun melajukan kencang kemudi Yarisnya hingga ia kini berada di depan Brio dan segera memutar stir kearah kiri dan memalang laju Brio dihadapannya.


Diketuknya jendela mobil berwarna gelap dihadapannya tersebut, hingga beberapa saat jendela terbuka perlahan dan tampaklah wajah sang kekasih didalam sana.


"Maskan sudah bilang, akan mengantar dan menjemput Shifaa kenapa sekarang ikut mobil pria ini, ayo keluar..!!!" tampak geram Firgie melihat sang kekasih bersama pria lain saat ini, tangannya terus berusaha membuka pintu mobil yang masih terkunci dari dalam tersebut.


Tak lama Shifaa keluar dari Brio yang dinaikinya, Firgie seketika masuk kedalam mobil dan menarik kerah baju Aldo. "Apa maumu sebetulnya, jangan pernah berusaha mendekati Shifaa. Ia kekasihku, cari wanita lain yang bisa kau kencani tapi jangan mendekati milik orang lain," gusar Firgie tampak jelas kemarahan di wajahnya.


Dan Shifaa tampak menyembunyikan senyumnya disana, merasa puas dengan yang baru saja terjadi.


🌻Flashback :


"Firgie, apa ia benar-benar tulus padamu??


Awas saja kalau ia sampai menyakiti hatimu ... dan sebelum ia menyandingmu, aku akan memastikan rasanya padamu dahulu," ucap Dimas lirih seraya menyapu lembut kepala sang adik yang justru malah membuat sang adik terbangun.


"Mass, apa yang kau lakukan di kamarku?" ucap sang adik kini kaget menatap kehadiran kakaknya.


"Bagus kau bangun, duduklah mas ingin bicara," ucap Dimas dan seketika duduk di sisi ranjang sang adik.


"Ada apa Mas," Shifaapun ikut duduk disisi sang kakak saat ini.


"Apa kau sungguh mencintai Firgie anak nakal?" ucap Dimas merangkulkan tangannya ke bahu sang adik.


Dan dengan malu Shifaa tampak menjawab tanya sang kakak dengan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum merona.


"Kalau begitu kau pasti senang dengan ucapan keseriusan Firgie tadi pada Mas," dan Shifaa tampak kembali mengangguk.


"Lalu kenapa kau berkata membutuhkan waktu untuk mencerna semuanya tadi, apa yang kau fikirkan??" ucap Dimas menatap mata bening adiknya dalam.


"Bagaimana ya Mas, Mas Firgie pernah mengatakan di awal pertemuan kami, kalau hatinya hanya milik wanita dalam masa lalunya. Ia akan berusaha membuka hatinya untukku, tapi aku harus memastikan apa hati Firgie benar-benar telah sepenuhnya menghilangkan mbak Lyra. Jujur kalau dibandingkan mbak Lyra aku tentu kalah jauh, mbak Lyra lembut dan dewasa, mbak juga cantik, mbak tidak seperti aku yang sering berkata ceplas ceplos. Ibadah mbak Lyra juga bagus tidak seperti aku yang masih bolong-bolong. Mass gimana dong, aku pasti kalah telak dengan mbak Lyra, iya kan Mas? Menurutmu aku jika dibandingkan mbak Lyra bagaimana Mas??"


"Anak nakal. Tentu kau jauh dari Mbakmu," jujur Dimas seraya terus tersenyum


"Ahh Mas jahat, bukanyya menyemangati adiknya ini malah menertawakan," gumam Shifaa seraya mengerucutkan bibirnya.


"Lo, Mas-kan menjawab apa adanya," goda Dimas lagi terhadap adiknya.


"Ahhh ... Mass."


"Benarkah Mas? Mas Firgie pernah bilang begitu pada Mas? Kapan? Kok aku nggak pernah ngeliat kalian ngobrol sih??" ucap Shifaa heran.


"Oiya, mbakmu cerita, saat Firgie menyukai seseorang ia akan sangat over procted dan suka cemburu berlebihan, kau pernah melihat Firgie cemburu melihatmu bersama laki-laki lain tidak??" tanya mas Dimas kembali.


"Aku tidak tau Mas, karena tidak ada lelaki lain yang mendekatiku," jujur Shifaa.


"Ohh, adikku yang malang," seketika Dimas memeluk adiknya dan mengacak rambutnya.


"Iya, malangnya aku Mas, sekalinya ada pria yang mendekatiku ternyata hatinya terpaut pada mbakku sendiri ...."


"Makanya kalau kau memang mau bersama kekasihmu itu, setelah menikah bawa suamimu itu pergi yang jauh dari hidup kami, jaga mata suamimu jangan sampai diam-diam menatap istriku," ujar Dimas.


"Hahhh, padahal rencananya setelah menikah aku mau ikut tinggal bersama Mas saja, supaya uang suamiku utuh."


"Dasar anak nakal ... oya Shif, Mas ada rencana bagaimana kalau besok kau dijemput Aldo, kita lihat apakah kekasihmu benar-benar mencintaimu," dan Dimas berbicara dengan sangat serius kini.


"Begitukah, bagaimana kalau Mas Firgie cuek."


"Tinggalkan dia..!!!"



Dan ponsel Dimas seketika berbunyi saat ia hendak makan siang bersama rekan bisnisnya ....



📩Mass rencana kita berhasil, mas Firgie marah besar. Ia benar-benar cemburu pada Aldo. Dan di mobil, mas Firgie terus saja mengomeliku karna mau saja dijemput Aldo.



📨Mas ikut senang.


__ADS_1


📩Apa yang harus kulakukan saat ini Mas??



📨Pura-pura bodoh saja dan tak merasa bersalah.



📩Siapp Masku yang paling ganteng.



📨Tentu saja.



📩Tapi bohong ... yang paling ganteng mas Firgie ku😁😁😁



📨😧😧



🌻Dan di dalam Yaris ...


"Kau pahamkan yang Mas sampaikan? kenapa terus bermain ponsel, apa kau sedang menghubungi Aldo?" gusar Firgie.


"Bukan Mas, ia maafkan aku Mas. Lagipula memang aku tidak boleh apa punya teman laki-laki lain? Aldokan karyawan Masku, kami sudah seperti keluarga, dia juga baik kok Mas. Pasti Aldo juga akan menjagaku," celoteh Shifaa terus menerus seolah tak menyadari kecemburuan Firgie.


"Sudah cukup tidak perlu memuji laki-laki itu."


Dan Firgie seketika menghentikan laju Yarisnya ke tepi, ia seketika menggenggam jemari Shifaa.


"Shif, kau dengar kan Mas bicara pada Dimas semalam, Mas serius padamu. Tidak mau hanya bermain-main dan sudah tak ingin mencari gadis yang lain lagi. Janji jangan pergi lagi dengan laki-laki lain tanpa sepengetahuan Mas, paham?"


"Apa Mas Firgie sungguh-sungguh mencintaiku?" ucap Shifaa.


"Sudah bukan usia Mas mengumbar kata Cinta, paham??"


"Mas tidak mau mengucapkan cinta padaku bukan karena cinta Mas hanya milik mbak Lyra kan?" polos Shifaa.


"Tidak seperti itu. Lyra hanya milik Dimas. Sudah Mas tutup cerita tentang Lyra saat Dimas menghalalkannya."


"Tapi matamu masih menyiratkan cinta pada mbakku,"


"Oya, itu hanya perasaanmu. Lyra sudah bahagia. Dan aku harus bahagia pula, dan kau telah memberi cerita baru dihidup Mas, hidup yang lebih berwarna, apa adanya dan tanpa kepalsuan ...."


Seketika Firgie menyapu wajah Shifa dan mendekatkan wajahnya, dan Shifa seketika pula memejamkan matanya ....


"Sepertinya ada yang sedang rindu padamu, bulu matamu ada yang jatuh ini Shif," ucap Firgie setelah mengambil bulu mata tersebut.


"Ohh," dan seketika pula Shifa membuka matanya.


"Kau kenapa? jangan-jangan kau berfikir Mas akan menciummu?"


"Ahhh Mass ...." Dan Shifa mengerucutkan bibirnya kini.


"Mas, lihat ada apa di balik jendelamu..!!!"


"Apa??" seketika Firgiepun menengok.


Cup ...


Dan Shifaa seketika mencium pipi sang kekasih.


"Apa yang kau lakukan Shif?" Firgiepun terkaget.


"Kau harus bertanggung jawab Mas, bibirku tidak suci lagi sekarang," lirih Shifaa setelahnya.


"Anak nakal, kau wanita jangan ulangi prilaku seperti itu," dan Firgie membuang wajahnya kesamping seraya tersenyum simpul disana.


Shifaapun melakukan hal yang sama, membuang wajahnya ke jendela dan terus tersenyum membayangkan prilakunya beberapa saat lalu.

__ADS_1


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤


__ADS_2